
Flashback-
Setelah meminta maaf dan memohon kepada Lola, Aven pun memilih untuk menghampiri Delia untuk memberi peringatan agar tidak menganggu rumah tangganya dengan Lola.
Awalnya Delia terkejut saat Aven ternyata lebih memilih istrinya. Namun dirinya bisa apa. Delia adalah salah satu wanita penghibur yang terpaksa karena suatu keadaan. Itulah yang membuat dirinya masih memiliki hati nuraini sebagai perempuan.
Delia yang mengerti pun akhirnya lebih memilih untuk melupakan Aven. Di saat Aven ingin kembali ia ingat jika besok adalah hari ulang tahun Lola. Ia pun berbalik dan meminta bantuan kepada Delia.
"Del aku minta kau kirim foto dimana kita melakukan itu dulu ke nomor ini. Besok ulang tahun istriku jadi aku ingin memberinya kejutan." Jelas Aven.
"Wah kau menjadi pria romantis sekarang. Baiklah tapi aku hanya punya foto ini dan ini pun tidak sengaja!" Seru Delia.
"Its okey. Just that picture!" Ujar Aven.
Mereka pun menjalani rencana mereka. Aven juga menghubungi Faza. Hanya Faza karena jika ia menelepon Avan maka dapat dipastikan mereka yang sedang honeymoon itu tidak akan kembali. Maka yang harus dihubungi adalah Faza.
"Ck mereka itu mengganggu saja!" Gerutu Avan.
"Ayo suamiku, besok itu ulang tahun sahabatku!" Rengek Faza.
Aven, awas kau!!
Aven yang juga mengingat bahwa Gion adalah orang dimana tempat istrinya curhat pun juga menghampiri Gion. Ia pun juga meminta tolong kepada Gion. Gion yang melihat keseriusan pada diri Aven pun akhirnya mengikuti kemauan Aven dan mempercayakan Lola kepada Aven melihat Aven yang saat ini benar benar dapat membuat Lola bahagia.
Tak lupa juga kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Lola. Leksa dan Ricko sangat senang ternyata anaknya dapat berubah. Inilah waktu waktu yang sangat ditunggu Leksa dari dulu.
"Akh mamah senang banget akhirnya kamu berubah!" Pekik Leksa.
"Mah lepas mah ketampananku bisa hilang!" Ujar Aven.
"Dasar kau itu. Tampan mu sekarang tidak penting karena istrimu yang lebih penting!" Gerutu Leksa.
"Oh iya Ven, Kenapa kau dan istrimu tidak mencoba progam kehamilan. Bukannya Lola sudah lulus?" Tanya Leksa.
__ADS_1
"Aku sedang berusaha jadi Mamah tenang saja!" Ujar Aven dengan gaya cool nya membuat Leksa jengah melihat tingkah anaknya sendiri.
"Baiklah kami akan datang! Terima kasih karena kau dapat ku percaya untuk menjaga putriku!" Seru pak Pras yang bangga dengan Aven.
"Kau dapat membuat putriku bahagia itu saja sudah cukup!" Isak istri pak Pras yang menangis bahagia ternyata suami Lola sudah dapat berubah dan dapat memberikan kebahagian terhadap putrinya.
...🍀🍀🍀...
Dugaan Aven benar jika Lola akan menghubungi Gion. Dan Gion sudah menyiapkan rencana bersama Aven sebelumnya jadi Gion tidak sempat salah paham dengan Aven.
"Lola kau dimana? Aku melihat suamimu sedang bersama wanita menuju hotel! Apakah itu dirimu?" Tanya Gion.
"......."
"Ah syukurlah! Ternyata kalian sangat romantis sampai suamimu menggendong mu!"
"......."
"Kau yang meneleponku, memang kenapa?"
"Aku tau Lola kau pasti sedang bersedih tapi tenang saja suamimu itu akan membayarnya!" Kekeh Gion dibalik telepon saat tiba tiba Lola mematikan teleponnya dengan alasan sambungan terputus.
Tak hanya itu ternyata Lola juga lanjut menelepon Faza.
"Ada apa Lola kau meneleponku?" Tanya Faza.
"........"
"Kau menangis? Kenapa?" Tanya Faza dengan menahan tawanya.
"Faza cepatlah aku sudah tidak tahan!" Ujar Avan tiba tiba membuat Faza mendelik dan benar saja Lola mematikan ponselnya.
"Astaga manusia itu bisa tidak sih lihat kondisi dulu!" Gerutu Faza yang merasa kesal kepada suaminya yang membuat rasa penasarannya hilang.
__ADS_1
Padahal dirinya ingin mendengar bagaimana Lola curhat. Namun semua pupus karena suaminya yang membuat Lola mematikan teleponnya.
"Kau itu kenapa sih!" Kesal Faza.
"Sudah kau jangan banyak bicara. Itu salahmu karena meninggalkanku di saat yang tidak tepat!" Gerutu Avan.
"Sudahlah aku mau istirahat!" Ujar Faza.
"Kau tidak boleh beristirahat sebelum misi ku membuat dirimu hamil itu terlaksana!" Jelas Avan.
"Suamiku aku ini tidak--" Tiba tiba Faza memotong pembicaraannya membuat Avan mendelik.
"Tidak apa?" Selidik Avan.
"Tidak mau melakukannya!" Jawab Faza dengan sedikit gugup.
"Itu bukan urusanmu!" Kekeh Avan membuat Faza mendengus
"Suamiku! tanganmu kenapa seperti itu!?" Tanya Faza membuat Avan melihat tangannya.
"Memang kenapa?" Heran Avan.
"Coba lihat!" Ujar Faza dan mengambil tangan suaminya. Setelah itu ia pun kenali tangan suaminya dengan pengikat rambutnya.
Dan Faza pun memilih untuk kabur berlari menuju kamar mandi.
"Sial! Faza! Faza! Hei!" Teriak Avan yang malah ditinggal Faza.
"Suamiku aku mandi dulu bye bye! Nanti itu akan kulepas. Tapi jika kau bisa sendiri ya buka saja sendiri!" Ejek Faza melambaikan tangannya.
"FAZA!!!!!!!!!"
*Sial ternyata dia semakin cerdik.
__ADS_1
...Selamat membaca*...