Menjadi Pengantin CEO Buta

Menjadi Pengantin CEO Buta
Perubahan sikap Alexa


__ADS_3

Tidak butuh waktu yang lama, Kenzo dan Alexa sudah berada di lokasi.


"Kalian sudah di sini?" tanya Kenzo pada kenalan yang sempat dia hubungi.


"Iya", jawab pria yang berambut coklat. "Setelah kau mengabari istrimu di culik,.kami langsung ke lokasi yang kau share sebelumnya."


"Terimakasih, kalian peduli dengan masalahku."


"It's no problem!" sahut pria berambut plontos. Dia orang Indo asli namun sudah lama tinggal di Paris.


Tidak lama kemudian pengawal yang mengikuti Alana itu datang menghampiri Kenzo. "Tuan, ayo saya tunjukkan tempatnya", ujar pengawal yang sempat membuat kedua pria kenalan Kenzo kaget. Mereka berdua mengira pengawal itu adalah penjahat yang mengetahui kedatangan mereka.


"Ayo, kita ikuti dia", ajak Kenzo pada kedua kenalannya dan mengabaikan Alexa yang sedari tadi diam namun menyimak pembicaraan mereka.


Tanpa menunda lagi, mereka menyergap tempat itu hingga membuat para penculik kelabakan dan mencoba melarikan diri, namun tidak bisa.


Alexa menatap kesal pada ketiga pria yang telah di tahan oleh Kenzo dan yang lainnya. Sial! Alana berhasil dibebaskan. Rutuk Alexa di dalam batin.


"Ayo, bawa mereka ke pihak yang berwajib!" titah Kenzo seraya menatap emosi ketiga pria yang memiliki gambar sama di lengan kirinya.


Pengawal dan kedua kenalan Kenzo menarik paksa ketiga pria itu dan membawanya ke dalam mobil.


"Kau tidak apa-apa, honey?" tanya Kenzo seraya mendekati Alana.


"Aku tidak apa-apa honey", sahut Alana lirih.


Kenzo memeluk erat tubuh gemetar Alana. "Maaf, karena membiarkanmu kembali mengalami hal ini. Aku janji, kedepannya hal seperti ini tidak akan terjadi lagi!"


"Honey, bisakah kau melepaskan pelukanmu? Dadaku sedikit sesak", sahut Alana saat pelukan Kenzo semakin erat.


"Owh, maafkan aku honey." Kenzo menyentak lembut tubuh Alana. "Ayo, kita pergi dari sini!'


Keromantisan Kenzo dan Alana telah membuat Alexa terbakar api cemburu, namun dia berusaha untuk menutupinya. Kakinya melangkah hingga dirinya di dekat Kenzo. "Kak Alana, aku khawatir sesuatu terjadi padamu", ucap Alexa tiba-tiba, sontak Kenzo dan Alana sama-sama menoleh.


"Terimakasih atas kepedulian adik. Tapi sekarang aku sudah baik-baik saja kok", sahut Alana seraya tersenyum tipis. Dia tidak ingin menunjukkan rasa bencinya pada Alexa.

__ADS_1


"Biarkan aku ikut membantumu", kata Alexa yang membuat Kenzo dan Alana melongo. "Ayo, kita pergi", lanjutnya sembari menggandeng tangan Alana.


Mereka bertiga berjalan bersama, di mana Alana berada di antara Kenzo dan Alexa.


...---...


Dalam waktu 30 menit mereka tiba di tempat penginapan. Kenzo meminta Alexa kembali ke tempat penginapannya, namun Alexa beralasan kalau dia belum sempat booking kamar, karena terburu-buru ingin memberitahukan niat Baron pada Kenzo. "Lagipula ini sudah malam, aku tidak kenal daerah sini", kata Alexa dengan wajah sendu.


"Kasihan dia seorang gadis, berjalan seorang diri di daerah yang tidak dia kenal. Lebih baik barkan dia tinggal di kamar sebelah, honey", bujuk Alana pada sang suami, karena masih sisa satu kamar kosong di sebelah kamar mereka.


"Terserah kamu saja, honey", jawab Kenzo yang terpaksa menuruti keinginan Alana.


Alexa tersenyum seraya menatap wajah Alana. "Terimakasih, Kak. Kau memang orang baik. Aku menyesal Selama ini telah berlaku kasar padamu", ucap Alexa dengan meneteskan air mata. "Kakak mau kan memaafkan perbuatanku di masa lalu?"


Hati Alana tergugah melihat wajah penyesalan Alexa. "Aku tidak pernah mengingat itu lagi. Jadi jangan bersedih ya", sahut Alana dengan tulus. Dia tidak pernah menginginkan permusuhan dengan saudara tirinya itu, meskipun ibu Alexa adalah penyebab ibunya mengalami kecelakaan.


"Kalau begitu kita bersaudara", imbuh Alexa.


Alana mengangguk sebagai jawaban. Lalu dia menghampiri Alexa dan memeluknya.


Netra Alexa melirik ke arah Kenzo dan mengikuti hingga Kenzo masuk ke dalam kamar. Kemudian dia menyentak kasar tubuh Alana.


"Ayo, kita duduk di sana", tunjuk Alana pada sofa di sudut ruangan.


"Hm, ayo", jawab Alexa dengan malas.


Keduanya pun duduk bersama di sofa. Alana mulai menceritakan kisah mereka saat kecil dan saling berebut mainan. Saat itu Alana tidak tahu kalau Alexa adalah adiknya. "Kalau aku tahu kau adikku, aku akan memberikan semua maninanku padamu", ujar Alana.


Alexa menanggapi dengan tersenyum tipis, karena saat itu dia sudah mengetahui kalau Ramond adalah Papanya, makanya dia berani mengambil semua mainan Alana. "Hm, waktu itu aku iri dengan kak Alana. Apa yang kakak minta pasti langsung diberikan Papa", sahut Alexa lirih.


Tangan Alana menepuk pelan pundak Alexa. "Aku minta maaf, kalau sikapku waktu itu membuatmu sedih", ujar Alana.


"Semua sudah berlalu, tidak perlu mengingatnya lagi."


"Kau benar adikku. Sekarang kita buka lembaran yang baru. Ada Papa, Mama Sally dan kita berdua sebagai keluarga", ujar Alana riang.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. "Siapa yang datang?" tanya Alana seraya melirik Alexa.


Alexa menaikkan kedua bahunya. "Entah", jawabnya enteng.


Alana bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu. Namun tiba-tiba Kenzo keluar dari dalam kamar. "Biar aku saja, honey", katanya.


"Oke, honey", balas Alana bersamaan dengan langkah kakinya yang berhenti.


Kenzo membuka pintu sesaat setelah mengintip melalui lubang.


"Dengan Tuan Kenzo?" tanya seorang pria dengan menggunakan bahasa inggris.


"Ya, benar", jawab Kenzo.


Lalu pria itu memberikan tiga kotak makanan ditangannya pada Kenzo. "Ini, pesanannya Pak", kata pria itu.


"Terimakasih", jawab Kenzo. Dia menutup pintu setelah pria pengantar pesanan makanan itu pergi.


"Um, wanginya enak sekali." Alexa mengendus sembari mendekati Kenzo. "Kau tahu saja kalau aku lapar", katanya. Kemudian tangan Alexa meraih kotak makanan dari Kenzo.


"Ini buatmu sayang", kata Kenzo yang membuat Alexa mendelik. "Ayo, kita makan", lanjutnya sambil menghampiri Alana.


Hampir saja Alexa menggayut tangan Kenzo, jika Kenzo tidak bergeser ke kiri. Perlahan tangannya turun. Aku pikir dia masih sayang padaku. Ucap Alexa di dalam batin.


"Alexa, ayo kemarilah", ajak Alana kala melihat Adik tirinya itu masih mematung diposisinya berdiri.


Alexa membalikkan badannya. "Hm, iya Kak. Aku ke sana", jawabnya dengan tersenyum.


"Temani suamiku di sini sebentar. Aku mau ganti baju dulu", kata Alana yang menyadari pakaiannya kotor saat penculik membawanya.


Sepeninggal Alana, netra Alexa tiada henti mencuri pandang pada Kenzo.


"Lihat makananmu saja. Jangan lihat pada suami orang!" tegas Kenzo tanpa menatap Alexa.


"Hm, aku hanya melihat makananmu sepertinya lebih enak", jawab Alexa asal.

__ADS_1


"Cih, kau tidak pandai berbohong. Jelas makanan kita ini sama. Atau jangan-jangan sebenarnya kau punya maksud terselubung?" tanya Kenzo mendominasi.


__ADS_2