Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 30 bencana 219 untuk Lola


__ADS_3

"Aku tidak mau pakai itu!" Pekik Faza saat Avan menyodorkan CD yang bentuknya sangat seksi.


Bahkan kebanyak semua adalah tali. Faza menggeleng cepat. Fidak mau menggunakan itu tapi karena keadaan Faza pun mengerucutkan bibirnya dan menarik paksa benda itu. Membawanya di kamar mandi untuk dikenakannya.


Lebih baik memakai aset itu dari pada tidak sama sekali!.


...🍀🍀🍀...


Avan dan Faza yang sudah sampai di mansion terheran karena ada Wida, Nasywa dan Indira. Faza tau jika mereka salah satu teman dari kedua mertuanya. Karena saat pernikahannya dengan Avan pun mereka juga hadir.


Leksa pun menjelaskan tentang rencananya kepada Faza dan Avan mengenai perjodohan Aven.


Leksa dan Ricko pun menyuruh salah satu teman Aven yang suka sekali menawarkan wanita. Ricko memaksa pria itu untu memberi informasi kepada Aven jika ia mengirim salah satu wanitanya.


Dan dengan senang hati Aven menerimanya. Menyuruhnya untuk ke hotel dengan nomor 219. Semua akan memantaunya dari kamar 218. Ricko pun memanggil beberapa wartawan melalui orang suruhannya dengan tuduhan anak kedua Ricko memiliki kebiasaan buruk.


Awalnya Avan sedikit ragu karena itu dapat merusak citra keluarga dan perusahaan. Namun Leksa memang dewi yang handal dalam berbagai urusan.


Mereka pun siap pada siang hari waktu itu semua sudah stand by di kamar 218. Tiba tiba dering ponsel Faza berbunyi.


Tring Tring.


"Halo!" Ujar Faza.


"Faza kau dimana aku sudah di apartemen suamimu tidak ada. Aku ingin memberikan tugas tadi karena kau tidak masuk!" Ternyata yang meneleponnya adalah Lola.


Faza mengernyitkan dahinya ia lupa jika memiliki janji dengan Lola.


"Aku di hotel ***** kamu kesini! Dikamar no--"


"Faza Papah dimana?" Tanya Leksa tiba tiba.


"Di kamar 219!" Sahut Faza.


Dan Lola pun langsung mematikan ponselnya dan segera menuju hotel yang disebutkan Faza tadi.


Faza pun menatap ponselnya.

__ADS_1


"Kenapa dimatikan?" Heran Faza.


Faza pun mengangkat bahunya dan menyusul suaminya yang tengah menyiapkan kamera di kamar 219. Setelah dirasa siap Ricko dan Avan pun kembali dan memantaunya dari kamar 218.


...🍀🍀🍀...


Indira juga dipakaikan pakaian yang sedikit menggoda iman agar Aven percaya bahwa dirinya itu memang wanita penghibur.


Aven pun yang sudah tiba duluan segera memasuki kamar hotelnya dengan kartu akses. Tetapi ia lupa untuk menguncinya kembali. Padahal Indira sudah punya kartu akses sendiri.


"Dia benar benar hebat memberiku hadiah seorang wanita!" Kekeh Aven.


"Its time for relaks" Gumam Aven.


Aven pun mengeluarkan benda andalannya. Obat dan sebuah pengaman. Dirinya meminum obat kuat agar dapat lebih perkasa saat melakukannya.


...🍀🍀🍀...


Lola yang sudah sampai di hotel pun segera menuju kamar yang ditunjukkan Faza tadi. Ia melihat kamar dengan no 219 pun segera membuka pintu dan terlihat ruangan yang sangat gelap bahkan untuk melihat tidak bisa.


Tiba tiba Lola mendengar suara pintu hotelnya tertutup dan terkunci. Lola heran siapa yang menutup pintu. Lola pun membalikkan badannya mencoba membuka pintunya tetapi tidak bisa.


"Kenapa tubuhmu kecil!" Gumam Aven.


Lola terhenyuh mendengarnya. Pria? ya dia saat ini sedang bersama pria.


"Lepaskan aku siapa kau! Aku ingin mencari Faza!" Teriak Lola


"Faza? Kau kenal dengan istri kakakku?" Tanya Aven yang mulai dalam pengaruh obatnya.


Lola terbelalak. Dirinya meronta ingin dilepaskan namun Aven semakin mengeratkan pelukannya.


"Kenapa kau memakai kaca mata dan rambutmu! Ah sepertinya dia mengirim wanita yang tidak berkelas!" Gerutu Aven meraba tubuh Lola.


"Lepaskan aku!" Teriak Lola.


"Kurang ajar tolong!! Tolong aku!! tolong!!" Teriak Lila namun tidak satu orang pun mendengarnya.

__ADS_1


Di ruangan no 218, semuanya masih bersantai tidak memantau kamera karena Nasywa bilang Indira masih dalam perjalanan dan terjebak macet. Ricko ternyata tidak benar memanggil wartawan. Dia hanya menyewa orang untuk berpura pura menjadi wartawan. Jika tidak maka citra perusahaan Mahardika akan runtuh.


"Karena kau sudah tidak tahan aku tidak peduli kau harus memberiku servis terbaikmu!" Bisik Aven ditelinga Lola.


"Tuan kau mau apa? Lepaskan aku aku bukan-- mphh!


Teriakan Lola terhenti kala Aven membalikkan tubuhnya dan menyerang bibir Lola. Lola diam.


Inikah ciuman? Kenyal dan manis.


Lola yang segera sadar pun memberontak mendorong tubuh Aven namun kenyataannya Aven malah menggiringnya ke tempat tidur. Lola benar benar ketakutan. Tangan kecilnya dan tenaga kecilnya tidak mampu untuk mengahalau semuanya.


Kaca mata milik Lola pun terjatuh dan sudah pecah. Aven benar benar menyerangnya dengan kasar. Lola ketakutan sampai tangisannya sudah tidak bisa keluar lagi. Memberontak? Bagaimana tangannya sudah diatas kepalanya sendiri dikunci sehingga membuat dirinya tidak bisa bergerak.


Siang itu terjadilah hal yang tidak diinginkan bahkan tidak direncanakan.


...🍀🍀🍀...


"Kenapa lama sekali sudah dua jam lo!" Gerutu Leksa.


Tiba tiba yang ditunggu pun datang. Indira pun segera bersiap namun sebelum itu.


"Tuan!!!" Teriak salah satu orangnya.


"Ada apa?" Tanya Ricko.


"Di...di...didalam..ada....ada wanita...sepertinya...--" Ucapannya terhenti kala semua keluarga melihat di rekaman CCTV.


Mereka terkejut Aven menodai seorang wanita. Wanita itu menangis memeluk tubuhnya sendiri. Faza mencoba mendekat dan mengernyitkan dahinya.


Tunggu! Aku kenal! Oh tidak


"LOLA!!" Teriak Faza menutup mulutnya dan segera berlari menuju kamr no 219


Semua orang terkejut dan akhirnya menyusul Faza berlari. Avan juga terkejut. Dia adalah sahabat dari istrinya. Pertanyaannya kenapa bisa disini bahkan masuk kedalam kamar itu. Batin Avan dan segera menyusul istrinya.


Faza mencoba membuka pintu kamar itu namun dikunci. Avan pun meminta kartu akses pada Indira pun dan membukanya secara kasar membuat Aven dan Lola terkejut.

__ADS_1


...ig:@Fatmass...


__ADS_2