
Kenzo gegas menghubungi Alana, namun nomor Alana tidak bisa dihubungi lagi. Dia pun mencoba mengulanginya lagi, barangkali tadi Alana juga sedang menelponnya.
"Ah...", desah Kenzo kala panggilan telepon darinya selalu di jawab oleh operator. "Di mana kau berada istriku?" Kenzo mengacak rambutnya frustasi seraya mencari kesekeliling, barangkali Alana tengah asyik berbincang dengan turis lain.
"Sayang... " panggil suara seorang wanita tepat di belakang Kenzo. Sontak Kenzo membalikkan badannya.
"Kau...!" tunjuk Kenzo seraya mengernyitkan keningnya. "Kenapa kau bisa ada di sini?"
"Ayo, kita bicara di tempat yang aman dulu", ajak Alexa.
"Aku tidak punya waktu berbicara denganmu!" ketusnya menolak ajakan Alexa.
Alexa menatap Kenzo dengan wajah sendu. "Tapi ini ada hubungannya dengan kakak tiriku", ujar Alexa yang membuat Kenzo mendelik.
"Owh, jadi kau yang telah menculik istriku?"
"Makanya dengarkan dulu apa yang mau aku katakan sayang, supaya kau tidak sembarangan menebak."
Kenzo membisu seraya memikirkan ucapan Alexa. "Oke, kita bicara di sana!" tunjuk Kenzo pada sebuah kursi panjang yang tidak diduduki oleh siapapun.
"Ayo", sahut Alexa sembari melangkahkan kakinya.
Kenzo pun mengikuti di belakang Alexa.
"Cepat katakan!" desak Kenzo yang tidak tenang sebelum menemukan Alana.
"Pagi ini aku hendak melaporkan Steve ke pihak yang berwajib. Tapi tidak sengaja aku mendengar seseorang menelpon dan membicarakan tentang Alana. Lalu aku menguping pembicaraan orang itu. Ternyata orang itu Pak Baron yang baru saja keluar dari penjara", ucap Alexa seraya mengisi udara pada pernafasannya.
"Apa rencana Baron?"
"Katanya mereka akan menangkap Alana", sahut Alexa yang membuat Kenzo marah. "Lalu aku pun pergi ke kantormu untuk memberitahu niat Pak Baron itu, tapi kau dan Alana pergi ke Paris untuk berbulan madu. Jadi aku langsung menyusulmu kemari. Tapi sepertinya aku sudah terlambat mengatakannya."
Setelah Alexa menyelesaikan ucapannya, Kenzo menelisik ke dalam mata Alexa, barangkali mantan kekasihnya itu sedang berkata bohong. "Dari mana kau tahu kami ada di tempat ini?"
Alexa tersenyum kecil. "Walaupun aku tidak akrab dengan kakak tiriku itu, tapi aku tahu kalau kak Alana punya impian untuk pergi berfoto di menara Eiffel."
__ADS_1
"Terus apa hubungannya kedatanganmu kemari dengan hilangnya Alana?"
"Aku cuma mau kasi tahu kalau yang nyulik Kak Alana itu Pak Baron."
"Jadi kau jauh-jauh terbang ke Paris, cuma mau kasi tahu itu doang? Bukankah kau bisa bicara lewat telepon?"
Alexa menggelengkan kepalanya. "Bukan cuma itu, aku datang untuk membantunu mencari tahu keberadaan kak Alana", imbuhnya
Seolah tidak peduli dengan omong kosong Alexa, Kenzo gegas mengayunkan langkahnya pergi meninggalkan Alexa.
"Hei, tunggu aku!" Alexa beranjak dan langsung mengejar langkah Kenzo.
"Lebih baik kau pulang saja! Aku sama sekali tidak butuh bantuan apapun darimu!"
"Sayang... Aku ikhlas mau membantumu", sahut Alexa dengan lembut. "Jadi, please biarkan aku ikut bersamamu."
Kenzo terdiam beberapa saat. Sungguh dia tidak percaya dengan perkataan Alexa, karena wanita itu sudah berulang kali membohonginya. "Oke, kau boleh ikut", sahut Kenzo yang membuat mata Alexa berbinar. "Tapi, aku tidak akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padamu. Intinya kita jaga diri masing-masing."
Alexa tersentak kaget mendengar penuturan Kenzo. Dalam benaknya, dia merasa kesal karena Kenzo bahkan terang-terangan mengatakan ketidakpeduliaannya. "Oke, sayang", jawabnya dengan terpaksa.
Setelah hampir satu jam lamanya Kenzo dan Alexa mengitari tempat di mana Alana terakhir kali berada, mereka tidak menemukan apapun di sana. Namun tiba-tiba ponsel Kenzo berdering. Dia pun mengernyit kala melihat nomor yang tidak dikenal sedang menghubunginya.
"Halo..." sahut Kenzo.
"Siapkan uang 1 M atau kau tidak akan melihat istrimu ini lagi!" suara seorang pria dari seberang telepon yang coba meng*ncam.
"Siapa kau? Di mana kau sekarang?" Kenzo panik kala penelpon meminta uang tebusan.
"Hahaha... " suara tawa memenuhi pendengaran Kenzo yang membuatnya tersulut emosi. "Kalau kau mau tahu, siapkan yang aku minta barulah kita lanjutkan urusan kita!"
Tut. Tut.
Sambungan telepon terputus sebelum Kenzo menjawab. Dia pun menelpon kembali nomor yang baru saja menghubunginya.
"S*al!" pekik Kenzo kala nomor orang itu tidak bisa lagi dihubungi. "Katakan, apa gunanya kau di sini?" tanya Kenzo seraya menatap tajam Alexa.
__ADS_1
"Eh, hmm, aku akan membantumu seperti ini." Alexa dengan berani memeluk Kenzo sambil menepuk pelan pundak Kenzo. "Aku akan selalu mendukungmu."
Kenzo menyentak kasar tubuh Alexa. "Lebih baik kau pergi dan jangan kembali!" tegas Kenzo.
Namun Alexa tidak peduli dengan penolakan Kenzo, dia masih mencoba mendekatinya. "Sayang -- "
"Hentikan!" teriak Kenzo, hingga mereka menjadi tontonan para wisatawan lainnya. "Aku tegaskan padamu, jangan pernah mendekatiku atau pun datang mencariku lagi!"
Tak terima dengan penolakan Kenzo, Alexa masih mengikutinya. "Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sayang. Cukup satu kali aku melakukan kesalahan", ujar Alexa.
Ucapan Alexa bak angin lalu bagi Kenzo. Dia tak peduli sekalipun Alexa merengek padanya. Suara ponsel Kenzo ibarat penolong baginya, agar tidak mendengarkan Alexa yang masih berceloteh sambil mengejar langkahnya.
"Halo..." ucao Kenzo buru-buru seraya menjauh dari Alexa. Lalu dia mendengarkan Roni dari seberang telepon.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau tahu sesuatu tentang Alana?" tanyanya kemudian, lalu Kenzo kembali mendengarkan suara Roni.
"Apa? Kapan dia melihatnya? Minta dia datang ke tempatku sekarang!" Kenzo tampak senang saat seseoirang melihat Alana, berbeda dengan Alexa yang tampak tenang di luar, namun siapa yang sangka bagaimana hatinya saat ini.
"Oke, aku menunggunya!" sahut Kenzo. Lalu dia menutup sambungan telepon.
"Apakah Kak Alana sudah diremukan?" tanya Alexa kala mendengar sebagian ucapan Kenzo di telepon.
"Itu bukan urusanmu!" ketus Kenzo, karena keberadaan Alexa membuatnya bergerak lambat. Lalu dia menerima sebuah notif dari nomor yang tidak di kenal. Netranya berbinar kala orang itu mengirimkan lokasi padanya.
Flashback on
Roni gegas mengirimkan foto Kenzo dan Alana pada pengawal yang bertugas di Paris sebulan yang lalu. Roni memberi pesan agar pengawal itu mengawasi keduanya dari kejauhan secara diam-diam dan tidak boleh sampai ketahuan. Karena jika sampai ketahuan, maka Tuannya itu akan membuat perhitungan dengannya.
Pengawal itu mengikuti sesuai arahan Roni, hingga dia melihat orang yang mencurigakan datang menghampiri Alana dan dalam sekejap Alana di bawa oleh orang asing itu. Pengawal itu hanya bisa mengikuti saja, karena dia seorang diri, sementara para pelaku ada 3 orang. Dia takut jika bertindak nekad, maka akan membahayakan keselamatan Alana.
Pengawal langsung menghubungi Roni, hingga membuat Roni kaget. Lalu Roni buru-buru menghubungi Kenzo dan memberitahukan tentang Alana.
Flashback off
Kini Kenzo pergi ke daerah yang sudah di share oleh pengawal itu. Tak lupa dia juga menelpon kenalannya yang ada di Paris, untuk datang membantunya.
__ADS_1