
Gizdo terkejut mendapati Milaine mendadak muncul di hadapannya. Dia pikir gadis itu masih berada di akademi. Sehingga kini Gizdo bingung harus menanggapi Milaine bagaimana sebab dia tahu kalau Milaine sebenarnya menyadari sesuatu perihal penyakit Nigel.
“Ada apa, Nona? Apa yang Anda maksudkan?”
Milaine mengambil napas sejenak dan merilekskan dirinya sebelum berbicara dengan Gizdo.
“Sebenarnya, penyakit jantung Nigel dapat disembuhkan dengan transplantasi jantung kan? Aku sudah tahu itu.”
Bola mata Gizdo melebar, sukar dipercaya Milaine dapat mengetahui sesuatu yang disimpan rapat-rapat olehnya selama ini.
“Bagaimana Anda bisa mengetahuinya? Saya tidak bermaksud menyembunyikannya—”
“Apa alasanmu menyembunyikan masalah tersebut? Kau tahu hidup Nigel terasa singkat jika transplantasi jantung tidak dilakukan. Lalu mengapa kau sengaja merahasiakannya dari Ibuku?” potong Milaine.
Terdengar helaan napas kasar dari Gizdo. Ada alasan khusus mengapa ia menyembunyikan soal transplantasi jantung itu dari Fiona. Pada akhirnya, Gizdo terpaksa jujur kepada Milaine. Gadis itu memang sulit untuk dibohongi.
“Nona, sebelum saya menjelaskannya, sebaiknya sekarang kita berpindah tempat terlebih dahulu,” ucap Gizdo.
Milaine mengiyakan. Mereka berdua segera pergi ke belakang paviliun yang sepi orang berlalu lalang.
“Katakan padaku sekarang. Jangan lewatkan satu pun,” desak Milaine.
“Saya meminta maaf karena sudah berusaha menyembunyikan sesuatu yang sangat penting seperti ini. Alasan saya menyembunyikannya adalah bila saya memberi tahu Nyonya Fiona, maka beliau pasti akan meminta Anda untuk mendonorkan jantung Anda kepada Tuan Muda Nigel,” jelas Gizdo bersuara pelan.
Milaine terdiam, ia tak menyangkal sama sekali. Fiona memang setega itu dengannya dan dia tidak punya rasa iba terhadap Milaine.
“Ya, aku tahu itu. Ibu takkan sudi menerima transplantasi jantung dari orang luar kediaman ini,” kata Milaine merekahkan senyum tipis.
“Nyonya Fiona sangat ingin membunuh Anda, beliau tidak pernah peduli terhadap apa yang Anda rasakan. Saya hanya mau menyelamatkan Anda dari Nyonya Fiona. Setidaknya untuk sementara waktu Tuan Muda Nigel masih bisa bertahan. Apa pun rintangannya, saya berjanji akan mencari tahu cara agar Tuan Muda dapat bertahan lebih lama lagi.”
__ADS_1
Pikiran Milaine menjadi bertambah kacau. Bagaimana tidak? Jika kondisi Nigel kian menurun, maka sudah dapat dipastikan kalau saudara-saudaranya akan memanfaatkan momen ini untuk membunuh Nigel. Sekarang Milaine mesti menyembunyikan dengan rapat perihal keadaan Nigel dari penghuni mansion, sekali pun itu Ayahnya sendiri.
“Kenapa kau sebegitunya ingin melindungiku? Apakah itu karena Bibiku? Seharusnya kau marah kekasihmu mati karena ulahku. Tidakkah kau harus bersikap sama layaknya Ibuku?”
Gizdo mengulas senyum penyembunyi kesedihan. “Saya tahu Yuria mati karena ingin melindungi Anda. Namun, saya tidak pernah menganggap Anda sebagai penyebab kematian Yuria. Bagi dia, Anda adalah orang yang sangat penting. Maka dari itulah, saya sekarang harus melindungi apa yang selama ini dilindungi oleh Yuria.”
Milaine membisu. Dia tahu pasti seperti apa hubungan Yuria dan Gizdo. Bahkan, menjelang kematian Yuria, mereka berdua sudah mempersiapkan diri untuk melakukan pernikahan. Akan tetapi, takdir berkata lain. Yuria mati di tangan seorang pembunuh yang sampai saat ini masih menjadi sebuah tanda tanya besar bagi Milaine.
“Terima kasih telah mencintai Bibiku sampai saat ini. Namun, aku takkan membiarkanmu berjuang sendirian. Aku tahu sebuah resep herbal untuk mengurangi rasa sakit jantung Nigel,” ujar Milaine.
“Resep herbal? Memangnya apa resepnya?”
“Akar pohon asoka yumelium.”
Gizdo nyaris saja tersedak mendengar nama akar pohon asoka yumelium. Sebagai seorang Dokter, mustahil dia tidak mengetahuinya.
“Nona, apakah Anda bercanda? Akar pohon asoka yumelium itu hanya bisa digunakan sebagai senjata pembunuh. Apa sekarang Anda mencoba untuk membunuh Adik Anda sendiri?” protes Gizdo.
“Dari mana Anda mengetahuinya? Apakah sebelumnya Anda pernah meracik akar pohon itu sendiri?”
Milaine menggeleng pelan disertai ekspresi polos yang membuat Gizdo menepuk kening.
“Astaga, Nona. Anda jangan melakukan hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Saya akan gila jika kondisi Tuan Muda Nigel semakin memburuk,” tegas Gizdo.
“Tetapi, aku tidak sedang bermain-main. Aku memang belum pernah meraciknya, aku hanya punya resepnya di dalam kepalaku. Percayalah, aku yakin dengan resep herbal ini kita setidaknya dapat memperpanjang umur Nigel.”
Tatapan Milaine diselimuti kepercayaan diri yang sangat tinggi. Gizdo bisa merasakan bahwa Milaine juga mempertaruhkan hidupnya dalam mencoba resep herbal tersebut.
“Baiklah, tetapi di mana Anda menemukan akar pohon asoka yumelium itu? Anda tahu sendiri kalau itu termasuk hal yang sangat langka di dunia.”
__ADS_1
Milaine menyunggingkan senyum miring. “Tenang saja, aku tahu di mana tempat yang tepat untuk menemukannya.”
Pada keesokan harinya, tepatnya di jam sembilan malam, Milaine bersama Luke pergi ke suatu tempat tersembunyi di balik kota. Mereka berdua mengenakan pakaian berupa gaun dan setelan jas, ditambah dengan topeng menutupi setengah wajah mereka.
“Apakah di sini gedung yang Anda maksud?” tanya Luke berhenti di depan gedung tua yang tampak tak terawat dari luar.
“Ya, ini adalah gedung pelelangan pasar terlarang. Kita kemari untuk menemukan akar pohon asoka yumelium.”
Kemudian mereka berdua memasuki gedung pelelangan. Di sana telah hadir banyak orang berstatus tinggi. Sepertinya mereka juga sedang mengincar akar pohon asoka yumelium.
‘Tidak salah pengunjungnya membludak. Akar pohon itu bisa menjadi senjata mematikan jika diolah secara kasar. Sayang sekali, akar pohonnya akan menjadi milikku malam ini,’ batin Milaine.
Milaine dan Luke duduk di kursi paling belakang karena saat ini hanya itu satu-satunya kursi yang tersisa.
“Apakah kau sudah menyiapkannya?” bisik Milaine.
“Jangan khawatir, saya sudah menyiapkan semuanya.”
Selama pelelangan berlangsung, Milaine hanya diam mengamati pergerakan orang-orang sekitar. Dia tidak ikut menawar kala semua orang berburu memperebutkan akar pohon asoka yumelium. Secara mengejutkan, akar pohon tersebut ditawar dengan harga mencapai lebih dari lima miliar.
‘Mengeluarkan uang lebih dari lima miliar, apakah mereka memang selemah itu? Cih, mereka tidak tahu kalau sebenarnya ada senjata yang lebih mematikan dari akar pohon asoka yumelium,’ gumam Milaine dalam hati.
DUAR!
Seisi gedung dikagetkan oleh suara bom meledak dari luar ruangan. Mendadak suasana gedung menjadi riuh akibat ledakan bom itu.
“Cepat keluar dari sini! Ada serangan bom!” seru seorang petugas pelelangan.
Tanpa berlama-lama, semua orang berlarian keluar menyelamatkan diri mereka dari ketakutan ancaman bom. Milaine dan Luke saling bersitatap sembari mengacungkan jempol.
__ADS_1
“Saatnya kita beraksi, Luke. Mari kita jarah seluruh isi pelelangan ini.”