Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 64 make baby


__ADS_3

Selama perjalanan Faza hanya diam begitu juga dengan Avan. Bahkan sesampainya di mansion Faza tidak memperdulikan Aven dan Lola yang tengah bermesraan di depan tv bersama Twin A. Ia langsung memasuki kamarnya.


"Hei bro istrimu itu kenapa?" Tanya Aven.


"By!" Lirih Lola menggelengkan kepalanya agar suaminya itu tidak ikut campur urusan rumah tangga sahabatnya.


Avan tidak menghiraukan. Ia pun berjalan menyusul istrinya. Terlihatlah Faza.


yang tengah berdiri dibalik kaca ia akan bersiap untuk membersihkan dirinya.


Namun tiba tiba Avan memeluknya dari belakang membuat Faza terjengkit karena kaget.


"Lepaskan! Aku mau mandi!" Ujar Faza.


"Kau marah? hem?" Tanya Avan menaruh dagunya di bahu Faza.


Begitu saja nanya! Gerutu Faza di dalam hatinya.


Faza terus memberontak agar melepas pelukan suaminya. Namun hasilnya nihil. Avan terus memeluk erat tubuh Faza. Faza pun akhirnya hanya bisa pasrah dan mengumpat suaminya itu.


Avan pun membalikkan tubuh Faza dan menatap intens matanya. Pancaran kekecewaan dan sakit hati ada di mata itu. Saat Avan hendak mencium bibir Faza, Faza lebih dulu mendorong tubuh kekar Avan dan berlari ke kamar mandi.


"Kau habis berciuman dengan wanita lain terus maksudmu dengan seenaknya kau menempelkan bekas wanita lain itu kepadaku?" Geram Faza sebelum akhirnya menangis dan mengunci kamar mandinya.


Avan yang mendengarnya tersentak. Ia pun menghela nafasnya. Di sisi lain ia bingung harus berbuat apa. Kia mengancamnya dengan kalimat yang benar benar membuat Avan berada di ambang dua pilihan.


Flashback-.

__ADS_1


"Jawab aku apa kau sudah punya wanita lain?" Tanya Kia.


"Aku sudah memiliki istri!" Jawab Avan dengan lantang.


Kia terkejut mendengarnya. Ia tau semua ini berawal dari kesalahannya. Namun jujur ia masih menginginkan Avan. Namun bagaimana jika Avan sudah menikah. Rasanya ingin sekali Kia berteriak.


"Kau jahat!" Teriak Kia.


"Aku tidak salah karena ini semua berawak karena kau jika saja waktu itu kau memperbolehkanku menunggumu. Dan andai saja waktu itu kau tidak meninggalkanku!" Ujar Avan.


"Aku mohon Avan aku masih mencintaimu!" Rengek Kia.


"Tapi aku tidak mencintaimu lagi. Aku hanya mencintai istriku!" Ucap Avan yang terus memperhatikan Faza dari balik kaca mobil yang tengah meringkuk.


"Avan! Aku tau aku salah tapi jika kau tidak memberiku kesempatan maka aku akan membuat istrimu yang menanggung akibatnya. Kau tau siapa kedua orang tuaku!" Ancam Kia membuat Avan terkejut.


"Dan kau lupa siapa keluarga Mahardika!" Seringai Avan membuat Kia tidak berkutik.


"Cobalah jika kau mampu!" Timpal Avan.


Kia pun hanya tersenyum sinis. Ia pun mencium bibir Avan tiba tiba. Membuat Avan terkejut. Dan di waktu itu Faza tengah mendongakkan kepalanya dan kembali menundukkan matanya.


Avan pun mendorong kasar tubuh Kia membuat Kia terpental. Ia pun mengepalkan tangannya dan berniat untuk mencari tau siapa istri Avan dan menghancurkan kehidupan rumah tangga Avan.


Flashback end-


"Aku akan tetap memilih dirimu!" Lirih Avan menatap pintu kamar mandi yang ia tau mungkin Faza saat ini tengah bersedih.

__ADS_1


Dan berselang lama Faza akhirnya pun keluar. Ia langsung membaringkan tubuhnya di sofa tanpa menghiraukan Avan. Avan pun hanya tersenyum kecil melihat Faza yang tengah merajuk itu.


Ia pun beralih kekamar mandi dan membasuh muka membersihkan mulutnya. Setelah itu ia pun menghampiri Faza dan menggendongnya tiba tiba membuat Faza membuka matanya.


"Avan turunkan aku!" Pekik Faza.


"Kau berani memanggilku Avan? Ha?" Ujar Avan.


"Biar saja!" Ketus Faza.


"Dengarkan aku! Aku mau kau percaya padaku dan melindungi dirimu!" Jelas Avan membuat Faza mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?" Heran Faza.


Avan pun melempar tubuh kecil itu dan menindihnya. Ia pun menonyor kening Faza dengan telunjuknya karena gemas dengan sang istri.


"Kau pikir aku memilih wanita lain daripada istriku?" Selidik Avan membuat Faza terdiam.


"Aku memilihmu!" Ujar Avan yang berakhir dengan ciuman.


Faza terdiam mencoba mencerna kalimat 'aku memilihmu' Bukankah harusnya ia senang? Faza yang masih bingung itupun mencoba menarik kepala suaminya.


"Jelaskan Avan aku tidak paham! Lalu kenapa kau berpelukan dan berciuman!" Gerutu Faza mengerucutkan bibirnya.


"Kau tidak tau yang sebenarnya!" Ujar Avan.


"Tapi--"

__ADS_1


"Berhentilah bicara kita harus make baby dulu!" Seringai Avan membuat Faza mendelik dan memukul dada Avan.


...Selamat membaca...


__ADS_2