
Bab 110
Saat Arga dan Marsha sampai ke apartemen, di sana sudah ada Valerie berdiri di depan pintu. Wanita itu begitu sangat senang melihat kepulangan sang mantan kekasih.
"Mau apa dia ke sini?" tanya Marsha sambil mempererat rangkulan kepada Arga.
"Mana aku tahu. Bicara dengannya saja tidak pernah," jawab Arga sambil mencolek hidung sang istri.
Wanita itu hanya mendelikkan matanya karena sebal sama reaksi sang suami. Lalu, dia menatap tajam ke arah Valerie.
"Arga, untunglah kamu belum berangkat ke Perancis. Aku mau memberi tahu kalau keadaan di sana sedang genting. Ada huru hara, itu sangat berbahaya," kata Valerie begitu Arga dan Marsha berdiri di hadapannya.
"Ya, kami tahu. Makanya kita ubah tempat bulan madu kami nanti," ucap Arga santai.
"Lalu, kalian mau pergi berbulan madu ke mana?" tanya Valerie penasaran.
Marsha sungguh tidak suka saat Valerie mengusik kehidupan rumah tangganya dengan Arga. Ada rasa cemburu jika wanita itu terus-menerus berusaha mencari perhatian suaminya.
__ADS_1
"Sepertinya ke Turki atau Dubai, atau ke tempat mana pun asalkan Marsha senang," jawab Arga lalu mencium pucuk kepala istrinya.
Valerie merasa cemburu dan marah melihat pemandangan yang ada di depan matanya kini. Cinta dia untuk Arga masih ada di dalam hatinya. Meski wanita itu berulang kali kencan dengan banyak pria, tetap saja Arga penguasa hatinya.
"Sebaiknya kalian pergi bulan madu di wilayah Indonesia saja. Lebih aman, lebih murah, dan pemandangannya juga sangat indah," tukas Valerie dengan senyum manisnya.
"Tujuan kami pergi bulan madu adalah untuk memberikan kebahagiaan kepada pasangan. Jika dengan pergi ke Turki bisa membuat Marsha bahagia, maka akan aku pun akan ikut bahagia," balas Arga sambil mengedipkan mata kepada Marsha.
Sang istri pun langsung tersipu malu. Arga selalu saja bisa mengaduk-aduk perasaannya. Malu, senang, kesal, dan bahagia bisa dirasakan di saat bersamaan.
"Maaf kami mau istirahat," kata Arga kemudian merangkul tubuh Marsha.
"Tuh, 'kan! Apa kataku juga, kalau firasat seorang istri itu akan tajam jika berhubungan dengan suaminya," sindir Marsha.
Arga hanya bisa tertawa renyah. Lalu, dia pun menggotong Marsha ala bridal style dan membawanya ke kamar pribadi mereka.
Niatnya ingin tidur beristirahat, akhirnya gagal juga karena kedua sejoli ini malah bercinta. Hal ini karena Arga merasa bergairah setelah mencium Marsha.
__ADS_1
***
Malam harinya ketika Marsha baru selesai mengepak barang yang akan dibawa untuk keperluan honeymoon, dia menemukan surat dan beberapa foto Valerie bersama Arga saat mereka masih berpacaran.
"Huh, foto jelek begini saja masih di simpan!" ucap Marsha dengan kesal.
Sebenarnya tidak jelek wajah kedua orang itu di foto. Marsha merasa cemburu karena tidak menyangka kalau kedua orang itu pernah memakai pakaian pengantin. Ada keterangan di balik foto itu, "Lomba Game Pengantin" dan pasangan itu mendapatkan juara ke-3. Terlihat Arga dan Valerie bahagia sekali di dalam foto.
"Sayang, sedang apa?" tanya Arga yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Marsha yang masih kesal kepada suaminya, tidak menjawab pertanyaan Arga. Tentu saja ini membuat laki-laki itu gelagapan. Dia yakin kalau istrinya tidak akan marah tanpa sebab.
"Sayang, ada apa? Beri tahu aku," tanya Arga.
"Ini apa maksudnya, Mas?" tanya Marsha sambil mendorong kuat tangannya ke dada Arga. Laki-laki itu pun menerima beberapa lembar foto
"Emang ini foto apa?" tanya Arga belum tahu gambar yang tercetak di dalam foto itu.
__ADS_1
***