Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 70 kenapa ada banyak anak diperutku?


__ADS_3

Flashback


Avan yang telah selesai dari mandinya dan bersiap untuk bekerja meninggalkan Faza yang tengah tertidur. Namun ia juga harus membangunkan Faza. Bagaimanapun Faza juga masih bersekolah.


Ia pun berjalan dan hendak membangunkan Faza. Namun sebelum itu arah pandangannya melihat ke tempat sampah. Tempat sampahnya memang tertutup namun diluarnya terdapat bungkus obat mungkin Faza tidak memasukkannya karena kelelahan.


"Apa ini?" Gumam Avan.


Tangan Avan terlihat mengepal bungkus obat tersebut. Ia pun mengurungkan niatnya untuk membangunkan Faza dan lebih mengobrak abrik seluruh barang milik Faza. Dan benar saja. Ia menemukan satu renteng obat yang sama ditambah dengan satu botol minuman.


Avan pun mengeluarkan ponselnya dan memfoto obat dan botol minuman itu.


'Itu obat pencegah kehamilan. Bukannya disitu tertulis'


Begitulah isi pesan yang ditulis Rafkan untuk Avan. Avan pun mencoba menarik nafasnya. Ia pun menatap ke arah Faza yang tengah tertidur. Avan pun mendekat dan mengelus puncak rambut istri kecilnya.


Di saat melihat Faza yang menggemaskan saat tertidur membuat dirinya sulit marah kepadanya.


"Kenapa kau melakukannya? Apa kau masih tidak percaya denganku?" Lirih Avan.


"Oke aku akan ikuti permainanmu sampai makhluk kecilku tumbuh disini!" Timpal Avan bergumam sembari mengelus perut Faza.


Avan pun mengambil semua obat dan botol minuman yang dimiliki Faza. Ia menyuruh Will untuk membelikan obat yang sama namun dengan manfaat yang berbeda. Yakni adalah penyubur kewanitaan.


"I love you!" Lirih Avan mengecup sekilas kening dan bibir Faza.


Beberapa saat akhirnya ia pun menaruh obat dan botol minuman pemberian Will di tempat yang sama. Setelah itu ia meninggalkan Faza yang tertidur dan bersiap untuk berangkat bekerja. Ia tidak akan marah dengan istrinya. Yang ia harapkan adalah selalu mendapatkan kebahagiaan untuk keluarganya.


"Will?" Panggil Avan di dalam mobil.

__ADS_1


"Iya tuan?" Ujar Will.


"Bagaimana mengungkapkan perasaan cinta kepada wanita?" Tanya Avan.


Will hanya terdiam.


"Ahh lupakan kau saja tidak pernah memiliki kekasih!" Ejek Avan dengan pedasnya.


'Astaga tuan!" Gumam Will dalam hatinya.


"Tapi tuan apa sulitnya. Tuan tinggal ucapkan I love you saja nyonya Faza sudah sangat senang!" Jelas Will.


"Berhentilah bicara hal yang tidak masuk akal!" Ketus Avan.


Will hanya menghela nafasnya. Avan sengaja berkata demikian karena dia malu, Will ternyata tau jika ia akan menyatakan perasaannya kepada Faza. Jelaslah tau memang wanita yang kau jadikan istri itu orang lain?.


"Tapi Will kenapa saat sudah ingin mengatakannya kenapa sulit sekali diucapkan!" Gerutu Avan.


"Dasar bucin! Kau tau itu semua darimana? Atau jangan kau ngadi ngadi?" Seloroh Avan.


"Astaga tuan! Saya.memang tidak pernah berhubungan dengan wanita namun saya bukan seseorang yang bodoh dalam hal cinta!" Pekik Will.


"Benar juga!" Gumam Avan.


Flashback end.


"Jadi kau sudah tau?" Pekik Faza.


Avan hanya diam. Dalam hatinya rasa marah karena Faza yang telah menggunakan pencegah kehamilan tanpa seijinnya masih ada. Namun ia tidak mungkin untuk memarahi wanita yang disayanginya. Apalagi wanitanya kini tengah mengandung anaknya.

__ADS_1


"Sepertinya anak kalian kembar!" Sahut Rafkan tiba tiba.


"Apa?!" Pekik Faza.


"Lihatlah terdapat dua janin!" Seru Rafkan.


"Kenapa ada banyak anak diperutku?" Seloroh Faza.


"Avan aku tidak mau hamil!" Rengek Faza yang akhirnya menangis.


"Eh!" Kaget Rafkan saat melihat Faza menangis.


Avan pun menghela nafasnya. Ia pun menyuruh Rafkan untuk keluar dari kamarnya. Setelah Rafkan keluar ia merengkuh tubuh wanitanya. Memeluknya, memberi ketenangan Faza yang tengah menangis.


"Kenapa kau tidak mau mengandung anakku?" Tanya Avan.


Faza tidak menanggapi dan hanya menangis membuat Avan menghela nafasnya.


"Bukannya aku tidak mau! Aku belum siap! Aku aku....hiks hiks!" Isak Faza.


"Faza!" Tekan Avan.


"Kenapa kau belum siap?" Tanya Avan mencoba bersabar menghadapi istrinya.


"Aku tidak mau hamil dulu! Aku ini masih umur 19 tahun!" Seru Faza mengelap ingusnya.


"Aku terlalu muda untuk hamil! Aku masih takut!" Timpal Faza.


"Kau tidak perlu takut! Ada aku di sisimu!" Ujar Avan.

__ADS_1


"Memang kau mencintaiku?" Tanya Faza berharap.


"Aku...


__ADS_2