Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
Belanja


__ADS_3

Sepanjang jalan Luke sesekali curi-curi pandang menatap Milaine. Gadis yang diam-diam dia sukai sejak pertama kali mereka berjumpa.


"Ada apa kau menatapku? Apakah ada yang salah dari wajahku?"


Sontak Luke mengalihkan pandangan. Dia malu karena ketahuan melirik Milaine.


"Tidak, Nona. Anda semakin dilihat semakin cantik." Luka langsung membekal mulutnya karena tidak sengaja memuji Milaine.


Gadis itu pun tertawa kecil mendengar pujian dari Luke.


"Ada-ada saja."


Kemudian mereka berdua membelokkan langkah menuju area parkir. Milaine menyerahkan kunci mobilnya kepada Luke. Dia sedang malas untuk menyetir kembali ke mansion.


"Nona, apakah kita sungguh akan langsung pulang ke mansion atau Anda ingin mengunjungi tempat lain terlebih dahulu?" tanya Luke memastikan.


Milaine berpikir dulu sejenak sebelum memutuskan. Kemudian terlintas sebuah pikiran di otaknya.


"Bagaimana kalau kita pergi main dulu mall? Aku ingin pergi berbelanja."

__ADS_1


Luke tersenyum sambil mengangguk. "Baiklah, Nona. Saya akan mengantarkan Anda ke mana pun itu."


Luke bahagia karena waktunya berdua bersama Milaine semakin lama. Biasanya mereka jarang bersama-sama jika sudah sampai di mansion. Maka dari itulah, Luke memanfaatkan waktu kebersamaannya dengan Milaine sebaik mungkin.


"Luke, kemarilah! Aku yakin baju ini lebih cocok di badanmu."


Tatkala mereka sedang berada di toko pakaian, Milaine berniat membelikannya untuk Luke. Dia langsung memanggil Luke untuk menyesuaikan pakaiannya.


"Nona, bukankah kita kemari belanja untuk Anda? Tetapi, mengapa Anda—"


"Sstt, diam saja! Aku ingin membelanjakanmu. Anggap ini sebagai hadiah karena kau selama ini selalu membantuku dalam menangani musuh yang hendak membunuhku."


Luke pun hanya bisa berpasrah diri. Milaine tidak hanya membelikan satu macam barang saja, tetapi ada berbagai macam barang bermerek. Luke sampai merasa tidak enak hati. Akan tetapi, karena melihat Milaine tampak senang, jadi dia membiarkannya saja.


Luke kewalahan mengikuti langkah Milaine yang super cepat.


"Tidak bisakah Anda berjalan lebih pelan sedikit, Nona? Kenapa Anda begitu bersemangat sekali?"


"Karena ini pertama kalinya aku pergi berbelanja. Kau kan tahu sendiri selama ini aku sibuk mengurus masalah di mansion. Hari ini aku mencoba membelanjakan uangku sendiri," jawab Milaine.

__ADS_1


"Saya paham itu, tetapi lihatlah belanjaan Anda untuk saya. Ini sudah sangat banyak, jangan ditambah lagi. Sekarang Anda lebih baik belanja untuk diri Anda sendiri."


Milaine menjeda langkahnya lalu menoleh ke arah Luke.


"Belanja untukku sendiri? Aku bingung harus beli apa karena tidak ada yang sesuai untukku." Milaine memang tidak punya pikiran untuk membelikan apa pun untuk dirinya sendiri.


Luke menghela napas panjang. Dia sudah tahu hal seperti ini akan terjadi.


"Biar saya saja yang membelikannya untuk Anda."


Luke menarik pergelangan tangan Milaine.


"Eh? Tunggu sebentar. Jangan buang-buang uangmu untukku."


"Saya tidak semiskin itu, Nona. Saya masih bisa membelikan barang mewah untuk Anda."


Luke pun membawa Milaine ke sebuah toko jam mewah. Dia memilihkan salah satu jam dengan harga yang cukup mahal. Setelah membayarnya, Luke segera memasangkan jam tangan tersebut ke tangan Milaine.


"Jam tangan yang biasa Anda pakai kan rusak. Ini saya ganti dengan yang baru. Tolong dijaga baik-baik, jangan sampai rusak lagi seperti sebelumnya."

__ADS_1


"Ini sangat mahal kan? Seharusnya kau simpan saja uangmu—"


"Tidak, uang saya masih tersisa banyak. Jangan terlalu khawatirkan keuangan saya, Nona."


__ADS_2