Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 38 ide cemerlang


__ADS_3

Faza keluar dari kamar mandi dengan mengerucutkan bibirnya. Bagaimana tidak. Suaminya itu bilang jika Thea ulang tahun malam ini tetapi dirinya malah digempur habis baik di atas ranjang maupun di dalam kamar mandi.


"Ayo cepatlah! Kenapa kau lambat sekali!" Seru Avan.


"Dari tadi juga kau yang membuang waktu!" Kesal Faza.


Avan hanya terkekeh. Membiarkan istri kecilnya. Sampai tiba tiba pintu kamar pun diketuk.


"Tuan! Bisakah tuan bisa selesai dengan Nyonya Faza? Ini para MUA sudah menunggu lama Tuan beruwuw dengan Nyonya!" Ejek Will dibalik pintu.


Di sana para MUA sudah menahan tawanya. Ia tahu jika Will sengaja berbicara itu agar tuannya segera membuka pintu. Dan benar saja, Avan mengepalkan tangannya merasa kesal dengan sekretarisnya yang kurang ajar.


"Akan kurontokkan gigimu Will!" Geram Avan.


"Suamiku lebih baik kau keluar, di sini yang salah memang kau bukan Will.!" Geram Faza membuat Avan mendengus.


Avan pun membuka pintunya dan mempersilahkan para MUA untuk mempermak istri kecilnya untuk menghadiri malam ulang tahun anak dari Hermawan. Atau lebih tepatnya mantan kekasih Avan.


MUA mulai memberikan sentuhan terbaik mereka untuk Faza. Sedangkan Avan yang sudah bersiap pun turun dan menunggu istrinya untuk turun.


"Kak Avan, Faza nya dimana?" Tanya Lola.


"Di atas!" Jawab Avan.


Aven pun lewat dengan pakaian yang sudah diganti dengan pakaian santainya. Lola yang melihatnya terkejut.


Bukannya Tuan Aven ingin keluar dengan kekasihnya?


"Tumben sekali dirimu itu tidak keluar!" Ejek Avan.


"Hei aku ini menjaga perasaan seseorang yang menyukaiku!" Jawab Aven tanpa melirik atau menoleh ke arah Lola.

__ADS_1


Avan yang mendengarnya menautkan alisnya. Pandangannya beralih ke pada Lola yang juga heran dengan perkataan suaminya. Memang siapa yang menyukainya?.


Avan pun mengangkat bahunya dan kembali fokus kepada ponselnya.


Sampai suara ketukan high hells terdengar.


Semua pun mengalihkan pandangannya ke arah yang turun. Siapa lagi jika.bukan Faza.


Cantik sekali istriku. Kalau begini.ia terlihat dewasa dan elegan.


"Suamiku ini berat sekali. Aku mau pakai baju kupu kupuku saja" Gerutu Faza


Baru saja Avan memujinya sudah dihancurkan oleh sifat kekanak kanakan Faza. Masih saja membahas baju kupu kupunya. Lola yang mendengarnya hanya bisa terkekeh kecil. Sedangkan Aven terus saja menatap ke arah kakak iparnya tanpa berkedip.


Avan yang menyadarinya segera melempar bantal ke arah Aven. Dan menghampiri istrinya.


"Kau sangat cantik by!" Seru Avan.


"Istrimu sangat cantik. Untukku saja!" Ujar Aven dengan lamunannya.


Lola yang mendengarnya pun menoleh begitu juga dengan Avan dan Faza. Faza pun melihat ke arah Lola yang tengah menundukkan kepalanya itu sampai Faza pun memiliki sebuah ide cemerlang.


"Will!!" Teriak Faza memanggil Will.


Will pun mendekat ke arah nyonya nya dan Faza pun mulai membisikkan sesuatu.


Will pun mengangguk dan menggandeng tangan Lola secara tiba tiba membuat Aven yang duduk dengan santainya itu berdiri.


"Hei kau mau apa dengan istriku!" Teriak Aven.


"Maaf tuan Aven yang terhormat. Saya sekarang adalah pacarnya Lola saat ini jadi saya mohon untuk anda tidak menyakiti kekasihku lagi!" Jawab Will dengan santainya.

__ADS_1


Lola pun heran dan menatap ke arah Faza yang berkedip ke arahnya. Hanya bisa menghela nafas berpikir apa yang akan direncanakan Faza lagi. pikirnya.


"Kau!! Kembalikan istriku!" Bentak Aven.


Will pun membisikkan sesuatu di telinga Lola.


"Nyonya bekerja samalah. Akuilah aku sebagai kekasihmu. Ini hanya permainan dan ide cemerlang dari Nyonya Faza!" Bisik Will.


Lola yang mengerti pun mengeratkan tangannya pada genggaman Will. Aven yang melihatnya terkejut.


"Bukannya tuan menyuruhku untuk mencari pria yang aku sukai? Aku sudah menemukan cintaku!" Seru Lola dengan sedikit gugup.


Faza pun tersenyum puas sedangkan Avan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat drama yang ada di depan matanya yang direncanakan oleh istri liciknya.


"Siapa yang menyuruhmu! Cepat kembali kekamar!" Teriak Aven dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Maaf tuan, anda tidak bisa memaksa kekasihku!" Seru Will.


"Dia itu istriku bukan kekasihmu!" Bentak Aven.


"Bukankah tuan yang--"


"Cukup! tidak ada bantahan!" Ujar Aven menarik tangan Lola.


"Tuan!"


Aven terus menarik tangan Lola tanpa menghiraukan semua orang yang menatapnya. Faza hanya bisa tertawa sedangkan Will hanya bisa menghela nafas akhirnya ia sudah selesai dengan perannya. Sungguh nyonya nya itu bisa menjadi rubah licik dan cerdik. Bahkan lebih cerdik dari suaminya sendiri.


"Lihatlah saudara mu itu kenapa gengsi sekali!" Ejek Faza kepada Avan.


"Sudahlah kau itu benar benar! Will siapkan mobil kita berangkat sekarang!" Pinta Avan yang diangguki oleh Will.

__ADS_1


...Follow ig:@Fatmass.s...


__ADS_2