Menjadi Pengantin CEO Buta

Menjadi Pengantin CEO Buta
Perseteruan Kenzo dan Dave


__ADS_3

Kenzo mendengus kasar kala pencarian mereka tidak membuahkan hasil. Namun foto yang di pajang tepat di dinding kamar membuat Kenzo naik pitam.


"Arrgggh..." teriaknya sembari menghempas foto itu ke lantai.


Pyarr


Bingkai kaca foto berserakan di lantai, namun belum membuat puas Kenzo.


"Tuan, kemungkinan di sini ada CCTV. Saya khawatir Pak Dave melaporkan kita sebagai tindakan menerobos rumah tanpa izin", bisik Roni yang kebetulan melihat sebuah kamera di dekat pintu masuk.


"Kau tenang saja. Aku sudah membuat laporan ke RT setempat", jawab Kenzo seolah tidak peduli jika Dave melaporkannya.


"Oke, Tuan", jawab Roni dengan berat hati. Dia masih memikirkan hal terburuk yang bisa saja terjadi.


"Ayo, kita pergi", kata Kenzo dengan memimpin berjalan di depan.


Roni dan ketiga pengawal lainnya pun mengikuti, hingga mereka sampai di luar gerbang rumah Dave.


"Sial! Sepertinya Dave mengetahui pengawal yang kita kirim untuk mengawasinya", rutuk Kenzo. Dia menyesal telah meminta pengawalnya pergi ke rumah nenek Farid sebelum mereka datang. Alhasil Dave pergi di saat para pengawal tidak berjaga-jaga di sekitar rumah Dave.


"Jadi kita harus bagaimana, Tuan?" tanya Roni yang bingung harus berbuat apa.


"Kita kembali ke rumah bude. Tapi dua orang tetap tinggal di sini untuk mengawasi", sahut Kenzo dengan nada serius.


Lalu mereka sama-sama pergi ke rumah nenek Farid dan menyisakan dua orang pengawal.


...---...


Di tempat berbeda, Ayana mengerjap saat merasakan tubuhnya seperti sedang di angkat.


"Kita di mana?" tanyanya saat matanya terbuka lebar dan melihat tempat yang sedikit asing baginya.


"Kita di apartemenku, sayang. Tempat tinggal kita yang lama mau di jual", sahutnya yang membuat Ayana mendelik.


"Kenapa?" tanya Ayana.


Dave meletakkan tubuh Ayana di atas sofa dan ikut duduk disampingnya. Lalu dia menghela nafas berat dan memalingkan wajahnya menatap Ayana dengan tatapan sendu. "Maaf sayang, karena belum bisa membahagiakanmu", ucapnya.


Ayana mengernyit bingung. "Maksudnya apa?"


Dave mengusap lembut rambut terawat Ayana. "Perusahaan papa bangkrut, jadi papa meminta kami menjual beberapa asset."

__ADS_1


Spontan Ayana menutup mulutnya. "Apakah dampaknya sangat parah?"


"Iya, sayang. Rekan bisnis papa ini sangat kejam. Dia melakukannya tanpa tebang pilih. Papa yang sudah tua saja tetap dia hajar, akhirnya sekarang papa jatuh sakit."


"Siapa namanya?"


"Kenzo!" jawab Dave spontan. Aduh, Keceplosan lagi. Kira-kira dia sadar gak ya? Ucap Dave di dalam batinnya.


Ayana masih terdiam. Dia tampak sedang berfikir. "Aku pernah mendengar namanya", ucapnya yang membuat Dave mendelik.


"Ka-kapan istriku mendengarnya?"


"Entahlah aku lupa. Tapi aku pernah mendengar nama itu", jawabnya seraya berfikir.


"Sudah, jangan diingat lagi!" ucap Dave yang tak ingin Ayana mulai mengingat Kenzo. "Ayo, kita ke kamar saja. Ini sudah larut", lanjutnya seraya menjulurkan tangannya.


Ayana menyambut tangan Dave, lalu dia bangkit dari posisinya duduk. "Ayo", jawab Ayana seraya berjalan bersama Dave menuju kamar.


...---...


Pagi pun mulai menyapa. Ayana mengerjap untuk menormalkan netranya dengan cahaya di dalam kamar. Lalu dia menoleh ke sisi kanannya.


Merasa belum puas, karena tidak menemukan Dave. Dia pun bangkit dari atas tempat tidur dan memeriksa beberapa ruangan. "Sepertinya dia sudah berangkat kerja", tebaknya seraya berjalan menuju pintu ke luar. Tiba-tiba Ayana melotot kala melihat ruangan yang berantakan. "Ada apa ini?" tanyanya bergumam.


Ting.


Sebuah pesan masuk ke ponsel Ayana. Dia kembali masuk ke dalam kamar dan meraih ponselnya yang ada di atas nakas.


Sayang, maaf tadi aku berantakin rumah. Ada berkas yang terselip entah di mana, jadinya semua barang berserakan. Bantu rapihin ya. Pesan dari Dave.


"Em, gitu toh", gumam Ayana seraya membalas pesan dari Dave. Lalu dia meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.


"Hufft..." terdengar hembusan nafas berat Ayana. Kondisinya yang sedang hamil muda, membuat Ayana gampang lelah. Namun mau tak mau dia harus tetap merapikan semua barang.


...---...


Sementara di kantor Kenzo, tampak beberapa pihak yang berwajib mendatanginya. Dia telah dilaporkan oleh Dave atas tindakan menerobos masuk ke rumahnya.


Yang aku khawatirkan akhirnya kejadian. Sesal Roni di dalam batin.


Namun bukan Kenzo namanya jika tidak bisa mengatasi tuduhan itu. Dia pun melaporkan balik Dave atas penculikan sang istri dengan bukti sebuah foto istrinya bersama Dave.

__ADS_1


Akhirnya terjadi saling serang di antara Kenzo dan Dave. Bahkan kejadian itu telah menjadi topik berita hangat di media sosial, hingga tanpa di sengaja saat ini Ayana menonton beritanya.


"Kenzo", ucap Ayana kala membaca judul berita itu. "Ini kan orang yang diceritakan suamiku. Apa lagi yang dia lakukan? Kenapa dia sampai masuk berita utama", gumamnya dengan raut wajah emosi. Namun sesaat kemudian dia mendelik kala mendengar Kenzo mengatakan bahwa Dave telah menculik istrinya dan mengganti namanya menjadi Ayana.


Sebelum Ayana selesai menonton, tiba-tiba saja terdengar suara pintu di buka seseorang. Ayana pun gegas menutup siaran berita itu.


"Istriku", panggil Dave seraya menghampiri Ayana yang sedang duduk di sofa.


Ayana pun menyambut dengan tersenyum tipis. "Iya suamiku", katanya seolah tidak mengetahui apapun.


Dave sedikit canggung saat melihat reaksi Ayana. "Apa semua baik-baik saja?" tanyanya.


"Em, emangnya ada apa?" tanya Ayana balik.


"Owh, bukan apa-apa. Syukurlah kalau semuanya baik-baik saja", ucap Dave seraya menatap Ayana dengan tersenyum.


"Bagaimana dengan urusan di kantor? Apa semua aman terkendali?"


Mendengar pertanyaan Ayana, Dave terdiam. Mana mungkin dia menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Ayana.


"Em, aman kok sayang. Suamimu ini bukanlah tandingan Kenzo!" sahutnya dengan percaya diri.


"Owh, baguslah kalau semuanya aman", ucap Ayana dengan memaksakan senyumannya. Namun perasaannya kecewa karena Dave telah berbohong padanya.


"Kau kenapa sayang? Apa kau kelelahan setelah memberesi semua barang yang aku berantakin?" tanyanya saat raut wajah Ayana tiba-tiba berubah.


Ayana menggelengkan kepalanya. "Bukan", jawabnya singkat.


"Apa mungkin itu bawaan bayi kita sayang?" tanyanya dengan tersenyum.


Ayana tersenyum getir saat mendengarnya. Jika aku adalah istri Kenzo seperti di berita, maka anak ini bukanlah anak Dave. Ucap Ayana di dalam batin.


"Kenapa melamun sayang?" tanya Dave.


Ayana mulai menatap intens sang suami. "Apakah anak ini memang anakmu?" tanya Ayana yang membuat Dave mendelik.


"Kau kenapa sayang? Apa ada lagi yang menxoba menghasutmu?" tanya Dave balik.


Ayana bangkit dari tempat duduknya. "Aku tidak mengingat apapun, tapi bukan berarti aku tuli ataupun buta. Jadi katakan yang sebenarnya!" pinta Ayana dengan suara sedikit keras.


Dave menatap Ayana dengan tatapan sendu. Lalu dia bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Ayana.

__ADS_1


__ADS_2