
"Kau belikan pakaian untuknya!" Seru Rako kepada suruhannya karena tidak terima saat melihat Kia yang mengenakan pakaiannya yang terlihat sangat menggoda.
Beberapa saat akhirnya suruhan Rako pun memberikan pakaian yang dibelinya kepada Kia. Kia yang berada di kamar hanya bisa pasrah. Toh buat apa lagi kabur jika itu hal mustahil.
Sedangkan Rako di bawah kini sedang merasa kesal karena chef yang ada di apartemennya harus pergi karena acara.
"Kalian tau aku tidak suka masakan luar! Apa pun yang terjadi cepat masakkan makanan dari dapurku sendiri!" Bentak Rako.
Kia sudah selesai. Ia menghela nafasnya saat melihat Rako masih saja sama seperti dulu. Ia tidak suka makan diluar.
"Bagaimana ini aku memang bisa memasak tapi aku takut!" Seru pelayan.
"Aku apalagi!" Sahut yang lainnya.
"Biar aku saja kalian lanjutkan pekerjaan yang lain!" Seru Kia tiba tiba.
Rako yang melihatnya pun hanya bisa diam memperhatikan Kia yang tengah memasak untuknya. Apalagi disaat Kia mengucir rambutnya seolah olah Kia benar benar pantas menjadi seorang istri dimata Rako. Tidak Rako harus menangkalnya. Ia tidak mau sakit hati untuk dua kalinya.
"Makanlah!" Ketus Kia yang menaruh makanannya didepan Rako dan membawa makannya sendiri untuk dimakannya di kamar.
__ADS_1
"Kau mau kemana?" Heran Rako yang sama sekali tidak mendapat sahutan dari Kia.
Rako hanya menggelengkan kepalanya sembari terkekeh melihat Kia yang mengacuhkannya. Ia tahu saat ini pasti Kia membencinya setengah mati. Namun disisi lain ia senang karena Kia memperdulikannya dengan memasakkan sesuatu untuknya.
...🍀🍀🍀...
Di kamar Kia kini selesai dengan acara makannya. Ia pun bersantai di sofa dan menemukan hp di nakas. Dilihatnya ternyata bukan hp miliknya. Sangat sedih karena ia tidak dapat menghubungi siapa pun.
"Jangan menghubungi siapapun atau kau tidak akan memegang ponsel sama sekali!" Pesan singkat tertulis dilayar ponsel itu. Mungkin sudah disiapkan oleh Rako.
Kia pun memilih untuk membuka internet. Saat ini ia benar bena memikirkan sesuatu yang ada dipikirannya. Ia pun mengetikkan sesuatu di ponsel itu.
"Dosa berbuat zina tanpa ikatan pernikahan"
— Berzina adalah salah satu dosa besar dalam Islam. Bahkan bagi umat muslim yang melakukannya wajib dikenakan hukum rajam. Dan kalau ...
— Zina adalah salah satu perbuatan yang dilarang keras oleh Allah SWT. Zina tidak hanya sebatas melakukan hubungan persetubuhan antara laki -laki ...
— Zina dilarang oleh ajaran Islam karena pelakunya akan ... yang dikenakan hukuman hudud, yaitu hukum rajam atau cambuk
__ADS_1
— Zina merupakan bentuk perbuatan dosa yang diancam dengan hukuman had ... tingkat hubungan seksual bebas, hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah.
— Merugikan karena, zina merupakan perbuatan hubungan badan antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah menurut ...
Kia yang melihatnya benar benar merasa sedih. Di sampulnya saja sudah tertulis bahwa zina tanpa sah secara agama merupakan dosa besar. Namun di sisi lain ia telah melakukannya bahkan dua kali.
"Astaughfirullah ya Allah apa yang harus aku lakukan!" Lirih Kia.
Rako yang juga selesai dengan makannya pun berniat melihat Kia. Ia membuka pintu sedikit dan terkejut saat melihat Kia memegang ponsel dengan air mata yang keluar dari sudut matanya.
Rako yang curiga pun mendekat dan menarik ponsel yang dipegang Kia. Ia terkejut begitu juga dengan Kia. Rako terkejut saat matanya membaca ringkasan ringkasan apa yang juga dibaca Kia.
Kia yang menyadarinya pun segera mengelap air matanya dan berlari menuju kamar mandi untuk menghindari Rako. Sedangkan Rako masih diam ditempat membiarkan Kia bersembunyi di kamar mandi.
"Dia menangis karena membaca ini!" Gumam Rako.
Rako menoleh dan menatap ke arah pintu kamar mandi. Tersenyum kecil melihat bagaimana Kia menginginkan pernikahan setelah apa yang dilakukannya.
"Aku memang brengsek! Tapi aku juga yang akan membayarnya!" Seringai Rako.
__ADS_1
Rako pun mendial salah satu nomor yang ada diponselnya dan menghubungi seseorang. Semenatara Kia masih saja sibuk didalam kamar mandi berdoa agar Rako segera pergi dan dirinya dapat berada di kamar dnegan tenang tanpa mengingat kekejaman Rako padanya.
"Kau siapkan semuanya satu jam lagi aku tidak mau tau!" Ujar Rako dibalik telepon.