
"Apa semuanya sudah siap?" Tanya Hermawan.
"Sudah tuan!" Jawab para orang suruhannya.
"Bagaimana pun Avan harus bisa menjadi menantuku. Dengan mengumumkan jika Avan akan menikah dengan Thea ia pasti tidak bisa menolak karena scandal. Tinggal tambahkan berita jika Thea sedang hamil hahaha" Girang Hermawan.
"Tapi pah, gimana dengan Rako aku mencintai Rako bukan Avan?" Tanya Thea.
"Kau tetap dengan Rako tapi jangan gegabah seperti dulu!" Ujar Hermawan yang diangguki oleh Thea.
...🍀🍀🍀...
"Kau itu kecil kecil lancang sekali!" Kesal Aven.
"Tuan kenapa? Bukannya tuan menyuruhku untuk mencari seseorang yang mencintaiku?" Heran Lola.
Apa Tuan Aven menyukaiku?
Aven menggaruk tengkuk kepalanya. Ia bingung harus menjawab apa. Gengsinya lebih tinggi.
"Iya aku menyuruhmu saat kita sudah bercerai. Kau itu masih istriku dann kau harusnya menjaga nama baik suamimu!" Elak Aven
Pupus sudah harapan Lola. Aven membuatnya terlalu pede. Kenapa harus berpikiran seperti itu. Tuan Aven tidak akan pernah mencintaiku bahkan menyukaiku saja tidak. batin Lola.
"Cepat tidur dan jangan pernah keluar dari kamar ini!" Tegas Aven membaringkan tubuhnya di ranjang.
Lola pun menghela nafas dan membaringkan tubuhnya di sofa. Aven yang tidak merasakan pergerakan di ranjangnya pun membuka matanya.
Apa dia tidak tidur di ranjang ini.
Aven pun menoleh ke arah sofa dan benar saja Lola tengah terbaring di sana.
"Berani sekali dia menolakku!" Geram Aven.
"Hei lolipop!" Panggil Aven namun Lola tidak bergeming.
"Kau itu tuli?" Kesal Aven.
__ADS_1
"Maaf tuan nama saya Lola bukan lolipop!" Ujar Lola yang merasa kesal jika Aven selalu memanggilnya dengan panggilan lolipop.
"Terserah padaku. Suamimu siapa?" Tanya Aven.
"Tuan"
"Apa suami dipanggil tuan?"
"Tidak!"
"Lalu kenapa kau memanggilku tuan?" Heran Aven.
"Tuan pengecualian!" Jawab Lola dengan santai.
Aven yang geram pun mulai membuka pakaiannya membuat Lola merinding. Ia pun kembali menutupi tubuhnya dengan selimut membuat Aven terkekeh.
"Siapa yang ingin menyentuhmu? Dasar lolipop. Siapkan air aku ingin mandi!" Seru Aven.
Lola pun menghela nafas. Ternyata dugaannya salah.
"Ini sudah malam. Tidak baik mandi di malam hari. Itu bisa membuat tuan masuk angin!" Seru Lola.
Memang itu yang ia rencanakan. Adalah membuatmu kedinginan.
"Kau tidak usah mengaturku! Cepat siapkan!" Tekan Aven.
Lola pun hanya bisa pasrah toh suaminya juga tidak bisa dibantah. Ia pun beranjak dan menuju kamar mandi untuk menyiapkan keperluan suaminya.
"Tuan air nya sudah siap!" Ujar Lola.
Aven pun berjalan menuju kamar mandi. Lola pun juga hendak keluar dari kamar mandi. Namun tangannya tiba tiba dicekal oleh Aven membuat Lola menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Aven.
Mata mereka saling bertemu. Entah mengapa Aven merasa ia sedang sakit jantung. Berdetak dengan cepat. Begitu juga dengan Lola. Dengan segera pun Aven menarik tangannya dan menetralkan jantungnya.
"Siapa yang menyuruhmu pergi!" Ketus Aven.
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Lola.
__ADS_1
"Mandikan aku! "Jawab Aven dengan santainya dan berlalu meninggalkan Lola yang tengah mematung disana.
...🍀🍀🍀...
"Kau masuklah! Buat kejutan aku akan menyusulmu!" Ujar Avan.
"Suamiku kau gila? Untung saja kau suamiku jika bukan aku ingin sekali merontokkan gigimu itu agar tidak seenaknya memerintah orang!" Kesal Faza mengerucutkan bibirnya.
Will yang mendengarnya pun hanya diam walaupun di dalam hatinya ia ingin sekali membenarkan perkataan nyonya nya itu bahwa tuannya itu harus dirontokkan giginya.
Dan jika ia bukan tuanku aku juga akan merontokkan giginya nyonya!
"Kau tenang saja Will akan mengawasimu. Aku harus menelepon dulu!" Seru Avan
"Aku tau itulah kegunaan suami kedua!" Jawab Faza dengan entengnya membuat Avan mendelik tajam ke arah nya.
Mampus sudah diriku ini.
"Will kau ikut denganku saja biarkan dia sendiri!" Geram Avan.
"Oke" Sahut Faza dengan santai dan berlalu memasuki pesta tanpa menghiraukan Avan dan Will yang tengah diam tak berkedip di sana.
"Tuan apa baik jika Nyonya masuk di sana sendirian?" Ujar Will tanpa menoleh ke arah tuannya itu.
"Kau tau? Istriku itu bisa mematahkan ribuan gigi dengan sekejap!" Seru Avan.
"Tuan benar Nyonya memang hebat bahkan berani dengan suaminya sendiri yang kalah omongan dengan istrinya!" Cerocos Will tanpa sadar
"Apa kau bilang!" Pekik Avan.
"Maaf tuan!" Will yang juga terkejut pun akhirnya memilih diam.
"Aku itu bukan kalah omongan tapi memang mengalah daripada nanti akan terjadi perang mulut sepanjang hari!" Jawab Avan yang berlalu dan mulai mendial salah satu nomor di ponselnya.
"Dan perang mulut itu akan dimenangkan oleh Nyonya Faza!" Kekeh Will.
"Will aku mendengarmu!" Teriak Avan.
__ADS_1
...*Follow ig:@Fatmass.s...
...💜Maafya aku lagi sakit jadi jarang up💜*...