
Bab 121
Pandu mencari keberadaan Mariana dibantu oleh beberapa polisi. Dengan bantuan ahli IT mereka melacak keberadaan Mariana lewat handphone miliknya. Mereka mencari ke daerah tebing yang langsung tersambung ke lautan lepas.
"Kami sudah menghubungi tim SAR untuk mencari keberadaan Nona Mariana," kata laki-laki berseragam polisi kepada Pandu.
"Semoga saja Mariana masih hidup dan bisa diselamatkan," ucap Pandu.
Seorang polisi menemukan handphone milik Mariana yang terjatuh di jalan bebatuan. Sepertinya itu terjatuh saat tubuh Mariana dikeluarkan dari mobil.
"Tapi, kenapa saudaranya sampai tega melakukan hal seperti ini?" tanya polisi itu tidak mengerti.
"Hubungan mereka memang tidak baik sudah lama. Hanya saja kalau sampai tega melakukan kejahatan seperti ini, baru pertama kali terjadi di antara mereka," jawab Pandu.
Polisi itu menduga kalau pertikaian kedua saudara itu antar asmara atau harta. Kebanyakan hubungan persaudaraan bisa rusak hanya karena dua hal ini. Perebutan orang yang dicintai atau perebutan harta kekayaan.
***
Sementara Arga dan beberapa polisi mencari keberadaan Valerie dan Pak Broto. Mereka sudah menjadi tersangka pelaku kejahatan terhadap Mariana dan penyusupan ke kantor Pandu dan membuat kerusakan di ruang kerja Arga dan teror kepada Marsha.
Sama halnya dengan pencarian Mariana, mereka juga melakukan metode pencarian dengan melacak GPS yang ada di handphone milik Valerie dan Pak Broto. Titik keberadaan mereka ada di rumah besar milik Pak Broto. Ya, rumah yang kemarin di datangi oleh Pandu dan Arga.
__ADS_1
Satpam rumah menghalangi mereka untuk masuk ke dalam rumah. Untung polisi membawa surat untuk melakukan penggeledahan rumah dan penangkapan Valerie juga Pak Broto.
Akhirnya mereka bisa masuk ke rumah mewah itu. Mereka menggeledah rumah dan mencari keberadaan Valerie beserta Pak Broto. Ternyata mereka sedang berada di kamar tidur masing-masing. Laki-laki itu sedang tidur sedangkan Valerie sedang mandi.
"Ada apa ini?" tanya Pak Broto saat polisi masuk ke dalam kamarnya.
Laki-laki itu menatap heran beberapa orang polisi yang sudah seenaknya masuk ke kamar pribadinya. Lalu, salah seorang berseragam memperlihatkan surat penangkapan dirinya.
"Anda sudah melakukan kejahatan berencana dengan Nona Valerie untuk melenyapkan Nona Mariana," jawab salah seorang polisi.
Tentu saja Pak Broto tidak menyangka akan secepat ini ketahuan. Padahal di tempat kejadian perkara atau pun di tempat Mariana di buang tadi tidak ada orang yang bisa menjadi saksi mata.
"Kalian jangan seenaknya saja menangkap aku! Harus ada bukti dan saksi," teriak Pak Broto.
"Bukti dan saksi sudah ada. Makanya kami akan menangkap Anda, Pak," balas orang yang memegang surat penangkapan.
Sementara Valerie, sedang berpikir bagaimana caranya untuk kabur dari rumah Broto. Dia meminta waktu untuk berganti pakaian dahulu kepada polisi yang akan menangkapnya. Wanita itu memaksa polisi untuk keluar dari kamarnya dan menolak berganti pakaian di kamar mandi.
Begitu polisi keluar kamar dan menutup pintu. Wanita itu segera berganti pakaian dan mengambil beberapa barang berharga lalu memasukkan ke dalam tas gendong miliknya. Segera wanita itu kabur lewat balkon yang kebetulan dekat dengan batang pohon. Valerie berlari dengan cepat masuk ke garasi menaiki mobil sport.
"Buka pintu gerbangnya!" perintah Valerie sambil berteriak kepada satpam yang menjaga pintu gerbang.
__ADS_1
Satpam itu terkejut karena tiba-tiba Valerie berteriak tanpa menghentikan laju kendaraannya. Maka dengan cepat laki-laki itu pun membukakan pintu gerbang.
"Berhenti!" teriak polisi yang mengejar Valerie.
Polisi itu pun menghubungi kantor kepolisian dan meminta bantuan untuk menangkap pelaku yang kabur. Arga yang sejak tadi hanya menunggu di depan pintu gerbang mengajak salah seorang polisi itu mengejar Valerie.
"Sudah aku duga dia akan melakukan segala hal agar bisa kabur," ucap Arga.
Polisi itu memberi tahu kepada rekannya plat nomor kendaraan yang dipakai oleh Valerie. Arah jalan yang diperkirakan akan dilalui oleh wanita itu pun segera di tutup agar mudah melakukan penangkapan.
Arga melajukan mobilnya dengan batas kecepatan maksimal sesuai peraturan lalu lintas. Dia yakin kalau Valerie akan kabur ke luar kota. Namun, secara pastinya belum dia ketahui.
Valerie yang ketakutan dikejar oleh dua mobil polisi yang membunyikan sirine. Wanita itu malah semakin menambah kecepatan laju mobilnya untuk meloloskan diri dari kejaran aparat.
"Aku tidak mau masuk penjara lagi," ucap Valerie bermonolog sendiri.
Di jalan yang akan dia lalui untuk kebur ke luar kota sudah di blokir oleh polisi. Ada beberapa aparat keamanan yang sudah bersiap siaga di sana. Bahkan Valerie tidak menyangka akan ada banyak polisi di sana.
"Aku harus apa? Ayo, Valerie pikiran cara kabur dari kepungan ini!"
Terlihat jelas wanita ini sangat ketakutan. Pikirannya sudah kacau karena emosi sedang menguasai dirinya.
__ADS_1
***
Apa yang akan terjadi kepada Valerie? Ikuti terus kisah mereka!