Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
Pangeran Akademi


__ADS_3

Lagi-lagi Mahvan Gang. Organisasi yang akhir-akhir bergelut hingga mencoba menyusup masuk ke tengah huru-hara masalah yang menimpa keluarga Lysander. Ditambah kematian Mayra akibat pembunuhan yang dilakukan pihak Mahvan Gang semakin membuktikan bahwa mereka menginginkan perang dengan Lysander Group.


“Mahvan Gang? Mungkinkah mereka juga yang selama ini mereka adalah dalang dari kekacauan yang terjadi?”


Milaine mengangguk pelan. “Benar, mereka adalah dalang utama di sini. Maka dari itu, Ayah, perlu bagi Anda memperkuat keamanan dan memeriksa setiap orang yang masuk ke mansion. Kemudian jangan lupa, amati baik-baik pergerakan para pekerja mansion. Aku khawatir ada pengkhianat lain yang sedang bersembunyi di balik seragam pelayan atau pun pengawal.”


“Baiklah, aku hanya perlu melakukan itu saja kan?”


“Iya. Sekarang saya serahkan sisanya kepada Ayah. Saya harus berangkat ke akademi sekarang juga.”


Milaine memutar laju mobil menuju ke arah akademi berada. Meskipun kediaman Lysander diselimuti duka, tetapi itu tidak ada hubungannya dengannya. Beginilah kenyataan dari pertarungan ahli waris. Mau siapa pun yang mati, saudara yang lain tetap menjalani kesibukan seperti biasa seolah-olah tidak terjadi apa pun.


"Milaine!"


Baru saja dia turun dari mobil, kedatangannya langsung disambut oleh Lloyd, Eron, Albern, serta Gazelle. Mereka muncul dari arah yang berbeda. Ketika suara mereka serentak memanggil Milaine, sontak mereka saling bersitatap.

__ADS_1


"Kenapa kalian di sini?" Gazelle memberi tatapan tidak suka kepada yang lain.


"Justru aku yang seharusnya bertanya, kenapa kalian kemari dan memanggil Milaine?" Kini giliran Albern yang ikut menanyakan hal yang sama.


Milaine menghela napas panjang. Dia tidak suka keributan. Para pria itu tidak membiarkannya beristirahat sedikit pun.


"Apa kalian bisa berhenti? Aku sedang pusing memikirkan masalah yang ada di kediaman Lysander," tutur Milaine mencoba menghentikan mereka.


"Apa yang terjadi—"


Suara Luke memanggil nama Milaine bergema di area parkir. Satu pria yang tak kalah hebohnya datang menyempil ke tengah-tengah situasi saat ini.


"Apa yang kalian lakukan di sini? Mungkinkah kalian ingin menggoda Nonaku?" Tatapan Luke penuh kecurigaan.


"Dasar! Aku akan ke kelas sekarang. Terserah kalian mau ribut atau apa pun itu. Aku sudah cukup lelah bekerja semalaman."

__ADS_1


Milaine meninggalkan mereka di parkiran. Dia berjalan sendiri menuju kelas. Gadis itu tidak mempedulikan keberadaan para pria yang selalu mengejarnya itu.


Sesampai di kelas, semua mata tertuju pada kehadiran Milaine. Mereka menatap sinis Milaine, terutama Athia tampak menaruh dendam besar terhadap gadis itu.


"Hei, Milaine! Kau ada hubungan apa dengan para Pangeran akademi?" Athia menggebrak meja Milaine sambil menanyakan hal yang membuat Milaine kebingungan.


"Hah? Pangeran akademi? Apa maksudmu?"


"Tidak usah pura-pura tidak tahu! Semua orang di sini juga melihat kau sering bergaul dengan Pangeran akademi."


Milaine semakin lama semakin pusing mendengar ocehan Athia yang sama sekali tidak dia mengerti.


"Memangnya Pangeran akademi itu siapa? Kalau kau tidak memberi tahuku, aku takkan paham, sialan!"


Athia menyorot tajam Milaine. "Eron Vins, Albern Emanuel, Gazelle Elles, Lloyd Velmilish, dan Luke Marchen. Kau ada hubungan apa dengan mereka?"

__ADS_1


"Pffft, hahaha. Aku kira siapa. Apa pun hubunganku dengan mereka, itu tidak ada hubungannya dengan kalian kan? Memangnya kalian siapa bagi mereka? Teman, pacar, atau sahabat? Aku rasa tidak ada satu pun di antara tiga pilihan itu."


__ADS_2