
Malam hari, di acara surprise yang telah Kenzo siapkan khusus buat sang istri, tidak berjalan sesuai dengan yang dia harapkan. Suasananya sedikit canggung, karena Kenzo meminta durasi acara dipersingkat menjadi 30 menit. Bahkan para tamu yang datang tampak kurang bersemangat selama acara dilangsungkan.
"Honey, maafkan suamimu ini, karena telah gagal memberikanmu surprise di hari spesial kita", ucap Kenzo dengan penuh penyesalan.
Alana tidak langsung merespon ucapan Kenzo. Netranya menatap lekat sang suami.
Sepertinya dia benar-benar kecewa. Batin Kenzo.
Tiba-tiba saja hembusan nafas Alana memenuhi indra pendengaran Kenzo. "Seharusnya aku yang meminta maaf", ucap Alana.
"Kenapa honey?"
"Karena aku sudah mengingatmu sejak beberapa bulan yang lalu, tapi aku selalu bersikap seolah tidak mengenalmu", terang Alana.
Kenzo mendelik kala mendengar ucapan Alana. "Untuk apa kau melakukan itu?"
Sebelum menjawab pertanyaan Kenzo, Alana melangkahkan kakinya, lalu duduk di kursi yang kosong. "Karena Alexa selalu mendesak papa, agar membebaskan bibi. Tapi papa tidak mau melakukannya", sahut Alana bersamaan dengan Kenzo duduk didekatnya.
"Suatu hari papa tahu kalau aku sudah mengingat semuanya. Sejak saat itu Papa pun mengajakku bekerja sama. Dia memintaku untuk berpura-pura amnesia sampai persidangan bibi selesai."
"Honey, kau merahasiakannya selama hampir 5 bulan!" seru Kenzo dengan berdecak kesal.
"Maafkan aku, honey. Aku hanya..."
Kenzo bangkit dari tempat duduknya sebelum Alana menyelesaikan ucapannya, lalu dia pergi meninggalkan Alana seorang diri tanpa berkata apapun.
"Honey..." panggil Alana lirih. Air matanya mulai membasahi pipi chubbynya. "Jika saja aku tahu akan begini jadinya, maka aku tidak akan pernah membohongimu", lanjutnya dengan isak tangis.
Setelah hampir 5 menit lamanya Alana duduk sambil menangis, tiba-tiba saja semua lampu diruangan itu dipadamkan. Kemudian sebuah lampu sorot dinyalakan tepat mengarah pada Alana. Alana pun mengernyit seraya menutup matanya. "Ada apa ini?" gumamnya bertanya.
Lampu sorot yang kedua pun mulai menyala. Kini seorang pria memakai setelan jas dan kaca mata hitam berlutut seraya menundukkan kepalanya dihadapan Alana.
Detik ini juga Alana mulai merasakan jantungnya berdegup sangat kencang saat melihat soaok pria yang sedang berlutut dihadapannya.
Tangan Kenzo terulur ke depan Alana seraya memberikan sebuah bucket bunga padanya. "Ini adalah awal tanda cintaku padamu", ucapnya.
Alana meraih bunga dari tangan Kenzo dengan tersenyum bahagia. "Terimakasih, honey", balas Alana.
Tanpa menjawab ungkapan rasa terimakasih Alana, Kenzo gegas mengeluarkan sebuah kotak cincin dari saku celananya dan menyodorkannya pada Alana. "Ini adalah tanda keseriusanku untuk menjadikanmu istriku", lanjut Kenzo sembari membuka kotak cincin.
__ADS_1
Alana terperangah sambil menutup mulutnya yang menganga.
"Will you marry me?" tanya Kenzo.
Alana mengangguk dengan cepat. Air matanya tiada henti mengalir kala merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan selama ini.
Kenzo pun berdiri, lalu dia mulai melangkahkan kakinya mendekati Alana. "Saat pernikahan kita berlangsung, cincin yang istriku pakai itu awalnya untuk Alexa. Jadi aku ingin menukarnya, dan menyimpan cincin pernikahan kita itu", ucapnya seraya menukar cincin.
Tiba-tiba terdengar suara Confetty poper di buka. "Selamat!" teriak beberapa orang yang masih ada di dalam ruangan itu.
"Aww..." ringis Alana kala merasakan tendangan kuat dari dalam kandungannya.
"Kenapa honey?" tanya Kenzo panik.
"Anak kita menendang", sahut Alana dengan tersenyum.
Tangan Kenzo mengusap lembut perut besar Alana. "Jangan nakal-nakal ya sayang. Kasihan mamamu nih", ucapnya yang membuat Alana tersenyum bahagia, karena ini kali pertama Kenzo berbicara pada putranya.
Roni yang ikut menyaksikan kemesraan sang bos, terpaksa membalikkan badannya.
"Coba saja kamu mau dijodohkan sama Alexa, mungkin kau akan mengalaminya sendiri", ledek Ramond yang berdiri tepat di samping Roni.
Mendengar ucapan Ramond, Roni semakin panas hati. "Apa Bapak tidak tahu bagaimana sikap putri bapak itu?" tanyanya sekaligus mengingatkan Ramond.
"Bapak salah!" bantah Roni. "Dia sama sekali tak akan berubah jika tidak ada kemauan dari dirinya sendiri."
Ramond dan Roni tiada henti beradu argumen, hingga semua lampu dinyalakan. Tiba-tiba semua mata menatap keduanya dengan tatapan aneh.
"Kenapa kalian semua menatap kami seperti itu?" tanya Ramond bingung.
"Kami sudah mau pulang. Apa papa mertua dan Roni masih tetap di sini?" tanya Kenzo sembari menuntun Alana berdiri.
Ramond gegas beranjak dari posisinya. Dia kesal karena Roni terang-terangan mengatakan hal buruk tentang Alexa. "Papa duluan, ya. Mau tanya Alexa. Kenapa dia gak datang ke acara kalian."
"Oke, pa", jawab Alana.
Sementara Roni berlari menghampiri EO untuk menyelesaikan pelunasan.
...---...
__ADS_1
Di dalam mobil yang tengah melaju kencamg Kenzo masih tetap menggenggam erat tangan Alana.
"Honey, tiba-tiba aku pengen mie samyang", ucap Alana kala mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki.jalanan menuju rumah.
Roni melirik melalui spion, seolah menunggu aba-aba dari Kenzo.
"Apa harus itu, honey?" tanya Kenzo.
Alana mengangguk cepat. "Iya, honey. Aku lagi pengen itu gak mau yang lain", sahut Alana manja.
"Kita ke hotel sekarang!" titah Kenzo pada Roni.
"Honey mau masak di hotel? Kelamaan honey", ucap Alana dengan wajah cemberut.
Roni menghentikan mobilnya di tepi jalan sembari menunggu keputusan yang pasti dari bosnya itu.
Sementara Kenzo terperangah mendengarnya. "Maksud honey, aku yang memasak?" tanyanya dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, siapa lagi? Emangnya honey mau aku ganti suami?" tanya Alana bernada ancaman.
Batin Kenzo meringis membayangkan dirinya memasak. "Honey, aku sayang kamu dan calon anak kita. Jadi please jangan biarkan aku yang memasak", pohon Kenzo.
"Tapi aku mau makan masakan suamiku sendiri", rengek Alana.
Kenzo merasa sedikit aneh melihat sikap Alana, karena sebelumnya Alana tidak pernah meminta apapun.
"Jadi kita kemana Tuan?" tanya Roni yang masih menunggu kepastian.
"Kita balik saja", jawab Alana dengan nada marah. Dia membalikkan tubuhnya dan membuang jauh pandangannya ke luar kaca jendela.
"Honey, please jangan bersikap seperti ini dong", bujuk Kenzo seraya memegang tangan Alana.
Dengan cepat Alana menepis tangan Kenzo.
"Kita ke hotel sekarang!" putus Kenzo.
Roni gegas memutar balik arah kendaraan yang sedang dia kemudikan. Lalu dia melajukannya membelah jalanan yang tampak ramai.
"Honey, aku akan memasak mie samyang itu. Tapi sesuai arahan cheff. Karena aku tidak mau apa yang aku masak mencelakai kalian berdua."
__ADS_1
Alana berbalik menoleh ke arah Kenzo. "Baiklah, honey. Asalkan itu buatan tanganmu sendiri aku tidak akan mempersoalkan rasanya."
Kenzo tampak senang mendengar penuturan Alana. Dia pun sudah tidak sabar ingin memasak sesuai permintaan sang istri.