Milaine Sang Gadis Pewaris

Milaine Sang Gadis Pewaris
First Kiss


__ADS_3

Milaine melangkah santai di tengah koridor akademi. Dia menuju ke kelasnya sambil mengabaikan setiap tatapan yang ingin melahap habis dirinya. Gadis itu merasa tenang karena setidaknya tidak ada orang yang meneriakinya hari ini.


'Bagus! Tidak ada yang menggangguku hari ini. Aku merasa lebih bebas dan aku juga tidak perlu mengeluarkan tenaga secara sia-sia untuk melawan orang-orang seperti mereka,' batin Milaine.


Milaine mendudukkan diri sejenak di atas kursi. Suasana kelas hari ini masih sama seperti biasa. Mereka menolak berdekatan dengan Milaine dan memilih bergaul dengan Athia.


"Hei, Milaine! Bagaimana kau bisa mengenal Pangeran akademi?!"


Baru saja Milaine merasa tenang, sekarang malah muncul masalah baru. Athia serta para gadis lain mengerumuni tempat duduknya.


"Bagaimana aku mengenal mereka? Tentu saja karena mereka mendekatiku lebih dulu. Apa kau pikir aku wanita murahan yang suka mendekati banyak pria dalam waktu bersamaan?"


Respon Milaine lagi-lagi mendatangkan kemurkaan di hati para pendengar.

__ADS_1


"Apa sekarang kau ingin menunjukkan bahwa kau lebih cantik dan lebih berhak mendekati mereka dibanding kami?"


Milaine menyeringai. "Aku tidak berkata seperti itu. Hanya saja, faktanya memang begitu kan? Apa ada pria yang menolak jika seandainya aku sengaja mendekatinya?"


Milaine bangkit dari tempat duduknya. Dia bermaksud untuk mencari angin segar ke luar kelas.


"Kenapa tidak sekalian saja gunakan tubuhmu untuk tidur dengan banyak pria? Betapa murahannya kau dan sombongnya karena kau didekati Pangeran akademi," oceh Athia.


"Aku tidak peduli apa pun yang kau katakan. Sekarang aku tidak mau berbicara apa pun lagi karena berbicara dengan wanita layaknya dirimu hanya akan memperbodoh diriku," hina Milaine berlalu meninggalkan kerumunan siswi.


Athia mengejar Milaine ke luar kelas. Mereka pun membeku tatkala menemukan Eron berada di depan pintu kelas dan sedang berhadapan dengan Milaine.


"Apa kau dirundung lagi oleh mereka?" Eron menatap tajam satu per satu para gadis yang mengikuti Milaine.

__ADS_1


"Tidak. Mereka bukan merundungku, tetapi mereka mencoba menunjukkan siapa wanita yang lebih berkuasa di sini."


Secara mengejutkan, Milaine menarik dasi Eron. Tumitnya sedikit berjinjit lalu mengecup singkat bibir Eron. Pria itu langsung membatu tatkala mendapatkan ciuman mendadak dari Milaine.


"Ah, bagaimana ini? Aku malah mencium salah satu Pangeran akademi? Apa yang harus aku lakukan? Mungkinkah kalian akan marah padaku?"


Milaine tersenyum meledek dan sengaja memancing kemarahan mereka. Ada banyak mata yang menyaksikan hal tersebut. Mungkin setelah ini portal akademi akan dipenuhi oleh berita tersebut hingga akhirnya diketahui keempat pria lainnya.


'Apa? Milaine baru saja menciumku?'


Muka Eron merah padam. Dia memperoleh sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan seumur hidup yakni ciuman pertama Milaine.


"Kau! Bagaimana kau bisa melakukan hal menjijikkan itu di akademi? Apa rasa malumu—"

__ADS_1


"Hal menjijikkan? Apa yang kau katakan? Ciuman itu hal biasa yang dilakukan hampir seluruh manusia di akademi. Jadi, mengapa itu kau sebut menjijikkan? Atau kau ingin mengatakan wajah tampan Eron menjijikkan? Wah, kau sangat berani, Athia."


Milaine bergelayut manja di lengan Eron. Pria itu semakin kehilangan kontrol diri karena Milaine tiba-tiba bertingkah aneh. Sementara itu, Athia terbakar api cemburu. Dia marah, tetapi tidak tahu ke mana harus dilampiaskan.


__ADS_2