
Sherwin dan Steiner mengiyakan perintah Conrad. Mereka tidak bisa menolak ucapan Conrad. Apabila mereka melakukannya, maka sang Ayah bisa saja melakukan sesuatu untuk mengusir mereka dari sini.
Milaine cukup lega sebab ia tidak perlu lagi sibuk-sibuk melawan si kembar. Sejujurnya, dia sangat lelah berurusan dengan mereka. Terlebih lagi, sikap mereka yang kekanak-kanakan hanya akan menambah emosi di dalam dada.
"Ada apa, Ayah? Apa yang ingin Ayah bicarakan dengan saya?" tanya Milaine.
Nigel memperhatikan dari jauh. Dia nyaris tidak pernah berbicara dalam waktu lama dengan Conrad. Namun, ia sedikit senang melihat Kakak dan Ayahnya punya hubungan yang amat baik.
"Pergilah ke ruanganku. Kita akan bicara di sana," ucap Conrad.
"Baiklah."
Milaine mengekor dari belakang. Conrad berjalan didampingi oleh Veno. Tubuh Conrad tampak tegap dan gagah meski dia tidak lagi muda. Milaine dapat menilai dari bentuk badan Conrad bahwa di masa lalu pria itu selalu melakukan latihan tanpa henti.
Sesampai di ruang pribadi Conrad, Milaine disuruh duduk sebelum mereka berbicara lebih lanjut.
__ADS_1
"Milaine, apa kau bisa mengurus suatu bisnis?"
Mata Milaine melebar tak mengerti. Bisnis apa yang dimaksud Conrad? Dia akan tahu jawabannya selepas ini.
"Bisnis? Maksud Ayah apa?"
"Iya, aku ingin kau mengurus sesuatu untukku. Rencananya perusahaan kita akan mendirikan sebuah hotel di kawasan distrik Zero. Distrik itu sudah lama aku beli, tetapi para gelandangan di sana menolak untuk pindah. Kau bisa kan membuat distrik Zero bersih dari pemukiman gelandangan?"
Milaine tidak langsung merespon. Dia membaca sekumpulan dokumen perihal distrik Zero dan rencana pembangunan hotel. Masalahnya cukup rumit, tetapi dengan kemampuan Milaine, mungkin saja dia bisa mengatasinya.
"Ini untuk melatih kemampuan berbisnismu. Tenang saja, jika kau gagal maka aku akan mengurus sisanya. Bagaimana? Ini bisnis yang cukup sederhana bukan?" ujar Conrad.
Milaine memandang serius ke arah Conrad.
"Jikalau saya bisa mengatasinya dengan sempurna, imbalan apa yang akan Ayah berikan kepada saya?"
__ADS_1
Sorot keseriusan sekaligus keyakinan mendalam terpancar dari mata Milaine. Conrad kian bertambah percaya kalau Milaine dapat menangani masalah tersebut.
"Aku akan memberikan apa pun permintaanmu. Silakan kau sebutkan nanti imbalan apa yang kau inginkan. Rumah, mobil, atau berlian, aku pasti mengabulkannya."
Milaine terdengar sangat puas mendengarnya. Dia menutup seluruh dokumen yang terbuka di atas meja.
"Baiklah. Saya akan membereskan masalah ini demi kepentingan bisnis perusahaan. Tenang saja, saya pastikan menemukan solusi terbaik tentang masalah distrik tersebut," ujar Milaine tegas.
"Bagus! Aku menantikan hasil kerja kerasmu."
Milaine segera keluar ruangan Conrad membawa dokumen-dokumen terkait wilayah distrik Zero. Dia harus memikirkan ke depannya bagaimana langkah awal yang harus dia lakukan untuk membuat distrik Zero kosong. Selain itu, dia juga harus memikirkan tentang para gelagandangan penghuni distrik Zero.
"Langkah awal apa bagusnya aku lakukan untuk mengosongkan distrik Zero? Aku tidak ingin menyakiti orang tidak bersalah. Aku harus memikirkan nasib mereka juga," gumam Milaine.
Tak lama kemudian, Halia — pelayan pribadinya datang menemui Milaine. Tampaknya dia membawa sebuah laporan.
__ADS_1
"Nona, di depan ada empat orang pria bersama Tuan Muda Luke ingin bertemu dengan Anda."