
Dave tersentak kaget melihat Kenzo tiba-tiba masuk.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Dave dengan tidak ramah.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan di sini? Dan apa yang sudah kau lakukan pada istriku? Kenapa dia lupa ingatan?"
Di cecar banyak pertanyaan, Dave membalas dengan tersenyum sinis. "Dia istriku!" sahutnya yang tak ingin membenarkan ucapan Kenzo.
Kenzo mengernyitkan keningnya. "Apa kau juga lupa ingatan?" Bertanya sekaligus meledek.
Menyimak perdebatan Kenzo dan Dave, ayana pun bertanya. "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kalian sama-sama mengakui aku sebagai istri? Sebenarnya aku ini istri siapa?"
"Kau istriku!" jawab Kenzo dan Dave hampir beesamaan.
Kenzo tidak menyangka Dave mengklaim Alana sebagai istrinya. "Apa maksudmu? Kenapa kau mengakuinya sebagai istrimu?" Sorot mata Kenzo menatap tajam Dave.
Seolah tak peduli dengan kemarahan Kenzo, Dave malah memegang erat tangan Alana. "Karena dia memang istriku."
"Dave jangan membuatnya tambah bingung" tukas Kenzo.
Sementara Roni baru saja datang bersama dengan pihak yang berwajib. "Itu dia orangnya, Pak", tunjuk Roni pada Dave.
Pak polisi melangkah, namun terpaksa berhenti, saat Dave mengancam keselamatan Ayana. "Jangan mendekat atau kalian akan tahu apa akibatnya!" ucapnya dengan penuh emosi. Dia tidak menyangka Kenzo sudah melaporkannya ke pihak yang berwajib.
"Mohon tenang dulu, Pak. Ayo, kita bicarakan baik-baik", bujuk pak polisi yang tidak ingin Ayana terluka.
Dave semakin menggila. Dia membawa Ayana dengan meminta Ayana membawa botol infusnya sendiri. "Ayo, kita pergi sayang", katanya dengan tersenyum.
Namun Ayana menolak, karena tubuhnya masih lemah. "Tolong lepaskan aku", pohonya lirih.
Dave menarik paksa tangan Ayana, walaupun Ayana merintih kesakitan.
Pak Polisi mengikuti Dave saat Ayana di bawa paksa. "Berhenti!" titahnya.
Dave tak peduli dengan ucapan pak polisi. Dia malah semakin mempercepat langkahnya. "Patuhlah, supaya kita sama-sama aman", katanya pada Ayana.
"Ayo, cepat naik bos!" kata sang pengawal yang sudah standby saat melihat polisi datang.
Dalam sekelebat mobil melesat meninggalkan rumah sakit. Tak lama kemudian Roni datang menjemput Kenzo yang sedari tadi mengikuti pak polisi.
"Ayo, cepat!" titah Kenzo dengan nafas yang memburu saat dirinya dan pak polisi masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Baik, Tuan", jawab Roni seraya menjalankan kendaraan yang dia kemudikan. "Saya juga telah meminta para pengawal mengikuti kendaraan mereka", lanhutnya dengan menatap serius jalanan ramai.
"Kerja bagus!" puji Kenzo.
"Saya sudah melaporkan plat kendaraan mereka. Jika Polisi yang patroli melihatnya pasti akan menahan kendaraan mereka", timpal pak polisi senbari memasukkan kembali walkie talkienya.
...---...
.
Aksi kejar-kejaran akhirnya membuahkan hasil. Pengawal Kenzo yang setia mengikuti Dave telah tiba di tempat perhentian mobil Dave.
"Jangan bertindak dulu!" titah Kenzo melalui sambungan telepon.
Sang pengawal pun patuh. Mereka menunggu kedatangan Kenzo dan Roni seraya memantau dari jauh.
10 menit berlalu, mobil yang dikemudikan Roni sudah parkir tepat di belakang mobil pengawal. Tanpa menunggu, Kenzo gegas turun dari mobil.
"Di mana mereka?" tanya Kenzo dengan tidak sabar.
Pengawal yang memakai jaket jeans menunjuk ke sebuah bangunan. "Itu Tuan", katanya.
Kenzo buru-buru pergi menuju gedung itu.
"Saya juga ikut", kata pak polisi yang sudah siap, jika harus melawan para penjahat.
Tak butuh waktu yang lama, pengawal dan poliai telah berhasil menyelinap masuk.
Minimnya penjagaan memudahkan pengawal Kenzo menerobos masuk, hingga mereka tiba di tempat Dave menyekap Ayana.
"Jangan mendelat atau aku akan berbuat nekad", kata Dave dengan menyandera Ayana.
"Dave tolong hentikan!" pinta Kenzo yang baru saja tiba diruangan itu.
Suara tawa Dave menggelegar, hingga mengusik burung yang sempat hinggap di jendela. "Apa? Tolong hentikan? Ha.ha.ha."
Kenzo coba mendekat untuk mencari celah.
'"Eits, jangan melangkah!" Dave semakin menekan tangannya pada Ayana
Kenzo menghentikan langkahnya. "Apa yang kau inginkan?"
__ADS_1
Dave kembali tertawa keras kala mendengar pertanyaan Kenzo. "Bukan apa yang kuinginkan, tapi apa yang harusnya kau kembalikan!" tegas Dave.
"Kembalikan?" ulang Kenzo dengan mengernyitkan keningnya.
"Ya!" jawab Dave kesal. Lalu dia menatap Kenzo dengan penuh kebencian. "Aku punya dua papa, tapi keduanya sama-sama tidak peduli padaku!"
Kenzo mengernyit bingung seraya bergumam. "Dua papa?"
"Pak Baron bukanlah papa kandungku. Dia hanya papa angkatku yang kebetulan menikahi mama, maka aku memanggilnya papa. Tapi dia tak pernah menyayangiku, dia selalu menomor duakan aku setelah kakakku Richard, padahal selama ini aku yang membantunya memajukan perusahaan", ucapnya dengan nada emosi.
Dave menjeda ucapannya dengan menuntun Ayana duduk di kursi, namun masih dalam pengawasannya. "Papaku yang satunya lagi adalah Tuan Thompson! Papa kandungku" ucap Dave dengan penuh penekanan, yang membuat Kenzo mendelik.
"Omong kosong apa yang kau katakan?"
Dave menyeringai. "Kau pasti tidak menyangka kan. Tapi itu adalah kenyataan yang tidak sengaja aku dengar saat papa Baron berbincang dengan pamanmu Alfert."
"Kau pasti berbohong!" sanggah Kenzo.
"Untuk apa aku berbohong? Bukankah setelah kedua orang tuamu tiada, mamaku menyusul mereka? Itu artinya mamaku punya hubungan spesial dengan papamu!"
Roni yang sedari tadi menyimak perkataan Dave, membenarkan ucapan Dave di dalam benaknya. Aku yakin itu bukan cuma kebetulan. Ucapnya di dalam batin.
"Papamu sudah tahu kalau aku adalah putra kandungnya tapi dia tidak pernah mengakuinya. Sementara papa Baron mengakuiku sebagai anaknya, walaupun mama berselingkuh darinya. Jelas aku berpihak padanya dan membantunya menghancurkanmu!"
Tak mudah percaya dengan omongan Dave, Kenzo pun menelisik ke dalam matanya. "Apa selama ini kau berpura-pura menjadi sahabatku?"
Tatapan Dave semakin tajam. "Cih, siapa yang sudi menjadi sahabat orang angkuh sepertimu! Apa kau pikir kecelakaan yang kau alami itu hanya sebuah kebetulan?"
Kenzo terkesiap mendengar ucapan Dave. "Jadi kau...?"
Roni pun tak kalah kaget mendengar penuturan Dave. Dia tak pernah melihat Kenzo dan Dave berseteru, jadi tidak mungkin Dave punya niat jahat.
Tangan Dave menarik kembali tubuh Ayana. "Sudah cukup istirahatnya sayang", katanya. "Ayo, kita pergi dari sini!" lanjutnya dengan memaksa Ayana berjalan.
"Tidak jangan bawa aku pergi!" tolak Ayana.
Dalam sekelebat, pengawal Kenzo tiba-tiba menyergap Dave dan melepaskan Ayana dari pegangannya. Pak polisi langsung bergerak menangkapnya.
"Anda kami tahan!" katanya seraya mengikat tangan Dave.
Kenzo pun gegas menghampiri Ayana. "Kau tidak apa-apa istriku?" tanya Kenzo seraya memeluk Ayana. Sontak Ayana menghentak tubuh Kenzo.
__ADS_1
Penolakan Ayana membuat Kenzo sedih, lalu dia menatap tajam ke arah Dave. "Apa yang telah dia alami? Kenapa dia hilang ingatan?"