Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 59 pemutusan hubungan


__ADS_3

Lola segera turun dari mobilnya. Ia sama sekali tidak menghiraukan Aven. Aven yang melihatnya hanya bisa menghela nafas. Ia tahu kesalahannya. Namun akan sulit u tuk membuat Lola kembali percaya kepadanya. Apalagi Lola melihat sendiri bagaimana Delia yang bersikap romantis di depan Lola dan Aven hanya diam saja.


Aven pun segera memarkirkan mobilnya dan berlari menyusul Lola. Di dalam kamar Lola hanya diam dengan pandangan kosongnya. Aven pun mendekat dan membawa Lola ke dalam pelukannya.


"Maaf!" Hanya kata itu yang terucap dari mulut Aven. Itupun juga terucap sangat lirih.


"Tuan lepaskan!" Seru Lola.


"By!!" Rengek Aven yang semakin mendekap erat tubuh Lola.


"Aku sudah lulus dan tuan bisa menceraikanku!" Ujar Lola tiba tiba.


Aven tersentak mendengarnya. Ia pun melepas pelukannya dan menatap intens ke arah Lola yang sama sekali tidak menatapnya.


"Aku tau aku salah! Aku tidak mungkin bertindak gegabah. Kau tidak lihat media menganggap kita sebatas kakak adik dan yang publik tau adalah aku berpacaran dengan Delia!" Jelas Aven.


Lola hanya bisa menghela nafasnya.


Tiba tiba Aven menundukkan tubuhnya membuat Lola terkejut.


"Tuan!" Lirih Lola.


"Aku tidak mau berpisah denganmu! Aku akan berpisah dan memutuskan hubunganku dengan Delia. Aku memang laki laki bejat namun aku ingin kau mengubahku menjadi imam yang kau inginkan!" Seru Aven membuat Lola terhenyuh.

__ADS_1


"Aku akan mencoba tapi untuk rasa aku masih ragu!" Ucap Lola.


Aven pun memahaminya dan kembali memeluk tubuh Lola.


"Maafkan aku!" Seru Aven yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala.


...🍀🍀🍀 ...


Sore hari Aven sudah tidak berada di mansion. Lola yang selesai dengan mandinya tiba tiba dikejutkan oleh foto yang membuatnya tercekat.


Ya dan itu foto dimana adegan panas Aven dan Delia. Lola tidak sadar jika kini matanya benar benar sudah menggenang air matanya. Dan satu tetes berhasil lolos dari matanya.


Ia tidak tau mungkin saat ini ia sudah memiliki rasa kepada suaminya namun apakah rasa itu sekarang pantas? Lola berharap kehidupannya sama seperti sahabatnya yang sangat bahagia dengan kakak iparnya.


Lola pun yang sudah tidak sanggup melihat foto nya pun lebih memilih untuk menelepon Gion. Sangat lama dan akhirnya Gion pun menjawab.


"Lola kau dimana? Aku melihat suamimu sedang bersama wanita menuju hotel! Apakah itu dirimu?" Tanya Gion tiba tiba.


Lola terkejut mendengarnya. Apakah ini yang dinamakan pemutusan hubungan?. Lola hanya bisa menahan suaranya agar tidak mendengarkan kepada Gion bahwa dirinya benar benar merasa ingin sekali menumpahkan air matanya.


Aven sama sekali tidak dapat dipercaya. Lola sudah memutuskan hubungan dengan Aven saat ini. Itu adalah keputusan yang baik menurut Lola.


"i..iya!" Jawab Lola.

__ADS_1


"Ah syukurlah! Ternyata kalian sangat romantis sampai suamimu menggendong mu!" Seru Gion yang semakin membuat Lola tidak kuat mendengarnya.


"Gion a...aku tu..tup dulu!" Seru Lola.


"Kau yang meneleponku, memang kenapa?" Heran Gion.


"A..aku ha..nya ingin bilang ka..kalau kalau aduh Gion sepertinya sinyal ku putus aku tutup ya tut tut!" Seru Lola yang langsung mematikan ponselnya.


"Hiks hiks!" Tangis Lola yang tidak dapat dibendungnya. Tangisnya benar benar sudah pecah.


Aven membuatnya memberikan harapan kepada seorang yang akan membuatnya semakin jatuh. Apa kata 'i love you' waktu itu hanya sebatas kata mutiara agar Lola tidak pergi darinya dan hanya dimanfaatkannya.


Setelah beberapa saat akhirnya Lola sudah dapat menahan air matanya. Ia pun kembali mengambil ponselnya dan menelepon kepada sahabatnya. Siapa lagi jika bukan Miss Heboh, Faza.


"Ada apa Lola kau meneleponku?" Heran Faza.


"Faza aku..aku hiks hiks!"


"Kau menangis? Kenapa?" Tanya Faza antusias.


'Faza cepatlah aku sudah tidak tahan!' Seru Avan dibalik sana membuat Lola mematikan ponselnya tiba tiba. Ia tidak ingin mengganggu Avan dan Faza saat ini. Walaupun dirinya sendiri butuh sandaran.


Lola hanya bisa meratapi nasibnya. Ia pun pada akhirnya memilih untuk merebahkan dirinya. Air matanya keluar tanpa ijin. Bahkan saat ini Lola sudah kelelahan dan pada akhirnya ia pon memilih tidur untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


...selamat membaca...


__ADS_2