Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
Sungguh Mengagetkan


__ADS_3

Milaine bergegas menapaki lift hingga anak tangga mengarah pada ruangan kerja Conrad. Meskipun sedari tadi ada saja mata yang berpusat padanya, tetapi Milaine mengacuhkan mereka. Tidak peduli apa pun gosip yang akan datang, Milaine tetap melaju ke ruang kerja Conrad.


"Ayah!"


Milaine main masuk begitu saja tanpa mengucapkan permisi. Untungnya, Conrad sedang sendirian di ruang tersebut.


Sontak kepala Conrad terangkat dan matanya langsung melirik ke arah datangnya Milaine. Dia tidak menyangka Milaine akan datang ke perusahaan untuk bertemu dengannya.


"Milaine, apa yang membawamu kemari?" Conrad menghentikan aktivitas menulisnya.


"Itu tidak penting. Sekarang ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada Ayah. Tolong dijawab dengan jujur," desak Milaine.


"Apa yang mau kau tanyakan?"


Milaine menarik kursi lalu duduk di atasnya. Dia sekarang berhadapan dengan Conrad, mata mereka saling bertemu satu sama lain.


"Ayah, Anda punya hubungan apa dengan pemimpin Mahvan Gang? Ada seseorang yang memberi tahu saya bahwa Ayah di masa lalu Ayah punya hubungan yang rumit dengan pemimpin Mahvan Gang. Bisakah Ayah jujur dan mengatakan kepada saya?"

__ADS_1


Deg!


Jantung Conrad berdebar begitu kencang tatkala Milaine melontarkan sebuah pertanyaan yang ingin dia hindari. Akan tetapi, tidak ada celah bagi dia untuk melarikan diri dari Milaine. Putri satu-satunya itu sedang mencoba menggali informasi dari dia.


"Dari mana kau mendengarnya? Apakah ada seseorang yang mengatakan padamu?"


Milaine mengembuskan napas singkat.


"Ya, ada. Seseorang mengatakan kepada saya. Maka dari itu, saya putuskan datang kenari untuk bertanya langsung," tegas Milaine.


Conrad menatap Milaine dengan tatapan penuh selidik. Dia tidak punya pilihan lain selain mengatakan yang sesungguhnya kepada Conrad.


"Mantan pemimpin organisasi Birdella, namanya Beatrice. Dia juga berada di rumah sakit jiwa tempat saya dirawat dulunya," jawab Milaine seraya mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Mantan pemimpin Birdella? Maksudmu organisasi yang diisi oleh wanita itu?"


Milaine mengangguk. "Ya, itu maksud saya. Sayangnya, organisasinya sudah bubar karena bentrok masalah dengan Mahvan Gang. Oleh sebab itulah dia tahu rumor hubungan Ayah dan pemimpin Mahvan Gang."

__ADS_1


Conrad benar-benar harus menunda pekerjaannya supaya dia bisa menjelaskan keseluruhan ceritanya kepada Milaine.


"Itu dulu sekali. Aku sekarang bingung harus menjelaskannya bagaimana. Pemimpin Mahvan Gang sebenarnya sudah mati."


Di detik itu juga, fokus Milaine runtuh. Dia pikir bahwa pemimpin Mahvan Gang sebenarnya masih hidup. Akan tetapi, apa yang keluar dari mulut Conrad justru sebaliknya.


"Pemimpin Mahvan Gang sudah mati? Maksudnya apa? Lalu siapa yang berkonflik dengan Birdella? Tolong jelaskan kepada saya semuanya yang Ayah ketahui." Milaine kian mendesak Conrad untuk bercerita.


"Aku membunuhnya."


Deruan napas Milaine seolah-olah tertahan tatkala mendengar pernyataan tersebut. Bak disambar petir di langit cerah, Milaine sampai lupa caranya berbicara.


"Ayah, ini bukan waktunya untuk bercanda. Bagaimana bisa Ayah mengatakan lelucon seperti itu ketika saya sedang serius." Milaine menolak untuk percaya.


Inilah mengapa Conrad malas menceritakan kepada Milaine. Gadis itu pasti sulit mempercayainya. Sekarang putrinya meragukan kejujuran dari hati paling dalam.


"Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku membunuh pria itu tepat sebelum aku resmi menjadi pemimpin Lysander Group."

__ADS_1


__ADS_2