
Ervan terlihat sedang mondar-mandir di persimpangan menuju kelas Milaine. Entah apa yang sedang dia pikirkan, tetapi yang jelas tujuannya ada di sini kala itu ialah ingin bertemu dengan Milaine. Di tangannya kali ini menggenggam dua lembar tiket bioskop. Mungkin dia berencana mengajak Milaine pergi berkencan.
"Aku harus berbicara dengannya sekarang. Mana mungkin dia bisa menolak ajakan dariku ketika banyak gadis berebutan ingin berkencan denganku," gumam Ervan.
Pada saat itu, Milaine dari arah berlawanan berjalan menuju ke tempat Ervan berada. Gadis itu punya firasat aneh saat mendapati Ervan di sana.
'Apa yang dilakukan bajing*n itu? Mengapa dia berdiri di persimpangan koridor dan menatap aneh ke arahku?'
Begitu penglihatan Ervan menangkap kehadiran Milaine, ekspresinya berubah sumringah dan terlihat aneh di mata Milaine. Dia segera mengubah posisi berdirinya lalu merapikan sedikit seragamnya.
"Milaine, aku ingin berbicara sebentar," ucap Ervan.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Apa itu hal sangat penting?"
Ervan menyodorkan tiket film kepada Milaine.
"Aku mau mengajakmu menonton film bersamaku. Apa kau bersedia pergi denganku?"
Tiba-tiba tangan seseorang merebut tiket menonton film tersebut. Ervan sontak memasang ekspresi masam kala melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"Astaga, saudaraku. Apa yang kau lakukan di sini?"
Rupanya itu adalah Lloyd. Dia tanpa sengaja melihat Milaine berhadapan dengan Ervan. Dia pun bergegas menghampiri Milaine untuk memisahkan Ervan darinya sekaligus menggagalkan rencana Ervan ingin mengencani Milaine.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan di sini? Mengapa kau menemui Milaine?" tekan Lloyd.
"Bukankah sekali lihat saja kau sudah tahu? Aku berniat mengajak Milaine berkencan denganku. Apa kau bermaksud menghentikanku sekarang?"
Lloyd menarik tangan Milaine ke belakang punggungnya. Dia tidak mau gadis itu terlibat dengan Ervan apalagi sampai berkencan dengannya.
"Ya, aku mau menghentikanmu karena aku pikir kau tidak pantas berkencan dengan Milaine."
Milaine melirik Ervan. "Apa kau mau mengajakku berkencan?" tanya Milaine bermimik datar.
Lloyd panik begitu Milaine mengajukan pertanyaan tersebut ke Ervan.
"Jangan! Kau tidak boleh berkencan—"
"Benar. Aku mau berkencan denganmu." Ervan tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Aku menolak. Aku sudah berjanji akan berkencan dengan Lloyd. Lebih baik kau cari wanita lain saja yang bisa kau ajak berkencan," tutur Milaine.
Muka Ervan merah padam menahan amarah tatkala Milaine menolaknya secara terus terang. Sedangkan Lloyd membeku ketika Milaine berkata demikian.
"Kau berniat berkencan bersama Lloyd? Kau tidak bercanda kan?"
"Tidak. Sejak awal aku memang tidak sudi menerima ajakan kencanmu. Lagi pula kenapa aku harus menerima ajakan kencan dari seseorang yang jelas bertentangan denganku alias musuhku?"
Ervan murka mendengar perkataan Milaine. Sekarang dia bermaksud untuk menyeret Milaine dan menjauh dari Lloyd.
"Kurang ajar! Apa aku jauh lebih rendah dari anak sialan ini?! Beraninya kau menolakku. Kemari kau, jal*ng!"
Lloyd mencegal pergelangan tangan Ervan. Perlahan senyum seringai terbit di bibirnya.
"Kau sudah dengar kan? Sekarang sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku menggunakan kekerasan untuk mengusirmu," tegas Lloyd.
"Kau mengancamku?! Perhatikan posisimu. Levelmu jelas jauh lebih bawah dariku."
"Aku peringatkan kau, lebih baik kau saja yang memperhatikan di mana kau berada sekarang. Semua orang sedang melihatmu."
__ADS_1