
Bab 90
Marsha bangun saat harga selesai berbicara dengan Pandu. Wanita itu menatap dengan tajam kepada suaminya.
"Siapa Ratu? Dia bukan selingkuhan baru kamu 'kan, Mas?" tanya Marsha dengan mata yang memicing.
"Astagfirullahaladzim. Tentu saja bukanlah, Sayang. Dia adalah perempuan yang memiliki nasib yang sangat malang. Kemarin aku pernah bercerita kalau Pandu sedang mengalami kesulitan, 'kan? Karena ada orang yang keracunan makan di restorannya. Nah, Ratu itu adalah anak dari Bapak Hendra, orang yang keracunan itu. Dia mempunyai ibu tiri dan saudara tiri yang sangat kejam, bahkan mereka merusak wajahnya yang cantik—" -
"Cantik? Dia lebih cantik dari aku, Mas?" tanya Marsha memotong pembicaraan suaminya.
Melihat raut wajah marah dan mata merah istrinya, Arga jadi gelagapan. Meski dia tahu kalau sang istri ini tidak suka kalau dirinya memuji seorang wanita di depannya.
"Tentu saja tidak, Sayang. Kamu jauh lebih cantik dari dia," bantah Arga dengan cepat.
Senyum malu-malu kini menghiasi wajah Marsha. Bahkan tatapan matanya mengerling nakal.
"Kamu akan merasa iba jika melihat gadis malang itu. Ada hal yang lucu adalah saat ibu tirinya memaksa Pandu untuk menikah dengan Ratu dan setelah itu tiap bulan dia meminta uang sebesar 10 juta untuk biaya pengobatan suaminya. Padahal saat ini Pak Hendra itu sudah dalam keadaan baik," ucap Arga lagi.
__ADS_1
Alis Marsha mengkerut mendengar cerita Arga. Kemarin suaminya sempat bercerita, tetapi dia mendengarkannya antara sadar dan tidak sadar karena mengantuk setelah lelah mengarungi surga dunia.
"Kenapa ibu tirinya tega melakukan hal itu kepada Ratu? Apa gadis itu sering berbuat ulah kepada dia?" tanya Marsha penasaran.
"Tidak. Justru Ratu adalah gadis yang baik hati. Itu menurut teman-teman dan tetangganya. Hanya saja dia memiliki muka yang menakutkan sehingga dijauhi oleh orang-orang yang baru melihatnya," jawab laki-laki beralis tebal itu sambil menggelengkan kepala.
Arga kepikiran kalau Marsha bisa membantu Ratu, agar wanita itu bisa menjadi sosok yang penuh percaya diri dan semangat. Laki-laki itu yakin kalau sang istri bisa melakukan hal yang seperti ini dengan mudah. Dahulu pekerjaan Marsha yang sebagai guru sering menghadapi murid-murid yang bermasalah.
Marsha merasa iba mendengar kisah dari gadis yang bernama Ratu itu. Dia ingin berkenalan dengannya dan memberikan dukungan agar tidak berputus asa. Karena masa depan kita tidak tahu akan seperti apa.
Marsha pun tersenyum lalu memeluk suaminya. Keduanya memilih untuk melanjutkan tidur sambil berpelukan.
***
Muka Arga berubah masam karena Mariana terus mengikuti dirinya. Wanita itu terus bertanya tentang perubahan Pandu.
"Jika kamu tidak mau rumah tanggamu diganggu olehku, maka bantu aku untuk mendapatkan hati dan kesetiaan Pandu," kata Mariana dengan serius.
__ADS_1
"Maaf, ya. Aku tidak mau terlibat dengan hal seperti itu. Jika kamu berani mengganggu rumah tanggaku, maka aku tidak akan segan-segan menghancurkan hidupmu!" hardik Arga balik mengancam.
Sebagai seorang teman, Arga sudah sering menasehati Pandu dan Mariana. Kehidupan keduanya yang terlalu bebas dan melewati batas. Laki-laki itu juga sering memberikan peringatan terhadap keduanya. Namun, sering dianggap angin lalu.
Mariana merasa belakang ini Pandu menjauhi dirinya. Bahkan kegiatan bercinta yang sering dilakukan setiap hari, kini sudah satu minggu mereka tidak melakukannya. Apartemen tempat tinggal mereka juga menjadi sepi karena Pandu tidak pernah datang.
Pekerjaan Arga hari ini sudah selesai, dia pun bergegas membereskan meja kerja. Foto Marsha dan Alva yang masih bayi terpasang di atas meja. Kedua orang itu adalah penyemangat hidup baginya.
"Arga, kamu harus ikut aku!" Pandu tiba-tiba masuk ke ruang kerja milik Arga.
Muka sang sahabat sangat kusut dan terlihat lelah. Entah apa yang sudah terjadi kepadanya.
"Ada apa, sih, ribut sekali?" tanya Arga dengan kesal.
***
Maaf, ya baru bisa update. Sejak kemarin siang aku sakit demam tinggi. Semoga besok bisa update lagi. Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. like, komentar, gift, dan nonton iklan. Terima kasih.
__ADS_1