
Faza yang sudah terkapar lemas membuat Avan benar benar merasa puas. Ia pun membangunkan tubuhnya dan menelepon Will untuk menyelesaikan masalahnya. Di saat ia melihat ponselnya banyak sekali panggilan dari Ricko dan juga Will.
Karena Avan yang tengah sibuk untuk menghukum istrinya ia pun tidak sempat mementingkan masalahnya. Yang terpenting untuknya hanyalah dirinya dan istrinya.
"Tuan, Tuan sudah mendengar berita itu?" Tanya Will.
"Aku tau untuk itu kau selesaikan semuanya!" Pinta Avan.
"Baik tuan!" Seru Will.
Avan pun mematikan ponselnya dan kembali membaringkan tubuhnya di samping Faza yang sudah tertidur. Kamarnya bahkan sudah seperti kapal pecah karena aktivitas mereka.
"Kapan kau akan tumbuh!" Seru Avan mengelus pelan perut rata Faza dan beralih mengecup keningnya.
Avan pun ikut memejamkan matanya dan menyusul istrinya menuju alam mimpi. Honeymoon mereka benar benar hanya penuh dengan rasa lelah tanpa melakukan perjalanan menelusuri wisata di Amerika.
...🍀🍀🍀...
Di sisi lain Will tengah mendatangi Thea dan menyelesaikan urusan yang membuat nama baik bukan hanya Avan tapi juga perusahaan tercemar.
"Silahkan anda nona Thea untuk meluruskan berita yang telah anda buat sebelum saya dan tuan Avan bertindak!" Ancam Will.
"Will kau pikir aku takut? Aku akan meluruskan berita itu asalkan bilang kepada Avan untuk bercerai dengan Faza!" Kesal Thea.
"Untuk apa saya melakukan itu?" Tanya Will dengan santai nya.
"Kalau begitu aku tidak akan pernah meluruskan berita itu!" Geram Thea.
__ADS_1
"Saya bahkan bisa meluruskannya sendiri. Bahkan saya dan tuan Avan yang akan memenjarakan anda atas kasus pencemaran nama baik. Tidak hanya itu tetapi foto hubungan anda dengan Rako juga akan tersebar!" Jelas Will
Thea melotot mendengarnya. Ia tidak habis pikir ternyata sekretaris dari mantan kekasihnya sangat cerdik. Ia juga bingung jika ia tetap melanjutkan permainannya maka karir modeling dan nama baiknya yang akan tercemar. Thea juga akan dipenjara ia pun akhirnya memilih untuk mengikuti permintaan Will.
"Baiklah, tapi aku tidak akan menyerah dan lihat saja kau yang akan ku singkirkan terlebih dulu!" Geram Thea yang langsung beranjak dari sana.
"Sialan! Aku harus menyingkirkan sekretaris sialan itu!" Geram Thea.
"Aku butuh Rako!" Gumam Thea yang melangkahkan pergi menuju apartemennya sendiri.
...🍀🍀🍀...
"Ada apa denganmu?" Heran Rako saat tiba tiba Thea memasuki apartemennya.
Thea hanya mengerucutkan bibirnya dan malah duduk di pangkuan Rako.Dan Rako menerimanya dengan senang hati. Mereka menjalin hubungan telah lama bahkan sebelum Thea berhubungan dengan Avan.
Awalnya Rako merupakan sahabat dari Avan. Namun karena wanita membuat mereka bertengkar hebat. Avan dulu memiliki kekasih dimana Rako juga nyaman dengan wanita yang menjadi kekasih Avan. Namun pada akhirnya wanita itu meninggalkan Avan dan memilih untuk ikut orang tuanya ke Spanyol.
Awalnya Avan berniat menunggu kekasihnya. Namun wanita itulah yang melarang Avan untuk menunggunya karena ia tidak memiliki kemungkinan untuk kembali.
"Bagaimana cara agar Avan dan istrinya itu berpisah!" Geram Thea.
"Bukannya berita itu akan membantumu?" Heran Rako.
"Sekretaris sialan itu membatalkannya!" Ujar Thea.
"Will?" Tanya Rako dan Thea hanya mengangguk.
__ADS_1
"Memangnya ia kenapa?" Tanya Rako.
"Dia mengancamku akan memenjarakan ku dan menyebar foto panas kita!" Gerutu Thea.
"Kita lakukan cara lain!" Seru Rako.
Mereka pun akhirnya jatuh ke ranjang dan melakukan hubungan terlarang mereka.
...🍀🍀🍀...
"By sudah perutku keram!" Pekik Lola.
Aven pun semakin mempercepat permainannya dan menyudahinya. Kemudian ia pun mengelus perut Lola.
"Apa masih sakit? Apa perlu ke dokter?" Tanya Aven.
"By memang jika aku ke rumah sakit bilangnya sakit karena kau selalu melakukannya?" Kesal Lola.
"Kenapa kau jadi cerewet. Dulu saja kau sangat pendiam!" Heran Aven.
"Karena ini sifat asli ku!" Jawab Lola.
Aven pun hanya terkekeh. Ia pun akhirnya mengambil air hangat dan mengompres perut Lola agar rasa kram dan sakitnya berkurang. Setelah selesai merekapun memilih untuk beristirahat.
"Apa aku bisa percaya kau mencintaiku! Bukan kah ini terlalu cepat?" Gumam Lola di dalam hatinya.
......Selamat membaca......
__ADS_1