Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
Laporan Titik Keberadaan Deon


__ADS_3

Mendadak Milaine merasa bersemangat kembali mendengar Lisbeth menggertak dirinya. Wanita yang hanya bermodalkan posisi sebagai Nyonya utama di kediaman ini tiba-tiba secara terang-terangan mencoba membunuhnya.


"Kau membuat darahku mendidih. Nyonya rumah nan elegan dan bijaksana, rupanya hanyalah seekor ular yang bersembunyi di balik topeng. Kau sangat buruk, Lisbeth."


Ekspresi Lisbeth terlihat kusut dan masam. Dia telah lama memendam dendam terhadap Milaine. Lalu sekarang dia dihadapkan langsung dengan sikap arogan Milaine yang biasanya hanya dia saksikan tanpa ikut campur ke dalamnya.


"Tutup mulutmu! Aku tidak peduli apa yang kau katakan tentangku, tetapi Milaine, semua orang di kediaman ini berada di bawah kendaliku. Menurutmu, bagaimana jika aku menyebar fitnah buruk soal anak ini?"


Lisbeth menyunggingkan senyum sembari mengeratkan cengkeraman tangannya di rambut Halia. Rasa sakit yang sulit dijelaskan melalui kata-kata seolah-olah mencabik kulit kepala Halia.


"Dasar wanita tua! Aku sudah bilang kalau Halia itu sekarang pelayanku!" Kemurkaan Milaine menggebu-gebu.


Tanpa pikir panjang, Milaine mendorong Lisbeth sampai membuat wanita itu tersungkur dan melepas jambakan tangannya dari rambut Halia.


"Apa kau baik-baik saja, Halia?" Milaine tampak mengkhawatirkan gadis itu.


Halia mengangguk lemah. "Iya, Nona, hanya saja kepala saya sedikit sakit."

__ADS_1


Milaine memandang miris ke luka baru yang dibuat Lisbeth di tubuh Halia. Rasanya kesabaran Milaine tidak mampu lagi membendung kemarahannya.


"Kurang ajar! Beraninya kau mendorongku!" Lisbeth lekas bangkit dari lantai.


"Tentu saja aku berani. Kau hanyalah remahan rengginang yang bisa aku singkirkan kapan pun itu."


Milaine sangat puas membuat Lisbeth marah sekaligus bingung cara untuk melawannya. Pasalnya, Milaine adalah lawan yang tangguh bagi Lisbeth. Apabila dia salah melawan, maka nyawanya dapat melayang begitu mudah.


"Aku akan membiarkanmu kali ini saja. Nanti aku pasti akan membalas apa yang telah kau lakukan terhadapku."


Lisbeth memilih pergi dari hadapan Milaine dan Halia. Dia sepertinya takut bila memancing Milaine lebih lama lagi.


"Dia pantas mendapatkannya. Aku hanya memberi dia pelajaran bahwa di kediaman ini dia tidak boleh mengusikku. Biarkan saja dia, aku akan mengobati lukamu."


Milaine mengajak Halia masuk ke kamar lalu mengoleskan obat di luka Halia. Gadis pelayan itu terlihat sangat tegar, dia punya hati yang lapang menerima permasalahan yang menimpa dirinya.


Selepas itu, Milaine memutuskan untuk beristirahat. Sekujur badannya menderita kelelahan hebat akibat tak berhenti bergerak seharian.

__ADS_1


'Aku harus memulihkan tubuhku agar aku bisa beraktivitas normal di keesokan harinya.'


Begitulah yang dikatakan Milaine. Berniat beristirahat selama seharian penuh, tetapi di tengah lelapnya tidur Milaine, dia mendapatkan telepon dari salah satu mata-mata Dahlia. Terpaksa Milaine menyingkirkan sejenak rasa ngantuk di matanya.


"Halo, ada apa? Apakah mungkin kau menemukan sesuatu?" tanya Milaine to the point.


"Nona, saya menemukan lokasi keberadaan Tuan Muda Deon dan Nyonya Mayra. Sepertinya mereka sedang melakukan pemulihan terhadap racun yang Anda masukkan ke tubuh Tuan Muda Deon."


Refleks kala itu Milaine terbangun dari posisi tidur. Ini adalah informasi yang sangat penting baginya saat ini.


"Tolong kirim padaku melalui pesan singkat alamat lengkapnya. Aku segera ke sana sekarang juga."


"Baik, Nona, tetapi Anda jangan kemari seorang diri karena di sana sangat ramai."


"Iya, aku akan membawa orang lain bersamaku."


Detik itu juga, Milaine bergegas ke luar kamar. Dia menghubungi beberapa orang untuk ia bawa ke lokasi keberadaan Deon dan Mayra. Bagaimana pun, dia harus membunuh kedua orang itu sebelum masuk ke kediaman Lysander kembali.

__ADS_1


"Mereka tidak boleh kembali, jika mereka kembali, maka akan lebih banyak masalah yang terjadi. Dasar pengkhianat! Aku takkan pernah mengampuni kalian jika kalian berani menghancurkan Lysander Group."


Milaine menancap gas mobil sampai di kecepatan maksimal. Sudah diduga, ia takkan bisa beristirahat dengan tenang bila masih berada di antara perang saudara memperebutkan kursi ahli waris.


__ADS_2