Menjadi Pengantin CEO Buta

Menjadi Pengantin CEO Buta
Di mana Alana?


__ADS_3

Alexa tidak kehabisan akal. Dia kembali menuntut janji pada Alana.


"Aku yakin Kenzo tak akan mau melakukannya", jawab Alana dengan nada serius.


"Kakak pikirkanlah caranya. Atau kakak mau aku menyebar kembali foto ini. Kakak siap menerima konsekuensinya?"


Kening Alana mengkerut memikirkan kata-kata Alexa. Dia tak pernah berubah! Benar kata papa dia selalu memikirkan dirinya sendiri!" ucap Alana di dalam batin.


"Bagaimana kak?" tanya Alexa dengan tidak sabar.


"Oke, aku akan bicara dengan suamiku", jawab Alana yang membuat Alexa mendelik.


"Owh, gitu ya. Kapan rencananya kak Alana pergi menemui Kenzo?"


"Hari ini", jawab Alana dengan tegas Aku harus mengikuti kemauannya terlebih dulu, biarkan suamiku yang mengurusnya kemudian. Ucap Alana di dalam batin.


Setelah menekan sesuatu diponselnya, Alexa pun menganggukkan kepalanya. "Baiklah, kalau kak Alana mau membicarakannya dengan Kenzo, aku setuju", ucap Alexa seraya menutupi ponselnya.


"Oke, aku pergi sekarang", kata Alana seraya berbalik dan berjalan menuju gerbang keluar.


"Oke, kak. Hati-hati di jalan", teriak Alexa seraya berjalan menyeberangi jalan.


...---...


Sementara Kenzo dan Roni sudah tiba di halaman rumah keluarga Alana.


"Sore, Pak", sapa Kenzo dengan sopan pada ayah mertuanya yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Sore", sahut Ramond seraya berbalik. "Akhirnya kau datang juga!" tukasnya kemudian.


"Maaf, jika kedatangan saya terlambat pak."


"Ayo, kita bicara di dalam saja", ajak Ramond sambil membuka lebar pintu. Lalu dia melangkah masuk ke dalam rumah di ikuti Kenzo dan Roni tepat dibelakangnya.


"Duduklah dulu, biar saya panggilkan Alana", kata Ramond seraya melanjutkan langkahnya.


"Maaf Pak, saya telah menguping pembicaraan Bapak", ucap Tuty yang tiba-tiba datang dari arah dapur.


"Ada apa Tuty?"

__ADS_1


"Sudah setengah jam yang lalu Non Alana dan Alexa pergi ke kantor polisi", sahut Tuty yang membuat Ramond dan Kenzo mendelik.


"Apa yang telah dilakukan Alexa pada Alana?" ucap Ramond gusar. Lalu dia buru-buru meraih ponselnya dan langsung menghubungi Alexa. Setelah Ramond menunggu beberapa saat, terdengar panggilan telepon terhubung. "Angkat teleponnya Lexa!" gerutunya saat Alexa tak kunjung mengangkat telepon.


"Alana juga tidak mengangkat telponku", kata Kenzo yang telah menghubungi Alana bersamaan dengan Ramond menelpon Alexa.


"Kenapa mereka tidak mengangkat telpon?" tanya Ramond dengan mengkerutkan keningnya.


"Bagaimana kalau kita susul mereka ke sana?" usul Kenzo.


Ramond tampak berfikir sejenak, lalu dia menoleh ke arah Kenzo. "Tidak perlu!" jawabnya. "Lebih baik kita tunggu saja mereka pulang, barangkali mereka sudah di jalan pulang."


"Apa Ayah mertua yakin mereka sudah di jalan? Karena saya tidak pernah percaya pada Alexa. Dia selalu punya niat jahat pada Alana, bahkan dia tidak akan segan menipu Alana dan memintanya membebaskan mamanya Alexa."


"Bapak ini benar", potong Tuty tiba-tiba. "Saya juga mendengar non Alexa menghubungi Pak Ramond, untuk meyakinkan non Alana, bahwa Pak Ramond tidak bisa ikut ke kantor polisi."


"Alexa menghubungiku?" ulang Ramond yang di balas dengan anggukan oleh Tuty. "Ini gawat." Ramond mengusap kasar wajahnya, seakan mengetahui sesuatu yang buruk telah diperbuat Alexa pada putri sulungnya.


"Tuan..." panggil Roni seraya membisikkan sesuatu di telinga Kenzo.


Kenzo menganggukkan kepalanya. "Oke, coba periksa", katanya dengan rasa cemas. Lalu dia mendekati Ramond yang terduduk lemas. "Ayah mertua, lebih baik kita tunggu mereka kembali. Jika dalam waktu sejam mereka tidak kembali, kita pergi ke kantor polisi", ujar Kenzo.


Sembari menunggu waktu yang dikatakan oleh Kenzo. Dia berjalan mondar-mandir menunggu kabar dari Roni, hingga tanpa terasa waktu 15 menit berlalu.


Cklek.


Suara pintu di buka membuat Ramond dan Kenzo memalingkan wajahnya. Tiba-tiba Alexa muncul dari balik pintu.


"Ada apa kalian menatapku seperti itu?" tanya Alexa dengan tersipu. Lalu dia berjalan mendekati Kenzo.


"Awas, jangan menghalangi pandanganku!" kesal Kenzo seraya menggeser Alexa dari hadapannya.


Dengan cepat tangan Alexa meraih pegangan sofa, saat tubuhnya hilang keseimbangan. Lalu dia kembali berdiri stabil dan menatap Kenzo dengan menyeringai.


"Mana Alana?" tanya Kenzo dan Ramond hampir bersamaan.


Pertanyaan itu membuat Alexa sedih. "Kenapa papa dan mantan kekasihku lebih memperhatikan kak Alana. Kenapa kalian tidak bertanya kabarku terlebih dahulu", sahutnya dengan nada lirih.


"Jangan berpura-pura. Jelas aku peduli padanya, karena dia istriku!" tegas Kenzo.

__ADS_1


"Tuty juga melihatmu pergi bersama Alana ke kantor polisi", sambung Ramond.


Seketika tatapan Alexa terhunus tajam ke arah Tuty.


"Jangan ancam Tuty. Katakan saja di mana Alana sekarang?" tanya Ramond dengan nada keras.


"Aku sungguh tidak tahu, Pa. Memang tadi kami pergi ke kantor polisi bareng, tapi saat pulang kita berpisah. Kak Alana pulang kerumahnya Kenzo, sementara aku ya di sini", jawab Alexa.


Mendengar ucapan Alexa, amarah Ramond mulai memuncak. "Papa tidak percaya dengan omong kosongmu! Cepat katakan di mana Alana?"


Suara tangis Alexa terdengar perlahan dan lama kelamaan semakin kuat. "Papa sungguh tidak adil!" teriak Alexa dengan isak tangis. "Alexa juga anak kandung papa, kenapa papa lebih perhatian pada kak Alana?"


Di sela suara tangis Alexa, Ramond pun berdecih. "Kenapa pertanyaan itu tidak pernah kau katakan saat papa memperlakukanmu lebih baik daripada Alana?" tanya Ramond dengan kesal.


Alexa membisu. Dia seakan tak punya dalih untuk menjawab pertanyaan papanya itu.


"Kau tidak akan pernah bisa menjawabnya!" tukas Ramond seraya menatap Alexa dengan serius. "Karena Alana anak yang baik. Dia penurut, persis mamanya. Berbeda denganmu, yang seringkali melawan ucapanku!"


"Tapi, Pa..."


"Tuan!" panggil Roni yang tiba-tiba saja masuk ke dalam rumah. Sontak Kenzo, Ramond dan Alexa menoleh ke arah Roni.


"Ada apa?" tanya Kenzo yang sedari tadi diam mendengarkan perdebatan Ramond dan Alexa.


"Tuan, ikutlah dengan saya sebentar", katanya seraya melirik ke arah Alexa. Kenzo pun ikut melirik ke arah Alexa, lalu dia mengikuti Roni berjalan ke luar rumah.


Kenapa mereka menatapku seperti itu? Apa Roni tahu sesuatu tentang Alana? Tanya Alexa dalam batinnya. Diam-diam dia meraih ponselnya dan mengetik sesuatu di sana.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Ramond seraya menarik paksa tangan Alexa yang sedang menyembunyikan ponselnya.


"Tidak ada apa-apa, Pa", jawab Alexa berbohong saat dia berhasil menyembunyikan ponselnya di tempat yang menurutnya aman.


Namun Ramond tidak mudah percaya. Dia masih mencari-cari di bawah kaki Alexa, barangkali dia sengaja menjatuhkannya.


"Tidak ada kan, Pa!" ucap Alexa kesal.


Tiba-tiba Kenzo masuk kembali, lalu dia berjalan mendekati Ramond dan membisikkan sesuatu di telinga mertuanya itu.


"Oke, aku ikut!" seru Ramond. Lalu mereka berjalan menuju pintu ke luar.

__ADS_1


Alexa yang curiga dirinya tidak akan di ajak, gegas bangkit dari tempat duduknya. "Pa... Aku ikut!" teriak Alexa seraya memungut ponsel yang telah dia duduki.


__ADS_2