Menjadi Pengantin CEO Buta

Menjadi Pengantin CEO Buta
Mengusir Penghalang


__ADS_3

Alana datang menghampiri sang suami dan adik tirinya yang tampak saling canggung.


"Kalian sedang membicarkan apa?" tanya Alana sembari duduk di samping Kenzo.


"Hm, tidak ada", jawab Kenzo dengan santai seakan percakapan dirinya dan Alexa tidak ada artinya bagi Kenzo.


Senyum Alana tersungging kala melihat bumbu makanan yang menempel di sudut bibir Kenzo. "Honey, apakah ini sengaja kamu sisakan untuk besok", ucapnya seraya mengusap lembut sudut bibir Kenzo.


"Honey caramu salah!" tegur Kenzo. "Harusnya kau melakukannya seperti ini!" Kenzo memagut bibir Alana tanpa peduli dengan keberadaan Alexa.


Alana menyentak kasar tubuh Kenzo "Alexa masih di sini", ucapnya setengah berbisik.


Kesal... Kesal... Mereka pasti sengaja pamer kemesraan di depanku! Ucap Alexa di dalam batin. Makanan dihadapannya pun menjadi sasaran kemarahannya.


...---...


Malam sudah semakin larut saat Kenzo dan Alana berada di dalam kamar mereka. Berbeda dengan Alexa, entah apa yang ada dalam pikirannya hingga dia duduk di sofa dengan perasaan gelisah.


"Kenapa belum datang juga?" gumamnya berdecak kesal. Namun tak berselang lama terdengar suara ketukan pintu. "Itu pasti mereka." Alexa bangkit dari sofa dan berjalan menuju pintu keluar. "Kenapa kalian lama sekali?" tanya Alexa setengah berbisik kala melihat tiga orang pria sedang berdiri dihadapannya.


Tiga orang pria itu melangkah masuk tanpa menjawab pertanyaan Alexa. Tak lama kemudian Kenzo keluar dari kamar.


"Sudah beres?" tanya Kenzo yang membuat Alexa mendelik.


"Sudah, Tuan", sahut ketiganya hampir bersamaan.


Kenzo tersenyum menyeringai. "Hm, ternyata cuma amatiran", katanya seraya menatap Alexa.


Tatapan Kenzo terhunus tajam ke arah Alexa, hingga adik iparnya itu merasa takut. "Aku tidak tahu apa-apa", jawabnya lugu.


"Cepat bereskan semua barang-barangmu dan kembalilah ke Indo hari ini juga!" tegas Kenzo.


"Tapi ini masih larut malam, sayang! Apa kamu tega membiarkanku seorang diri di luar sana?"


Ucapan Alexa seakan tak berarti bagi Kenzo. "Kalian bawa dia ke kamar lain!" titah Kenzo yang merasa terganggu dengan keberadaan Alexa.

__ADS_1


Tak bisa membantah, Alexa terpaksa menuruti perintah Kenzo. Dia ikut bersama para pengawal dengan langkah berat. Apa yang telah terjadi? Kemana orang suruhan Baron? Tanya Alexa di dalam benaknya.


Di tempat berbeda, ada dua pria bertubuh tegap, sedang diikat dan hendak di bawa ke pihak yang berwajib. Kedua pria itu adalah suruhan Baron yang sedari tadi Alexa pikirkan.


...---...


Setelah Alexa di bawa pergi, Kenzo gegas masuk ke dalam kamar sebelum Alana terbangun dari tidurnya Namun siapa sangka suara decitan tempat tidur mengusik tidur Alana, hingga Alana benar-benar terbangun.


"Dari mana, honey?" tanya suara parau Alana.


"Hm, mengusir penganggu", jawab Kenzo yang membuat Alana mengernyit.


"Pengganggu?" ulang Alana.


Kenzo mengangguk seraya berdehem. "Hm, bukan hal penting, tidak usah djpikirkan. Ayo, tidur lagi." Dengan lembut Kenzo mengusap rambut lurus Alana. Sentuhan itu awalnya biasa saja, tapi entah kenapa sentuhan tangan Kenzo berubah hingga menuju sesuatu di daerah yang berbentuk kembar itu.


Suara le**uhan lepas begitu saja dari mulut Alana, hingga membuat Kenzo semakin menggencarkan aksinya. "Boleh honey?" tanya Kenzo yang sedari tadi sudah menahan h*sratnya.


Alana mengangguk malu, meskipun sebelumnya mereka sudah pernah melakukannya, tapi itu baru perdana bagi Alana.


"I love you, honey", ucap Kenzo yang sudah bermandi peluh.


Alana masih saja tersipu malu, hingga dia harus bersembunyi dalam balutan selimutnya. Tingkah Alana menggemaskan dalam pandangan Kenzo. Dia langsung mencium pucuk kepalanya, hingga hampir saja apa yang barusan mereka lakukan akan terulang kembali.


Dengan buru-buru Alana beranjak, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Kenzo pun mengikuti. Hampir saja season kedua terjadi lagi di dalam kamar mandi, jika Alana tidak mengeluh lelah. Setelah itu mereka kembali tidur.


...---...


Di sebuah kamar, Alexa berjalan mondar mandir sembari memikirkan apa yang telah terjadi pada orang suruhan Baron. Sial! Kenapa tidak ada satu orang pun suruhan Baron yang berhasil? Tanya Alexa di dalam batin. Dia tidak ingin pengawal di luar ruangan mendengar celotehannya.


Ponsel milik Alexa yang di sita oleh pengawal Kenzo tiba-tiba berbunyi. Alexa pun panik, karena dia takut tujuannya datang ke Paris diketahui oleh para pengawal itu. "Siapa yang menelponku jam segini?" gumamnya seraya menempelkan telinga di daun pintu, namun tiba-tiba pintu kamarnya di buka seseorang, hingga Alexa sedikit terjingkat.


"Apa yang kau lakukan?" tanya pengawal dengan tatapan serius.


"Ponselku!" tunjuk Alexa pada ponselnya yang ada dalam genggaman pria dihadapannya.

__ADS_1


Pria itu menyodorkan ponsel Alexa. "Nih, bicara di sini saja! Sekalian aktifkan speakernya!" titahnya.


Alexa meraihnya dan melirik nama kontak yang sedang menelponnya. "Steve", gumamnya.


"Ha- halo..." ucap Alexa kala menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Apa yang sudah kau lakukan? Bukankah kau berjanji tak akan melaporkanku?"


"Itu bukan aku!"


"Apa maksudmu bukan kau? Apa kau masih di Paris? Kenapa suaramu seperti orang ketakutan?"


Alexa menjeda ucapannya. Pengawasan dari pengawal Kenzo membuatnya terbatas untuk berbicara. "Nanti saja kita bicarakan lagi!" jawab Alexa.


"Kau sangat aneh!" tukas Steve seraya menutup sambungan telepon.


Alexa mengembalikan ponselnya dengan kasar. Dalam hatinya dia menggerutu kala dirinya tidak dapat mengatakan apapun pada Steve. Ah, sial! Semua rencana kami sia-sia, semua itu karena asisten Kenzo, sepertinya kami sepele dengan asisten belagu itu. Ucap Alexa di dalam batin.


"Kenapa termenung di situ! Ayo, cepat masuk lagi!" bentak pria yang memegang ponsel Alexa.


"Iya, aku tahu. Aku hanya merasa bosan sendirian di dalam", sahutnya dengan tersenyum.


Ketiga para pengawal mengeringai seolah paham akan niat Alexa. Mereka pun mendekat hingga membuat Alexa merasa recananya akan berhasil. Pria bertubuh jangkung mendekati Alexa lalu memegang dagunya. "Kau manis sekali sayang.."


Tiba-tiba pria itu mendorong masuk Alexa. "Tapi bohong... Hahaha", tawanya di sambut kedua pria lain. Alexa berdecak kesal kala rencananya untuk menggoda ketiga pria itu gagal. "Diam di sana dan jangan memikirkan rencana apapun, karena kami tidak akan tertarik padamu meskipun kau itu cantik!" tegas pria itu seraya menutup rapat pintu kamar.


...---...


Malam panjang pun berlalu, Kenzo merasakan pergerakan di atas ranjang. Netranya terbuka dan melihat sang istri sedang bergerak perlahan.


"Mau kemana honey?" tanya Kenzo yang membuat Alana tersentak kaget.


"Hm, aku mau ke kamar mandi, honey. Sorry... Aku membuatmu terbangun."


"Tidak apa-apa", sahut Kenzo seraya menarik tangan Alana, hingga tubuh polos Alana jatuh ke dalam pelukan Kenzo.

__ADS_1


Owh, tidak sesuatu meng*ras di bawah sana. Teriak Alana di dalam batin. Lalu dia buru-buru pergi ke kamar mandi, sebelum Kenzo meminta izin lagi padanya. Sementara Kenzo hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu sang istri.


__ADS_2