
Luke terlihat sedang beradu mulut dengan empat orang Tuan Muda di depan halaman mansion. Emosi mereka saling bertabrakan satu sama lain karena meributkan hal kecil.
"Luke, menyingkirlah kau dari sana! Aku mau bertemu Milaine," ujar Albern menaikkan nada suara.
Luke semakin mempersempit celah keempat pria itu supaya tidak lolos dari cegatan langkahnya.
"Aku sudah mengatakan berulang kali. Kalian tidak boleh menemui Nona. Apa kalian tuli?!"
Luke bersikeras mempertahankan penjagaannya agar mereka tidak menyelonong masuk ke dalam mansion.
"Menyingkirlah sebelum aku tebas kepalamu," ancam Lloyd mulai muak.
"Aku baru saja selesai berkencan dengan Milaine. Mungkin kalian harus pergi dari sini sebab aku punya hubungan lebih dekat dengannya."
Sontak empat pasang mata menyoroti tajam Gazelle. Sungguh mengejutkan bagi mereka karena baru mendengar hal ini langsung dari mulut Gazelle.
"Apa? Kau berkencan dengan Milaine?" Eron mendekati Gazelle.
__ADS_1
"Iya. Kalian terlambat satu langkah dariku. Aku sendiri yang mengajaknya dan dia setuju pergi kencan denganku."
Gazelle sengaja menyombongkan hal itu di hadapan mereka. Dia suka melihat keempat pemuda itu kepanasan mendengar hal tersebut. Rasanya menyenangkan memanas-manasi rivalnya memperebutkan cinta Milaine.
"Hei, apa yang kalian lakukan di sini?"
Perdebatan pun terhenti tatkala suara Milaine mendekati mereka. Gadis itu bergegas ke luar karena khawatir para pria itu malah membuat ulah di kediaman Lysander.
"Milaine, kami datang untuk bertemu denganmu."
Mereka bersemangat sekali bertemu Milaine. Raut muka masam di antara mereka luntur seketika melihat paras cantik Milaine.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat wajahmu saja," jawab Albern mencoba merayu Milaine dengan pesonanya.
"Benarkah hanya itu saja? Aku pikir ada sesuatu yang lebih serius."
Tanpa disadari Milaine, Conrad bersembunyi di tempat tak terlihat bersama Veno. Dia penasaran apa yang hendak dibicarakan para pria itu bersama putrinya.
__ADS_1
"Selain Luke, siapa mereka? Kenapa mereka menemui Milaine?"
Veno geleng-geleng sendiri menyaksikan tingkah Conrad. Dia seolah-olah tidak rela melihat putrinya didekati oleh pria lain.
"Tuan, kenapa Anda tidak temui saja mereka? Empat pria itu sepertinya punya hubungan lebih dekat dengan Nona. Mereka juga berasal dari keluarga berpengaruh," ucap Veno.
"Hubungan seperti apa yang mereka miliki? Bisa-bisanya mereka datang kemari tanpa memberi kabar terlebih dahulu kepada putriku. Memangnya mereka pikir diri mereka siapa?" gerutu Conrad.
Kemudian Conrad melihat Eron menggenggam tangan Milaine meski setelah itu ditepis oleh Luke. Dia semakin syok menyaksikan penampakan tersebut.
"Apa? Dia baru saja menyentuh tangan Milaine? Mengapa gadis itu hanya diam dan tidak melawan? Veno! Aku tidak mau tahu, kau harus selidiki sedetail mungkin mengenai hubungan mereka dengan Milaine. Aku rasa hubungan mereka tidak sekedar teman biasa."
Baru kali ini Conrad begitu kesal dengan hal yang berkaitan tentang Milaine. Biasanya dia hanya membiarkan Milaine bergaul bersama siapa saja. Namun, kali ini Conrad tidak suka menyaksikan sang putri dikerumuni pria yang tidak jelas asal-usulnya.
"Baik, Tuan. Nanti saya akan selidiki mereka. Namun, tidakkah menurut Anda lebih baik Anda keluar dan menghampiri Nona? Kalau Anda bersembunyi di sini, Anda jadi terlihat seperti penguntit."
Conrad menoleh ke arah Veno. Tidak ada yang salah dari apa yang dikatakan Veno.
__ADS_1
"Ya, aku tidak perlu menghampirinya. Ayo kita kembali sekarang."