Menjadi Ayah Untuk Keponakanku

Menjadi Ayah Untuk Keponakanku
Bab 99. Pertengkaran


__ADS_3

Bab 99


Safira adalah anak korban perceraian. Ibunya memilih berpisah dengan sang ayah karena tidak kuat oleh tekanan keluarga Dokter Rama yang selalu menuntutnya sesuai dengan tradisi keluarga. Ibu Safira adalah seorang artis sekaligus penyanyi terkenal nasional bernama Thalia. Dia adalah wanita yang suka kebebasan dan tidak suka diatur. Karena stress oleh tekanan keluarga mertua sampai ASI-nya tidak keluar. Itulah puncak pemberontakan ibunya Safira sampai diusir dan berakhir perceraian.


Sementara itu Dokter Rama sendiri sudah berusaha untuk menjaga tali pernikahan mereka, tetapi ibunya—Sintha— menyuruh melepaskan sang istri yang dinilai pembangkang dan tidak bisa mengurus anak dan suami. Wanita tua itu juga sangat keras kepala dan tidak mengizinkan Thalia untuk bertemu dengan Safira. Kabar terakhir yang didengar kalau Thalia sekarang tinggal di luar negeri bersama keluarga barunya.


"Kasihan sekali anak seumuran Safira harus kehilangan kasih sayang orang tua yang utuh," gumam Arga.


Kadang takdir berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita. Sebagai manusia tentunya akan melakukan segala cara untuk terbaik bagi dirinya. Meski hasil akhir, Tuhan 'lan yang menentukannya.


"Kadang seorang menantu juga butuh dukungan dan kasih sayang dari mertuanya. Untuk merubah tabiat dan kebiasan seseorang itu sering mengalami kesulitan. Kecuali, kalau dia benar-benar sudah bertekad kuat ingin mengubah dirinya. Belum lagi kelelahan karena mengurus anak, suami, dan rumah. Jika hidup dalam tekanan batin dan pikiran aku juga tidak akan sanggup," ucap Marsha.


Untungnya Marsha memiliki mertua yang baik dan sayang kepadanya. Tidak menekan atau menuntut dirinya agar menjadi menantu yang sempurna sesuai keinginan mereka. Justru mereka itu lebih pengertian dan memanjakan dirinya dibandingkan kepada anak kandungnya sendiri.


"Aku bersyukur sekali memiliki mertua seperti Ayah Barata dan Ibu Ayu. Mereka adalah mertua yang sangat baik dan pengertian," lanjut Marsha diiringi senyum manis.


Arga juga senang memiliki mertua Bagas dan Indah. Meski mereka ini tegas dan cerewet, tetapi itu membuat dirinya menjadi seorang suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab.


"Aku harap rumah tangga kita selalu langgeng sampai maut memisahkan kita," kata Arga sambil membelai pipi Marsha. Wanita itu pun mengangguk.

__ADS_1


***


Pandu datang dengan muka ditekuk. Pernikahannya dengan Ratu akan digelar sekitar tahun depan. Nanti malam mereka akan mengadakan pesta pertunangan. Atas keinginan gadis itu hanya keluarga dekat yang hadir.


"Akhirnya dia mau juga menikah dengan kamu," ucap Arga sambil tertawa renyah saking senangnya.


"Mama aku berhasil membujuknya. Bahkan mereka berdua langsung lengket dan akur banget. Besok Ratu dan mama akan pergi ke Thailand untuk menjalani operasi plastik. Mama lebih memilih negara itu dibandingkan dengan Korea," balas Pandu dengan lemas.


Arga menahan tawanya agar tidak pecah memenuhi ruangan ini. Dia merasa kalau Pandu nantinya akan jadi suami takut istri. Apalagi ada mamanya di belakang Ratu yang akan selalu mendukung dirinya.


"Sudah kamu harus bisa menahan diri sampai dia pulang dalam keadaan cantik," ujar Arga.


"Aku bingung bagaimana melepaskan Mariana. Dia semakin ngelunjak saja makin ke sini. Sudah jelas dari awal aku bilang kalau hubungan kita hanya sekedar partner di atas ranjang saja. Namun, sekarang dia malah menuntut aku untuk menikahinya. Setelah kemarin kita bertengkar hebat, tadi pagi dia menghubungi aku sambil menangis katanya tidak apa-apa dijadikan simpanan juga," tukas Arga lalu menarik napasnya kasar karena merasa lelah dengan hubungan dirinya dengan wanita itu.


"Jika kamu ingin kehidupan rumah tangga yang bahagia, benahi dulu diri kamu agar bisa menjadi seorang pemimpin bagi keluargamu nanti bagi istri dan anak-anakmu. Bagaimanapun juga tugas kita para lelaki yang membawa ke arah mana kehidupan berumah tangga itu. Apa mengarah kepada kebahagiaan atau kehancuran," lanjut Arga.


Pandu juga belakang ini mulai kembali menjalankan ibadah sebagaimana mestinya seorang hamba menyembah Tuhannya. Dia kembali membuka kitab suci yang sudah belasan tahun tidak dia baca. 


Ucapan-ucapan Ratu kepadanya yang sering menyindirnya membuat Pandu terasa tertampar dengan keras. Dia pun mulai berpikir akan masa depan dirinya mau dibawa ke arah mana. Ke jalan kebahagiaan atau ke jalan kehancuran?

__ADS_1


***


Acara makan malam yang diadakan oleh Safira bersamaan dengan acara tunangan Pandu dengan Ratu. Ini membuat Marsha menjadi bingung harus datang ke mana.


"Mas, apa kita bagi dua saja?" Marsha merasa tidak enak jika harus mengorbankan salah satunya.


"Maksudnya gimana, Sayang?" tanya Arga.


"Ya, Mas pergi ke acara tunangan Pak Pandu. Aku dan Alva datang ke acara ulang tahun Safira. Jadi—"


"Oh, jadi kamu ingin datang ke ke sana. Apa kamu ingin bertemu dengan Dokter Rama?" Arga memotong ucapan Marsha dengan penuh emosi.


"Bukan begitu. Aku—"


"Sana pergi! Temui dokter itu." Arga langsung pergi keluar kamar dengan muka memerah saking marahnya.


Marsha merasa kalau dirinya sudah membuat janji dahulu dengan Safira kemarin. Sementara itu, undangan dari Pandu baru mereka terima hari ini. Wanita itu berpikir lebih baik mendatangi acara yang terlebih dahulu mengundang dirinya. Namun, di sisi lain Pandu juga banyak sekali kebaikannya kepada keluarga mereka. Selain itu, dia juga merupakan teman baik Arga.


***

__ADS_1


Acara mana Marsha dan Arga akan pergi? Ikuti terus kisah mereka, ya!



__ADS_2