Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 94 kontraksi? kontruksi? kontrak?


__ADS_3

Setelah selesai dengan pergumulan panas mereka, Avan menyemburkan cairannya kedalam rahim Faza membuat Faza merasa mulas.


"Avan perutku!" Pekik Faza dengan rintihan kesakitan.


"Kenapa? Apa sakit?" Tanya Avan mengelus perut Faza.


Faza hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah pucatnya. Membuat Avan sangat khawatir. Dengan segera Avan pun menggendong tubuh istrinya dan membawanya untuk membersihkan diri.


Dan dengan cepat siaga Avan pun segera membawa istrinya itu menuju rumah sakit. Ia takut terjadi sesuatu pada istri dan kedua anak kembarnya.


"Avan kenapa tambah sakit!" Lirih Faza tiba tiba membuat Avan sedikit berkeringat karena gemetaran.


"Tahan sayang, kau akan baik baik saja!" Titah Avan mengecup kening Faza.


Avan pun tidak membawa mobilnya sendiri. Ia pun memilih untuk diantar karena ia ingin menemani istrinya.


"Cepatlah sedikit!" Pinta Avan pada supir.


Dan dengan lihainya supir itu bekerja dengan sangat baik. Karena keluarga Mahardika memang tidak asal pilih untuk keluarganya.


"Avan hubungi yang lainnya!" Pinta Faza.


"Sial! Aku lupa sayang! Tunggu sebentar!" Ujar Avan mengambil ponsel dari dalam saku dan ditelponnya Leksa terutama.


"Baiklah mamah dan papahmu akan segera kesana!" Ujar Leksa dibalik telepon.


Leksa pun juga memberitahu kepada Anggun dan juga Anggi. Kini mereka telah memiliki suami masing masing. Anggun menikah dengan Will begitu juga dengan Anggi yang menikah dengan Gavin setelah beberapa insiden dan kejadian. Mereka terpaksa harus bertukar pengantin. Bagaimana kisahnya? Cek cerita 'Ikatan Cinta Twin A'.


"Avannn!!! Sakithh!!!!" Teriak Faza tiba tiba.


Dan mobil pun juga sudah sampai membuat Avan segera turun dan membopong tubuh istrinya.


"Kita ke ruang persalinan!" Ujar Rafkan tiba tiba.

__ADS_1


"Bukannya masih sepuluh hari lagi?" Tanya Avan dengan polosnya membuat Rafkan memutar malas bola matanya.


"Aku sudah jelaskan bahwa itu hanya perkiraan dan bisa lebih atau kurang? Kau tidak mendengarkanku?" Kesal Rafkan.


"Akhh sakit!" Teriak Faza tiba tiba sembari mencengkeram rambut Avan.


Namun Avan tidak menimbulkan reaksi apapun. Walaupun sebenarnya sakit namun ia tau kini keadaan Faza lebih menyakitkan dan hanya beberapa rasa sakit yang diberikan Faza kepadanya.


Mereka pun menuju ruang persalinan. Dan Rafkan pun memanggil dokter kandungan untuk persalinan bayi kembar Faza dan Avan. Ternyata setelah diperiksa pembukaan yang terjadi masih pembukaan yang ke empat. Yang artinya harus menunggu dan bahwa kali ini Faza akan melahirkan.


"Kita tunggu sampai pembukaannya sempurna!" Ucap Sang dokter.


"Kau dokter bukan? Kenapa membiarkan yang mau melahirkan?" Kesal Avan tiba tiba membuat dokter itu dan Rafkan pun terkejut.


"Memang jalannya seperti ini tuan!" Jelas dokter.


"Kalau begitu buat jalan lain!" Geram Avan karena tidak tega dengan istrinya yang tengah kesakitan.


"Dok mau dengar? Cepat bantu istriku!" Lagi lagi Avan berkata dengan nada khawatir dan cemas.


"Maaf tuan! Memang wajar jika wanita hamil harus merasakan beberapa rasa sakit!" Ujar dokter dengan ragu.


"Kau dipecat!" Titah Avan tiba tiba.


"Sayang!" Rengek Faza.


"Ini memang jalannya seorang wanita melahirkan! Ini juga yang pertama mungkin akan sangat sakit! Jangan salahkan dokternya! Cukup hibur aku dan beri aku semangat!" Lirih Faza dengan sangat lembut sembari mengusap pipi Avan.


Avan hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan mata tertutup dan tetesan air mata.Ia tidak sanggup melihat istrinya yang tersiksa dan harus menunggu untuk istrinya tersiksa lebih lama lagi.


"Jangan tinggalkan aku! Bertahanlah untuk anak anak kita!" Ujar Avan.


"Tentu Avan!" Seru Faza.

__ADS_1


"Aku ingin minta satu hal!" Timpal Faza.


"Apa sayang? Katakan!" Seloroh Avan.


"Aku ingin kau bilang I Love You!" Lirih Faza dengan tersenyum.


"I love you i love you i love you!" Ujar Avan.


"Terima kasih!" Seru Faza.


"Masih ke enam. Memang akan lama untuk yang pertama kali namun ibu akan kuat jika tuan terus di sampingnya!" Ujar dokter dengan tersenyum.


Rafkan pun keluar dan melihat keluarga Mahardika telah berkumpul.


"Bagaimana keadaan menantuku?" Tanya Leksa.


"Masih kontraksi menunggu pembukaan!" Jawab Rafkan.


"Apa? Kontruksi?" Tanya Aven tiba tiba.


Dan tiba tiba Lola pun memukulnya.


"Awww!"


"Kau pikir Faza itu bangunan? Kontruksi kontruksi!" Gerutu Lola.


"Lalu apa? Kontrak?"


"Awww!"


Kali ini bukan Lola yang memukul tapi Leksa yang memukul Aven.


"Kontrak? Aven kau disekolahkan bertahun tahun bukan malah pintar malah makin oon!" Kesal Leksa.

__ADS_1


__ADS_2