Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 100 Faza will comeback


__ADS_3

Bima hanya bisa menundukkan kepalanya dan hanya menangis sendu. Seakan ingatannya kembalu muncul, ingatan ingatan buruk yang membuatnya juga menjadi buruk dan memiliki niat buruk.


"Adikku, Vinta!" Ujar Bima dengan mulut bergetar.


"Vinta?" Tanya Aven.


"Kau membunuhnya!" Pekik Bima membuat semua yang ada di sana terkejut.


Namun mereka masih diam sambik menunggu bgaimana kelanjutan cerita dari Bima yang entah benar atau tidak.


"Aku? Hah tidak masuk akal!" Desis Aven.


"Kau memang tidak membunuhnya dengan tanganmu tapi kau membunuhnya dengan sikis?" Lirih Bima.


"Apa maksudmu!" Heran Aven.


"Kau selalu menolak adikku saat dia mengajakmu menikah namun kau malah mempermainkannya! Sejak dia melihat dari keoala matanya sendiri bahwa kau menganggapnya mainan. Vinta hanya menabgis dan menangis sampai kau sudah tidak ingin bertemu Vinta dan hanya kau berikan uang! Adikku menyerah dan akhirnya--" Bima menjeda kalimatnya dan hanya bisa menangis.


Aven terkejut saat mendengar cerita dari Bima yang menjadi kakak seorang yang telah dijadikannya salah satu wanitanya.


"Lalu kenapa kau malah membunuh istriku jika memiliki masalah dengan Aven!" Geram Avan karena mengingat kembali bagaimana dirinya kenunggu sampai satu bulan agr istrinya bangun dari koma namun kenyataannya adalh Bima membuat penantian Avan semakin panjang dan hampir saja kehilangan istrinya.

__ADS_1


"Aku hanya menjalankan perintah! Aku tidak ingin istriku dan anakku yang jadi taruhannya!" Lirih Bima.


Semua terkejut sekali lagi. Entah apa yang dikatakan Bima nyata atau tidak namun Avan dapat melihat kesedihan yang sama saat dirinya juga hampir kehilangan Faza.


Seperti tulus dan memang serius dengan apa yang dikatakannya.


"Siapa yang menyuruhmu?" Tegas Will.


"Aku tidak bisa atau anak dan istriku akan dibunuh!" Isak Bima.


Avan pun mengangkat tangannya tanda menyuruh Will untuk diam. Ia pun berjongkok dan mendekat kan tubuhnya kepada Bima.


"Kau sangat beruntung karena aku setengah percaya padamu! Jika ku berbohong aku sendiri yang akan membunuh anak dan istrimu!" Ancam Avan dan kembali berdiri dan bersiap untuk keluar dari sana.


Avan memutuskan untuk mengurung Bima disana sampai pernyataannya benar. Di saat semua sudah keluar kini tinggallah Aven.


Aven pun juga berjalan mendekat ke arah Bima.


"Maaf telah membuat adikmu tiada!" Ucap Aven.


"Pergilah!" Ketus Bima.

__ADS_1


"Kau tidak tau rasanya kehilangan satu satunya keluargamu!" Timpal Bima.


"Ya aku akui. Namun aku bukanlah lelaki baik jika aku menerima adimu saat itu! Aku hanya bisa berdoa agar adikmu tenang di sana! Dan hanya yang kubisa adalah meminta maaf kepadamu!" Sahut Aven dan berlalu pergi dari sana.


"Semoga saja tuan Avan dapat menemukan istri dan anakku!" Lirih Bima.


...🍀🍀🍀...


Avan pun menyerahkan semuanya kepada Will. Ia hanya ingin segera bertemu dengan siapa yang sudah berani bermain dengannya.


Faza juga sudah diperbolehkan untuk pulang karena tubuhnya yang fit dan cepat dalam pengembalian zat tubuh.


Namun Faza dan Avan masih tinggal di dalam mansion bersama Aven dan Lola karena keselamatan mereka.


Dan juga sampai pelaku yang ingin mencelakai mereka tertangkap.


"Suamiku!" Pekik Faza yang segera berjalan menuju ke arah suaminya.


"Dimana anak anakku?" Tanya Avan setelah mencium kening Faza.


"Anak kita Avan! Kau ini apa apaan aku yang melahirkan aku yang kesakitan dan aku baru pulang dari rumah sakit bukannya menanyai kabarku!" Gerutu Faza.

__ADS_1


"Aku tidak akan menanyai kabarmu jika seperti ini. Kau sudah banyak bicara dan bawel!" Ujar Avan.


"Hish!" Kesal Faza namun juga tersenyum.


__ADS_2