Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
Penyusup


__ADS_3

Mayra mendekam di balik jeruji besi seraya meratapi kematian sang putra. Wanita itu berubah menjadi seseorang yang kehilangan kewarasan seusai mengetahui bagaimana Deon mati di tangan Milaine. Sekarang dia hanya berpasrah terhadap kematian yang semakin berada di depan mata. Rasa sayangnya terhadap Deon mematahkan keinginan hidup Mayra tatkala anaknya sudah tidak ada lagi di dunia ini.


“Maafkan Ibu, Deon … maaf karena Ibu tidak bisa melindungimu.”


Di saat Mayra tengah bersedih, seseorang tiba-tiba saja membuka pintu penjara. Orang itu mengenakan pakaian serba hitam dan wajahnya tertutup sepenuhnya oleh topeng. Mayra sontak terkejut oleh kehadiran orang tersebut. Tanpa harus mencari tahu, dia sudah paham bahwa orang itu merupakan suruhan sesosok pemimpin yang berada di belakangnya selama ini.


“Mau apa kau kemari?!” Mayra beringsut mundur ke belakang menjauhi orang itu.


“Pemimpin menyuruh kami untuk menghabisi nyawamu. Jika tidak, maka mungkin saja kau akan membeberkan rencana pemimpin kepada CEO Lysander Group.”


“Setelah aku membantu kalian selama beberapa tahun ini, sekarang kalian ingin membunuhku?! Tidak! Aku takkan membiarkan diriku mati sebelum aku membocorkan semuanya kepada Tuan!”


Mayra dengan sangat berani melawan pembunuh tersebut. Dia berniat memberi tahu Conrad segala hal yang dia ketahui selama ini. Hanya saja, dia terlambat satu langkah dan kini nyawanya malah diincar oleh pembunuh.

__ADS_1


“Sayang sekali, kau tidak bisa melakukan itu karena kau akan mati hari ini di tanganku.”


Pembunuh itu membekap mulut Mayra, dia memaksa Mayra menelan sebutir pil yang dapat membunuhnya. Mayra berusaha meronta, tetapi dia gagal menghindar. Pada akhirnya, Mayra terpaksa menelan pil tersebut.


“Bajing*n! Pil apa yang baru saja kau masukkan ke mulutku?!”


“Pil yang akan membunuhmu.”


Tiba-tiba saja di detik itu, Mayra muntah darah. Dadanya terasa terbakar dan mulai memanas. Pandangan Mayra mulai berkunang-kunang. Perlahan kesadarannya pun terenggut hingga menyebabkan ia mati dalam kesengsaraan. Hal terakhir yang dia lihat ialah bayangan pembunuh yang pergi meninggalkan dirinya di balik penjara nan lembab dan gelap.


“Sepertinya dia dibunuh. Kemungkinan pembunuh itu memaksanya menelan racun,” ujar Milaine.


“Mayra dibunuh? Apa kau yakin itu?” tanya Conrad.

__ADS_1


Milaine mengangguk. “Ayah, sepertinya ada penyusup yang menyelinap ke mansion. Lebih baik Ayah periksa setiap cctv pengawas di mansion ini.”


“Baiklah.” Conrad memanggil Veno ke hadapannya. “Tolong periksa seluruh cctv tadi malam. Tampaknya ada penyusup diam-diam menyelinap ke dalam mansion ketika kita sedang lengah,” perintah Conrad.


“Baik, Tuan.”


Veno segera bergerak memeriksa cctv. Tanpa membutuhkan waktu lama, Veno pun menemukan adanya seseorang menyusup ke penjara semalam. Akan tetapi, wajah si penyusup itu tidak terlihat karena ditutup topeng.


“Veno, bisakah kau memperbesar sedikit gambarnya?” pinta Milaine.


Veno pun memperbesar gambar penyusup yang ditangkap cctv. Milaine sedikit terkejut karena menemukan adanya lambang suatu organisasi.


“Ayah, aku tahu siapa yang memerintah Mayra selama ini.” Milaine terlihat percaya diri sekali.

__ADS_1


“Siapa itu?” Conrad dan Veno sangat penasaran, mereka pun memasang telinga baik-baik untuk mendengar Milaine.


“Mahvan Gang. Mereka adalah orang yang berada di balik ini semua. Mereka berupaya membungkam Mayra supaya wanita itu tidak membocorkan informasi penting dari organisasi.”


__ADS_2