Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
Pengkhianat


__ADS_3

Senyum seringai terbit di bibir Milaine. Wanita itu telah salah memilih lawan. Membunuh Milaine? Mungkin dia ingin bunuh diri. Gadis itu pun memberi isyarat kepada para bawahan untuk segera menyerang ke sarang lawan.


“Serang!” seru Milaine.


Bahana derap kaki yang sangat ramai mengisi kekosongan gedung tersebut. Satu per satu para penjaga berhasil ditumbangkan. Mayra terperanjat kaget mendengar suara senjata saling berbenturan satu sama lain. Dia melangkah ke luar ruangan untuk memastikan apa gerangan yang sedang terjadi.


“Suara apa itu? Mengapa di luar terdengar sangat gaduh?”


Mayra melirik kiri dan kanan, betapa terkejut ia kala itu menemukan tubuh para penjaga jatuh ke atas tanah. Padahal dia tahu pasti bahwa para penjaga tersebut mempunyai level bertarung yang berbeda. Akan tetapi, dia tidak menyangka kalau mereka dapat dikalahkan oleh orang lain yang belum ia ketahui siapa yang menyelinap.


“Tampaknya di sini sudah tidak aman. Aku harus segera membawa Deon keluar dari sini.”


Di tengah kepanikan melanda, tiba-tiba sebilah anak pisau melesat dari arah samping. Badan Mayra menggigil, ia sangat lemas mendapati pisau tersebut nyaris menikam kepalanya.

__ADS_1


“Siapa itu? Siapa yang mencoba membunuhku?” gumam Mayra.


“Mayra, kau mencoba untuk kabur lagi dariku?”


Milaine tiba di hadapan Mayra, ia berdiri tegak menatap lurus wanita yang selalu bersikap sombong terhadapnya. Mayra beringsut mundur ke belakang tatkala Milaine menghadangnya untuk kabur dari sini.


“Kenapa kau bisa ada di sini? Jangan-jangan kau orang yang menjatuhkan para penjaga itu?” Suara Mayra terdengar bergetar.


“Ya, memang akulah yang menjatuhkan mereka. Ada apa? Apa kau takut menghadapiku sekarang? Ah, wajar saja begitu. Putramu kalah dariku, tidak salah kau menunduk takut di depanku. Bagaimana, Mayra? Apa kau sudah bersiap untuk mati?” Milaine mengeluarkan belati dari balik pakaiannya.


“Kau tidak bisa membunuhku. Apakah kau lupa? Kau tidak bisa mengusik istri CEO. Para calon ahli waris hanya diperbolehkan membunuh sesama saudara, tetapi kau tidak diperbolehkan membunuh Ibu dari saudaramu.”


Mayra selalu berlindung dari peraturan tersebut. Dia menjadi semena-mena kepada Milaine dan Nigel akibat peraturan turun temurun keluarga Lysander. Memang sangat menjengkelkan, tetapi Milaine punya rencana mengatasi masalah ini.

__ADS_1


“Hei, apakah kau pikir Lysander Group akan memaafkan pengkhianatan?” tekan Milaine.


Mulut Mayra sesaat membungkam kala Milaine secara tidak langsung menyebutnya sebagai pengkhianat.


“Pengkhianatan? Apa maksudmu?”


“Maksudku adalah kau telah berkhianat dan bekerja untuk orang luar. Bahkan kau menyelidiki hal yang tidak seharusnya kau selidiki. Kau memasang mata-mata di mansion hingga di perusahaan Ayah. Aku juga mendengar kalau orang itu memintamu untuk membocorkan produk rahasia Lysander Group lalu menghancurkan keluarga Lysander. Bukankah begitu, Mayra?”


Mayra membeku di tempat. Ekspresinya tidak karuan kala Milaine membocorkan rencana pengkhianatan yang telah tersusun sedemikian rupa. Dia tidak bisa membodohi Milaine, gadis itu terlalu banyak mengetahui hal-hal yang seharusnya tidak begitu penting untuk ia ketahui.


“Jangan asal bicara! Omong kosong macam apa yang ingin—”


Plak!

__ADS_1


Milaine tak kuasa menahan emosi, dia pun refleks melayangkan tamparan ke pipi Mayra.


“Aku tidak asal berbicara. Aku punya bukti yang kuat mengenai pengkhianatan yang kau lakukan. Jadi, bersiaplah untuk mati karena Ayah paling membenci yang namanya pengkhianatan.”


__ADS_2