
Sepulang sekolah Faza seperti biasa ia akan berjalan tidak menunggu Avan menjemputnya. Lagian Avan juga tidak memberi tahunya akan menjemputnya.
Kali ini Faza tidak bersama sahabatnya. Sahabatnya ada urusan masing masing jadi Faza pulang sendiri. Sampai tiba tiba sebuah mobil akan menyerempetnya.
"Hei ! Kalo nggak bisa nyetir mobil mending nyetir becak aja sana!" Kesal Faza.
Orang yang ada di dalam mobil pun terkejut. Orang itupun turun dan berjalan dengan gaya kerennya. Sangat tampan namun ada yang mengganjal di mata Faza. Bukannya itu?
"Suamiku?" Tanya Faza.
Orang itupun terkejut. Ya dia adalah Aven, saudara kembar Avan.
"Hei dari mana kau bilang aku suamimu. Kenal saja tidak!" Kesal Aven.
Aven
...🍀🍀🍀...
"Tapi suamiku wajahnya sama sepertimu!" Seru Faza.
"Kau gila? Kau masih SMA dan menikah? " Heran Aven menatap Faza dari ujung rambut sampai ujung kepalanya.
Faza hanya mengangguk. Tiba tiba ingatannya kembali berputar saat Leksa berkata jika anaknya ada lima yang tiga kembar dan yang dua juga kembar. Faza juga mendengar Anggi berkata Kak Aven.
"Kau anaknya Mamah Leksa?" Tanya Faza.
Aven terkejut mendengarnya. Bagaimana dia tau mamahnya? Kenapa memanggilnya Mamah pikir Aven.
"Kau itu siapa?" Heran Aven.
"Pantas saja kau tidak mengenalku. Kau saja tidak datang acara pernikahan kakakmu!" Ketus Faza yang langsung berlari meninggalkan Aven yang masih terdiam di sana.
Apa orang ini peramal? atau penyihir? Bagaimana bisa tau semuanya?
"Menarik!" Gumam Aven.
Aven pun kembali melajukan mobilnya menuju tempat tujuannya. Di dalam mobil pikirannya terus berkecamuk di mana mengingat Faza dengan tingkah lucu dan imutnya.
ia tidak tau jika dia adalah istri dari saudaranya sendiri.
...🍀🍀🍀...
"Kau tunggu disini!" Ujar Avan mempersilahkan Aven apartemennya karena ada pembahasan tentang proyek mereka.
Ya Aven pertama menuju kantor perusahaan Avan. Sampai Aven selalu saja mengganggu Avan dan membuatnya menuruti permintaan saudaranya itu untuk ke apartemennya.
__ADS_1
"Dimana istrimu?" Tanya Aven.
Avan hanya diam sampai Faza keluar dengan hanya menggunakan daster berwarna coklat dan rambut yang hanya dikucir namun masih menyisakan beberapa rambut karena rambutnya yang pendek. Hanya sebatas lutut membuat Faza terlihat sangat cantik, imut dan seksi.
"Kau!" Teriak Aven saat melihat Faza.
Faza yang melihatnya juga terkejut namun ia santai saja karena sudah tau jika Aven saudara kembar suaminya. Pantas saja wajahnya sangat mirip.
"Tunggu kau! Kenapa kau disini? Apa kau bekerja disini?" Tanya Aven.
"Tapi kenapa kau memakai pakaian itu kau terlihat sangat seksi!" Gumam Aven yang mendapat bogeman dari Avan secara tiba tiba.
"Berani kau menggoda istriku!" Kesal Avan dengan kiatan marahnya.
"Istri?" Kejut Aven.
Aven pun mengusap bibirnya dan beralih memandang Faza dan Avan bergantian. Cukup lama dan akhirnya dia tertawa membuat Avan jengah dan menyesal karena mengajak saudaranya itu.
"Kau menikahi gadis SMA? hahaha! Apa pesonamu sudah pudar?" Seloroh Aven.
Avan hanya memutar malas bola matanya. Hanya menatap Faza merasa kesal kenapa harus memakai pakaian itu. Dan kenapa dia sangat menggoda jika hanya menggunakan pakaian itu. Pikir Avan.
"Aku lupa waktu kecil lama sekali kita saling mengutuk!" Timpal Aven yang masih dengan tawanya.
"Kutukanmu padaku tidak terbukti sedangkan kutukanku? Hahaha Kau benar benar menikahi gadis SMA" Seloroh Aven dengan tawa yang semakin kencang.
"Hey istrimu itu sangat cantik dan mantap sekali kalo boleh aku tarik kutukanku dan biarkan istrimu itu menjadi istriku saja!" Seloroh Aven.
"Jika kau masih ingin disini jaga mulutmu atau aku akan membuatmu menyesal!" Kesal Avan.
Aven mendengus kesal. Saudaranya itu tidak bisa diajak bercanda. Aven terus saja menatap Faza yang tengah memasak itu. Harapannya pupus sudah untuk.bermain dengan Faza. Avan yang menyadari tatapan dari saudaranya pun merasa kesal dan memukul pipi saudaranya itu.
"Aww!" Pekik Aven membuat Faza juga terkejut.
Sedangkan Avan dengan santainya masih mengotak atik hpnya tidak memperdulikan Aven yang tengah menatap tajam ke arahnya.
Avan dan Aven pun melanjutkan percakapan mereka mengenai pekerjaan yang tadi mereka bahas di kantor sembari menunggu masakan Faza telah siap saji.
...🍀🍀🍀...
*Di Apartemen Milik Aven.
Waktu itu Leksa ingin berkunjung di apartemen milik anaknya, Aven. Namun nihil hasilnya membuat Leksa kesal sendiri. Anaknya yang satu itu jarang jika bermalam di apartemen. Leksa tau akan hal itu. Sekali ke apartemen pastinya anaknya itu membawa wanita untuk memuaskan hasratnya.
Sampai seorang wanita menghampirinya.
"Tante siapa?" Tanya wanita itu.
__ADS_1
Leksa menoleh ke arahnya. Terlihatlah wanita cantik dengan pakaian yang press body. Tak lupa dengan make up dan harumnya wanita itu membuat Leksa mual sendiri.
"Kau yang siapa?" Ketus Leksa.
"Aku ingin menghampiri kekasihku disini apartemennya. Tante itu yang siapa bisa masuk ke apartemen milik kekasih saya!" Gerutu Wanita itu yang bernama Delia.
Leksa melotot mendengarnya. Apa sekarang apartemen anaknya jadi penampungan para wanitanya. Leksa kesal sendiri mengingat tingkah anaknya.
Leksa yang masih penasaran pun ingin mengajak wanita itu berbicara.
"Kau kekasihnya Aven?" Tanya Leksa.
"Iya bagaimana tante bisa tau?" Heran Delia.
"Itu tidak penting aku ingin tanya bagaimana saat kau disini bersama Aven!" Tanya Leksa yang sudah dikelabuti rasa penasarannya.
"Kita berpacaran lah. Kita akan bercinta setiap siang. entah mengapa harus siang tapi dia itu benar benar hebat dalam ranjang!" Jawab Delia.
"APA?" Pekik Leksa.
Astaga anak itu benar benar.
"Setelah itu?" Heran Leksa menahan amarahnya.
"Ya aku disuruh pulang dengan dikasih uang!" Seloroh Delia.
"APA?" Pekik Leksa lagi.
"Tante kenapa terkejut!" Heran Delia.
"Lebih baik kau pulang asal kau tau ini adalah APARTEMEN MILIK ANAKKU!" Bentak Leksa.
Delia terkejut mendengarnya dirinya pun melangkahkan kakinya keluar dari apartemen meninggalkan Leksa yang tengah merah padam merasakan amarahnya mengingat perlakuan Aven yang benar benar suka sekali turun ranjang dengan banyak wanita.
Sampai tiba tiba seorang wanita yang berbeda datang kembali dengan pakaian tak kalah seksinya.
"Siapa kau?" Heran Leksa.
Wanita itu juga terkejut.
"Ah kau pasti pelayannya? Aku ini kekasihnya Aven dan aku kesini ingin mengambil uang hasil bercinta dan memuaskan nafsu Aven tadi pagi!" Ujar wanita itu dengan santainya.
"APA? SEKALI LAGI KELUAR DARI APARTEMEN INI SEBELUM AKU MENCAMBIK AREA YANG DIMASUKI OLEH ANAKKU!" Teriak Leksa dengan sekencang kencangnya membuat wanita itu terkejut.
Aku harus menyusun rencana agar anak itu tidak semakin gila otaknya.
...ig:@Fatmass.s...
__ADS_1
note: Untuk cerita yang Alva dan Twin A itu masih rencana ya belum diterbitkan. Nunggu novel ini tamat dulu 😊