Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
Mengapa Mereka Menargetkanmu?


__ADS_3

Milaine mendekap Shin dan May. Tidak terhitung berapa banyak rasa rindu yang tertahan di dada. Sekarang akhirnya mereka bertemu kembali. Walau hanya sesaat, setidaknya Milaine bisa melihat wajah mereka lagi.


"Lihatlah anak ini, dia masih saja manja seperti biasa," tutur May.


Milaine tertawa kecil. Meskipun usianya sudah memasuki usia remaja, tetapi mereka masih menganggap Milaine sebagai anak kecil.


"Bagaimana kabar kalian? Apa tidak ada hal aneh yang terjadi selama aku tidak berada di sini?" tanya Milaine.


"Tidak ada. Hanya saja rumah sakit menjadi lebih sepi. Bisanya kau selalu berlarian di lorong rumah sakit sambil berteriak-teriak memanggil kami," celetuk Shin.


"Itu benar. Aku masih ingat bagaimana kau setiap pagi selalu ribut dengan perawat karena kau menolak minum obat. Kau juga menolak untuk makan. Sampai-sampai aku harus memaksamu agar kau mau minum obat dan makan makananmu." Beatrice ikut menimpali.


Ada berbagai kenangan manis yang berada di rumah sakit ini tentang diri Milaine. Tanpa disadari siapa pun, tanpa diketahui siapa pun, Milaine pernah menjadi sesosok gadis kecil nan menggemaskan tanpa perlu memikirkan keselamatan nyawanya.

__ADS_1


Di rumah sakit ini dia aman. Ada banyak orang yang senantiasa melindunginya. Terutama empat orang saat ini bersama Milaine. Mereka sudah seperti keluarga bagi gadis cantik itu.


"Itu sangat memalukan untuk diingat. Aku berusaha untuk melupakan kejadian memalukan tentang diriku."


Mereka pun tertawa bersama. Setelah itu, mereka membawa Milaine masuk ke dalam untuk berbincang.


"Apa yang membawamu kemari? Mungkinkah kau mengalami kesulitan saat berada di kediaman Lysander?"


Pertanyaan mereka sama. Mereka penasaran terkait alasan kedatangan Milaine ke tempat ini untuk menemui mereka.


Mereka refleks membungkam mulut. Tiada satu pun yang menyangka hal seperti ini terjadi pada diri Milaine.


"Apa? Mahvan Gang menargetkanmu?"

__ADS_1


Milaine mengangguk. Dia pun menceritakan semua hal yang dia lalui beberapa waktu ini. Ekspresi semua orang tampak tidak menyangka hal seperti ini terjadi pada Milaine. Sebuah organisasi yang mereka hindari akhinya malah berbalik mengejar Milaine.


"Mereka seolah-olah sedang mengincar sesuatu dariku. Dibanding apa yang terjadi kepada Adik atau pun Ayah, aku lebih parah mengalami serangan dari mereka. Sebenarnya, apa yang mereka incar dariku? Apakah ada sesuatu yang mereka inginkan? Namun, apa? Apa yang mereka inginkan?"


Berbagai pertanyaan mengalir deras di kepala Milaine. Tanpa satu pun terkecuali, Milaine menumpahkan segala tanda tanya yang merundung isi pikirannya.


"Aneh sekali. Mereka menargetkanmu, tetapi aku merasa tidak ada yang spesial darimu," tutur Hidary.


"Ya, itu benar. Tidak ada yang spesial darimu, Milaine. Apa kau sudah memastikan kalau mereka benar-benar mengincarmu?"


Milaine menghela napas panjang. Sorot bola matanya menggambarkan sesuatu perasaan yang amat rumit.


"Aku telah memikirkannya lagi, lagi, dan lagi, tetapi target mereka memang aku. Kira-kira apa salahku kepada mereka sampai mereka mengejarku seperti ini?"

__ADS_1


Milaine menggigit bibir bawahnya. Semua orang jadi ikut bingung karena hal ini.


"Mari kita pikirkan baik-baik bersama. Aku yakin mereka takkan mengejarmu jika tak ada yang mereka incar darimu."


__ADS_2