
Hari hari berlalu.
Hari ini mereka sama sama dikejutkan dengan beritanya pernikahan Will dengan Anggi dan Gavin dengan Anggun. Sangat mengejutkan untuk Avan dan Aven.
Dan lebih mengejutkan Faza dan Lola. Mereka tau bahwa Will sangat terlihat menyukai Anggun dan sekarang malah melamar Anggi.
Semua disibukkan oleh acara pernikahan Si Twin A. Karena seminggu lagi adalah hari H dimana terjadinya acara suci. Ya pernikahan Anggun dan Anggi akan dilaksanakan seminggu lagi.
Namun Faza dan Lola sangat menangkap adanya kejanggalan di antara pernikahan ini. Terlihat bagaimana ekspresi Anggun sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan begitu juga dengan Will.
Ia bahkan sangat jarang sekali berbicara dengan sekitar dan hanya memilih untuk mengurung diri di dalam kamar. Bahkan Anggi sendiri juga tidak tau alasannya.
Anggi terkadang harus mengurus semua pernikahannya. Karena di saat Anggi membicarakan pernikahan selalu saja Anggun seperti menghindar.
Dan lebih anehnya lagi. Anggun selalu terlihat dengan mata merah dan sembabnya. Entah mereka tidak tau apa yang terjadi. Mereka hanya bisa berdoa yang terbaik.
Anggi sudah mencoba untuk bertanya kepada Anggun namun tetap saja Anggun menolak dan akan mengunci diri di kamar. Itulah yang membuat Anggi tidak pernah lagi bertanya pada Anggun dan akan selalu bertanya pada Gavin.
"Aku tidak sabar ingin menyusul mu kak Faza!" Seru Anggi.
"Semoga saja!" Kekeh Faza yang diikuti tawa oleh Leksa, Lola dan Anggi.
Anggun hanya tersenyum tipis. Ia ingin sekali ikut merasakan kebahagiaan yang ada di tengah tengah nya saat ini. Namun kenyataannya ia tidak bisa. Ia sangat tidak dapat menikmati semuanya.
"Sepertinya kita harus buat komedi agar Anggun mau tertawa!" Seloroh Lola yang diikuti persetujuan oleh semuanya.
"Aku tidak apa apa!" Sahut Anggun.
"No! Ayo kita komedi saja! Silahkan Faza!" Ujar Lola.
"Kau yang mau berkomedi kenapa menunjukku, Lola!" Kesal Faza.
"Ya karena kau ahlinya!" Ucap Lola.
"Aku tidak mau!" Timpal Faza.
__ADS_1
"Harus mau!"
"Tidak mau!"
"Mau Faza!"
"Nggak mau Lola"
"Harus mau!"
"Aa Avan!!!!!" Teriak Faza memanggil suaminya.
"Aven!!!!!" Sahut Lola yang juga dengan teriakan.
Leksa hanya bisa menggelengkan kepalanya. Memang sih dua wanita di depannya ini sedang hamil. Namun kenapa tingkah mereka benar benar melebih orang gila.
Leksa tidak dapat membayangkan bagaimana menderitanya para anak anaknya saat menghadapi wanita labil ini.
"Kalian mau buat Anggun tertawa atau tambah parah!" Celetuk Leksa tiba tiba.
"Baiklah lebih baik kak Lola dan Kak Faza saja yang komedi!" Saran Anggi yang disetujui oleh Leksa.
"Oke!" Jawab Lola dan Faza serempak.
"Ceritanya apa ya?" Tanya Faza.
"Emm kau pelakor saja terus aku memarahimu!" Saran Lola.
"Tidak mau kau saja pelakornya!" Sahut Faza.
Namun mereka menghentikan perdebatannya saat melihat Anggun yang malah menitikkan air matanya.
"Anggun?" Panggil Leksa.
"Aku mau ke kamar!" Ujar Anggun yang langsung berlari keluar dari ruangan para perempuan dan berlari melewati para lelaki berkumpul.
__ADS_1
"Anggun kau kenapa?" Tanya Ricko tiba tiba.
Anggun pun menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Ricko sejenak.
"Aku tidak apa apa pah. Hanya kelilipan!" Bohong Anggun yang kembali berlari masuk ke dalam kamarnya.
"Bukannya Anggun memakai kacamata kenapa ia bisa kelilipan?" Heran Gavin sembari menatap calon istrinya.
Will pun hanya diam hanya dia seorang yang tau bagaimana perasaan Anggun. Betapa sedihnya Anggun dan hanya dia juga yang tau kejadiannya.
"Aku menyusul dulu tuan!" Seru Gavin menyusul Anggun.
"Astaga dia itu sidah kubilang untuk memanggilku papah!" Gerutu Ricko.
"Will! Jika kau menikah dengan Anggi ingatlah kau harus ekstra sabar!" Seru Ricko.
"Jangan membuatnya bersedih!" Tegas Ricko dan Will hanya diam.
...🍀🍀🍀...
"Kenapa Anggun malah menangis?" Heran Lola.
"Itu semua karena mu!" Ujar Faza.
"Bukanlah. Tentunya dirimu!" Ujar Lola.
"Kamu Lola!"
"Kamu Faza!"
Leksa dan Anggi yang tadinya terkejut karena Anggun malah menangis sekarang berubah menjadi dengusan karena melihat dua wanita hamil tengah bertengkar.
Kini usia kandungan Faza sudah masuk tiga bulan sedangkan Lola baru menginjak satu bulan.
"Anggi kita keluar dan panggil saja para suami mereka!" Pasrah Leksa.
__ADS_1
"Benar mah!" Ujar Anggi