
Kenzo dan Alana tengah duduk santai sembari menikmati sarapan pagi yang telah dibawakan oleh Kenzo. Senyum Alana terus mengembang kala sang suami menunjukkan sikap romantisnya.
"Kenapa aku baru sadar, kalau my honey juga jago ngegombal!" ucap Alana dengan tertawa kecil.
"Ini bukan gombal, honey. Tapi ungkapan rasa cintaku padamu!"
"Em, benarkah? Tapi aku belum pernah melihat suamiku yang seperti ini", lanjut Alana masih dengan tersenyum manis.
"Honey, sepertinya hari ini aku harus bolak balik ke dokter", ucap Kenzo yang membuat Alana bingung. "Senyumanmu begitu manis, mungkin aku sudah terkena diabetes berlipat-lipat!"
Spontan Alana bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Kenzo.
"My honey", panggil Kenzo kala melihat wajah serius Alana.
Tiba-tiba saja tangan Alana menggelitik perut sixpack Kenzo, hingga suaminya itu terkekeh merasakan geli. "Kau menggodaku honey", ucap Kenzo saat sentuhan Alana diartikan berbeda oleh Kenzo.
Alana mendelik kala sang suami telah membawa dirinya ke tempat tidur, hingga terdengar suara Kenzo meminta izin.
"Boleh, sayang? Aku janji akan melakukannya dengan l*mbut", ucap Kenzo seraya menatap sang istri dengan penuh mendamba.
Anggukan kepala Alana membuat hati Kenzo girang. Tanpa menunda waktu lagi, Kenzo sudah membawa Alana berada dalam kungkungannya, hingga Kenzo bebas melakukan aksi selanjutnya.
Pendingin ruangan sama sekali tak mampu untuk memadamkan gejolak api asmara Kenzo, Dia terus menumpahkan rasa rindunya pada Alana yang telah tertahan selama berbulan-bulan lamanya. Entah sudah berapa kali terdengar suara l*nguhan yang keluar dari mulut Alana, hingga membuat Kenzo sangat bahagia.
Kenzo mulai mempercepat ritmenya hingga mereka sama-sama mencapai kli*aks.
"Terimakasih honey", ucap Kenzo seraya mengecup lembut kening Alana. Tiba-tiba dia merasa iba melihat sang istri begitu kelelahan. "Istirahat sebanyak yang kau mau, honey. Aku tidak akan mengganggumu", lanjutnya.
Alana tidak membalas ucapan Kenzo. Matanya sudah terpejam dan terdengar suara krok krok saat Alana bernafas.
"Mungkin karena dia sedikit gemuk, makanya dia tidur ngorok", ucap Kenzo dengan tersenyum. Dengan perlahan Kenzo beranjak dari atas tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.
...---...
__ADS_1
Suara bel yang terus berbunyi membuat Alana terbangun dari tidurnya. "Sudah jam berapa ini?" ucap suara paraunya seraya mencari ponselnya.
"Ha, jam 10!" ucap Alana kaget. Lalu dia bangkit dari atas tempat tidur dan berjalan menuju pintu. Alana mengintip melalui lubang pintu. "Kenapa roomboy menggangguku?" gumamnya bingung. Lalu dia membuka pintu.
"Permisi Bu. Saya mengantarkan pesanan Tuan Kenzo", katanya seraya memberikan paper bag pada Alana.
"Owh, terimakasih", jawab Alana saat tangannya sudah memegang paper bag. Lalu dia menutup pintu saat karyawan hotel itu pamit.
Alana membuka isi paper bag. "Ternyata baju", gumamnya. Dua pasang baju beserta keluar dari dalam paper bag bersama pakaian dalam. Lalu Alana gegas berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi.
...---...
Sementara Kenzo tengah serius menghadapi paman Dave. Dia memohon pada Kenzo untuk membebaskan Dave. Sebagai jaminan dia akan membawa Dave pergi ke luar kota. Bahkan dia menawarkan saham perusahaan Baron padanya.
Roni mendekati Kenzo dan membisikkan sesuatu di telinga Kenzo. Netra Kenzo terbelalak kala mendengar apa yang dikatakan Roni
"Maaf, paman. Tapi Dave telah menyebabkan aku buta dengan merusak rem mobil."
"Cih, apa paman pikir aku akan percaya begitu saja?"
"Paman tahu kau tidak akan percaya. Jadi paman sudah membawa buktinya sekaligus." Paman Dave mengeluarkan sebuah flashdisk dari saku celananya. "Lihat sendiri!"
Kenzo gegas membuka isi flashdisk pada laptop dihadapannya. Tidak butuh waktu yang lama sebuah rekaman CCTV pun terbuka. Terdengar suara Baron yang sedang berbincang dengan Alferd dan Steve. Rahang Kenzo mengeras kala ketiganya tengah merencanakan kecelakaannya.
"Jadi kenapa Dave juga melakukannya?"
Paman Dave menghela nafas panjang. Lalu dia menatap Kenzo dengan serius. "Dave tidak sengaja melewati Baron dan Alferd yang sedang membicarakan tentang ayah kandungnya. Namun saat dia akan menguping lebih dekat, Alferd lebih dulu melihatnya. Sejak saat itu Baron dan Alferd mulai mempengaruhi Dave.
Kenzo menelisik ke dalam netra paman Dave. "Kenapa paman baru mengungkapnya saat ini? Apa paman tahu akibat dari kecelakaan itu?"
"Ya, paman tahu kau mengalami kebutaan. Tapi paman juga baru mengetahui hal ini setelah berbincang dengan Dave kemaren sore. Paman pun sempat kaget saat Dave menceritakannya. Namun paman tidak mau percaya begitu saja. Paman menyewa detektif swasta untuk mencari tahu kebenarannya. Setelah itu paman langsung memberitahu kebenaerannya pada Dave. Dia pun sadar selama ini Baron telah menipunya."
Kenzo berfikir sejenak. Lalu dia menatap serius paman Dave. "Kejadian yang di Bali apakah Dave ikut terlibat?"
__ADS_1
Paman Dave mengangguk sebagai jawaban. "Kau tentu ingat saat itu Richard digantikan oleh Dave, dengan alasan Richard pergi ke luar negeri untuk merayakan ulang tahun pacarnya. Namun yang sebenarnya terjadi Baron memaksa Dave ikut, karena dia adalah sahabat masa kecilmu. Jadi dia bisa mengetahui apakah kau buta atau tidak."
Kenzo manggut-manggut kala ucapan paman Dave sesuai dengan yang terjadi. "Tapi siapa Billy bagi paman Baron?"
"Dia rekan bisnis Baron di luar negeri. Tapi dia mengkhianati Baron, hanya karena putranya Albert tidak kembali setelah keluar dari kantor Baron."
Kenzo manggut-manggut. Dia tahu Albert tidak ditemukan sampai sekarang, makanya Billy tidak berani menunjukkan taringnya. Namun seminggu yang lalu perusahaannya terkena masalah dan dia pun sudah di tahan.
"Paman, aku akan mempertimbamgkan lebih dulu permintaan paman barusan. Karena bagaimana pun juga Dave telah melakukan tindak kejahatan dengan membawa kabur istri orang!"
"Oke, kalau begitu. Paman tunggu kabar baik darimu, segera."
"Baik, paman", jawab Kenzo dengan ramah
Paman Dave pamit dan beranjak meninggalkan ruang kerja Kenzo.
Sepeninggal paman Dave, Kenzo menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas panjang. "Apakah aku harus percaya dengan perkataan pamannya Dave", gumamnya. Namun apa yang telah dialami oleh Alana membuat Kenzo bingung. "Lebih baik aku minta pendapat istriku saja. Dia selalu tahu mana yang terbaik."
Kenzo bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu ke luar. Namun baru saja dia akan membuka handle pintu, terdengar suara ketukan pintu dari luar
Cklek.
"Ada apa?" tanya Kenzo yang membuat Roni tersentak kaget.
Aku sempat berfikir bosku telah berubah menjadi bos yang rendah hati setelah dia akan segera memiliki anak. Batin Roni. Namun ternyata itu cuma kebetulan.
Kenzo menyentil kening Roni saat melihatnya melamun.
"Aww... Maaf Tuan", ucap Roni kesakitan. " Kata Nyonya, dari tadi Nyonya gak bisa menghubungi ponsel Tuan."
"Oke, nanti aku telpon dia balik", sahut Kenzo.
"Kelamaan Tuan. Kita langsung susul Nyonya ke rumah sakit", ujar Roni yang membuat Kenzo syok.
__ADS_1