
Milaine terpaku cukup lama di depan papan pengumuman. Berbagai jenis warna netra memusatkan perhatian mereka kepada Milaine. Tentu saja, semua orang juga tahu peraturan Akademi Eleutheria itu bagaimana.
"Siapa saja yang mendapatkan nilai di bawah rata-rata pada satu mata pelajaran atau lebih, maka dia harus keluar dari akademi."
Begitulah bunyi peraturan utama dari Akademi Eleutheria. Milaine sangat tahu soal peraturan tersebut.
"Astaga, tidak disangka rupanya keturunan Lysander Group melahirkan anak sebodoh ini."
"Bagaimana bisa mendapatkan nilai di bawah rata-rata di seluruh mata pelajaran?"
"Sungguh memalukan. Kalau aku menjadi dirinya, aku akan mengurung diri di dalam kamar."
Satu persatu kalimat cemooh dari murid lain mulai merasuki pendengaran Milaine. Mereka sangat berani menertawakan gadis gila yang begitu ditakuti sebagian orang.
'Aku mendapatkan nilai di bawah rata-rata?! Jangan bercanda! Aku yakin ada yang salah di sini.'
Milaine merobek kertas pengumuman nilai. Ekspresinya amat mematikan hingga membuat seluruh orang yang berada di sana tertegun ngeri.
'Awas saja. Aku pastikan mereka jatuh sedalam-dalamnya dan mati dalam keadaan tersiksa.'
Langkah Milaine melaju cepat ke arah ruang Kepala Akademi. Dia dapat membaca secara jelas bagaimana alur permasalahan ini ke depannya. Winson sebagai Kepala Akademi sekaligus Corner sebagai Profesor, mereka berdua ialah dalang utama di baliknya.
Tanpa mengucap permisi, Milaine menyelonong masuk ke ruangan Winson. Sebuah pemandangan tidak terduga tertangkap pandangan Milaine.
"Ya ampun, beginikah kelakuan Kepala Akademi di waktu senggang seperti ini?"
Milaine memergoki Winson tengah bercumbu mesra dengan seorang pekerja akademi. Winson sontak menurunkan wanita tersebut dari pangkuannya.
"Dasar tidak sopan! Seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruanganku!" teriak Winson.
"Memangnya aku peduli? Aku rasa aku tidak punya alasan untuk bersikap demikian. Kau tak lebih dari seorang manusia hina," tekan Milaine amat mengerikan.
"Apa yang kau katakan?"
Winson bangkit dari posisinya. Wanita yang tadi melayani Winson pun bergegas keluar dari ruangan.
"Apa kau tuli? Aku tidak mau mengulangi kata-kataku untuk kedua kalinya. Aku kemari hanya ingin mengajukan protes atas nilai ujianku."
Milaine menunjukkan kertas pengumuman hasil ujiannya. Winson hanya tersenyum remeh saat melihat nilai Milaine.
__ADS_1
"Ada apa dengan nilaimu? Jika nilaimu semua di bawah rata-rata, maka kau harus keluar dari akademi. Sulit dipercaya, ternyata kau anak yang sebodoh itu," ledek Winson.
"Benarkah ini nilaiku? Sekarang perlihatkan seluruh lembar hasil ujianku. Aku ingin tahu di mana letak kesalahanku," pinta Milaine.
Winson menyorot tajam gadis itu. Tampak jelas bahwa dia serius ingin menyingkirkan Milaine dari akademi.
"Tidak bisa aku perlihatkan kepadamu. Apakah kau sedang meremehkan akademi ini dan melempar kesalahan terhadap para Profesor yang memeriksa jawabanmu? Akademi bergengsi layaknya Eleutheria takkan pernah melakukan trik kotor seperti itu," bantah Winson.
"Kalau kalian tidak melakukannya, maka kembalikan lembar jawabanku. Kenapa kau terlihat panik? Jangan-jangan kau memang memanipulasi seluruh nilaiku agar aku bisa dikeluarkan paksa dari akademi?"
Terkaan Milaine tepat sasaran. Winson kehilangan kata-kata membalas tudingan Milaine.
"Omong kosong! Eleutheria bergerak atas nama kejujuran serta keadilan. Jangan mencoba untuk menyebar berita palsu."
Tiba-tiba saja Corner datang menyela. Dia berada di pihak Winson. Milaine tidak habis pikir masalah seperti ini berupaya menyudutkannya.
"Profesor Corner, kau ini gila ya?"
Corner tersentak ketika matanya bersitatap langsung dengan mata Milaine. Netra merah menyala miliknya terbakar oleh bendungan api amarah.
"Apa? Bagaimana kau bisa menyebutku gila? Kau yang gila—"
"Lembar jawaban itu tak bisa diserahkan begitu saja kepada siswa karena aku sudah memeriksanya berulang kali dan semua jawabanmu salah!" bentak Corner.
"Kau dengar sendiri kan? Profesor Corner itu adalah Profesor paling disegani banyak orang. Mustahil seseorang seperti dia berbohong soal kemampuanmu," timpal Winson.
Milaine memutar bola mata malas. Atmosfer sekitar kian bertambah panas. Milaine sungguh dipaksa melawan dua orang tua yang tidak tahu malu.
"Berarti ini keinginan kalian. Orang-orang seperti kalian perlu diberi pelajaran."
Milaine memutar badan. Secara mengagetkan, Milaine menjungkirbalikkan meja yang berisi tumpukan dokumen. Dia menginjak-injak dokumen tersebut sampai hancur.
"Apa yang kau lakukan, wanita gila?! Hentikan dia! Bawa dia keluar dari sini!"
Beberapa orang penjaga lekas masuk untuk membawa Milaine ke luar. Namun, sayangnya Milaine malah menghajar para penjaga. Suasana pun semakin heboh. Corner dan Winson menggigil ketakutan karena ulah Milaine.
"Aku tidak suka ada seseorang mengusikku. Siapa pun kalian, aku takkan pernah membiarkannya."
Milaine mencengkram kerah baju Winson lalu mencekik lehernya.
__ADS_1
"Hei, Winson! Sedari awal seharusnya kau tidak mengusik orang gila sepertiku. Tidakkah kau tahu paham maksudku? Dasar manusia bodoh."
Milaine menendang bagian sensitif Winson sampai membuatnya mengerang kesakitan. Tubuh Winson terbaring di atas permukaan lantai menahan segala rasa sakit yang mengguncang badan.
"Dia gila! Dia benar-benar gila. Aku harus kabur dari sini."
Corner berusaha lari dari Milaine, tetapi dia kalah cepat. Milaine lebih dulu mencegat langkahnya.
"Jangan berpikir kau bisa melarikan diri."
Milaine meninju kuat perut Corner. Pria berbadan ringkih itu seketika tersungkur hingga kepalanya berdarah membentur dinding.
"Aku rasa sudah cukup untuk hari ini. Setidaknya kemarahanku sedikit meredam," gumam Milaine, berbalik arah ke pintu keluar.
***
Di sore harinya, Veno tiba-tiba mendapatkan surat dari akademi. Langsung saja ia memberikan surat tersebut kepada Conrad.
"Tuan, ada surat dari akademi."
Conrad menjeda sejenak aktivitasnya. Segera ia buka dan baca surat itu.
"Sepertinya Milaine membuat masalah lagi. Dia menghajar Kepala Akademi dan seorang Profesor. Besok aku dipanggil ke akademi untuk menyelesaikan masalah ini," tutur Conrad.
"Nona membuat masalah? Saya yakin pasti ada penyebab kenapa Nona Milaine menghajar orang-orang itu," ujar Veno.
"Aku juga berpikir begitu. Sekarang tolong panggilkan Luke kemari. Aku ingin menanyakan masalah ini padanya."
"Baik, Tuan."
Sepuluh menit kemudian, Luke menghadap Conrad. Raut mukanya nampak kesal mengingat apa yang telah terjadi terhadap Milaine tadi di akademi.
"Aku akan langsung ke intinya saja. Luke, apakah kau tahu apa yang dialami Milaine di akademi sampai dia mendapatkan surat panggilan seperti ini?" tanya Conrad.
Luke menatap serius Conrad. Dia akan membocorkan segala yang sesungguhnya terjadi.
"Nona tidak salah. Alasan mengapa Nona menghajar Kepala Akademi dan Profesor Corner ialah karena mereka telah memanipulasi nilai Nona. Seluruh nilai beliau berada di bawah rata-rata. Ketika Nona meminta penjelasan, mereka malah menghina Nona," papar Luke.
Conrad membuat ekspresi murka.
__ADS_1
"Mereka memanipulasi nilai Milaine? Sepertinya mereka harus aku beri pelajaran."