
Aven dan Lola kini telah sampai kembali di apartemennya. Di sana juga sudah ada Pak Pri yang menunggu. Pak Pri sendiri pun dapat menyimpulakan jika Aven dan Lola mendapat berita yang membuat mereka memiliki aura kebahagiaan.
"Bagaimana tuan?" Tanya Pak Pri.
"Terima kasih Pak Pri kau benar benar menyelamatkan semuanya!" Ujar Aven yang dijawab bungkukkan tubuh oleh Pak Pri.
Pak Pri pun kembali bertugas dan meninggalkan pasangan suami istri yang tengah dilanda kebahagiaan itu.
Lola masih saja diam sembari menatap langit langit apartemen entah apa yang dipikirkannya. Aven yang menyadarinya pun menautkan alisnya.
"Kau kenapa by? Kau tidak bahagia?" Tanya Aven memeluk istrinya dari belakang.
"Kenapa aku setiap ingat kejadian kau mengiraku kemasukan aku jadi ingin keong!" Seru Lola.
"Keong?" Heran Aven.
"Iya by!" Ujar Lola malu malu.
"Apa hubungannya by! Kenapa kau ingin keong?" Tanya Aven.
"Jadi kau tidak mai membelikannya ya by?" Ucap Lola berwajah sendunya.
"Bukan by! Percaya padaku aku akan selalu menuruti keinginan istriku ini. Aku hanya bertanya apa hubungannya by?" Jelas Aven membuat pipi Lola memerah karena tersipu.
"Karena keong itu melambangkan dirimu!" Seru Lola.
"Aku? By kau menganggap ku sama seperti keong?" Kesal Aven.
"Iya! Kau sama seperti keong yang berpikir lemot dan lambat buktinya aku kau kira kerasukan!" Gerutu Lola membuat Aven memeluk kembali istrinya.
__ADS_1
"Tapi kau juga kuat sama seperti cangkang keong?" Seru Lola membuat Aven menghujani seluruh wajah Lola dengan bibirnya.
Ia tidak menyangka istrinya dapat menggodanya.
"Aku mau keong by!" Ujar Lola
"Baiklah biar Gavin yang mencarinya. Aku ingin nengok dedenya!" Goda Aven yang dijawab anggukan malu malu oleh Lola.
"Eh tunggu dulu!" Cegah Lola.
"Tiba tiba aku ingin pegang keong nya sekarang!" Tilah Lola tiba tiba.
"Ya setelah kita--"
"NGGAK MAU!!!" Bentak Lola tiba tiba membuat Aven meneguk ludahnya kasar.
Lola pun tersenyum dan mengecup pipi Aven sekilas. Ia pun langsung masuk ke kamarnya dan menunggu keongnya untuk datang
...🍀🍀🍀...
"Kau mau anak anakmu ileran?!" Bentak Rafkan saat Avan menceritakan bagaimana dirinya melarang Faza untuk makan sesuatu yang diinginkannya.
Avan melotot tajam ke arah Rafkan. Rafkan yang sadar pun segera mengubah aura nya. Aura yang tadinya tajam menjadi ketakutan.
"Jadi istriku bisa makan sebanyak itu?" Tanya Avan.
"Tentu saja! Asal tidak terlalu berlebihan!" Ujar Rafkan.
"Huu tapi Avan melarangku!! Aku tidak mau anakku ileran huuu!" Isak Faza membuat dua pria yang kini tengah berbincang menoleh ke arah tangisan.
__ADS_1
Avan pun segera berlari ke arah Faza dan mencoba untuk menghentikan Faza yang tengah menangis.
"Avan kau jahat! Kalau anakku ileran bagaimana!" Gerutu Faza mengelap ingusnya.
"Maaf oke sekarang kau mau apa?" Tanya Avan mencoba membujuk.
Namun Faza tetap menangis. Ia takut jika anak kembarnya benar benar ileran.
"Tenang saja anak kita tidak akan ileran sayang sudah jangan menangis!" Bujuk Avan.
Faza akhirnya sudah berhenti menangis. Ia pun langsung saja memeluk Avan. Bahkan Rafkan sendiri melihatnya sangat heran. Apa dengan mengidam dapat membuat seorang berubah drastis. Faza yang heboh kini menjadi manja kepada Avan. Rafkan bergidik ngeri membayangkan bagaimana dirinya nanti akan memiliki istri dan mengidam yang aneh aneh.
"Avan aku mau baju kupu kupu!" Rengek Faza tiba tiba.
"Oke kita ke mall sekarang!" Tukas Avan.
"Terima kasih daddy!" Seru Faza tersenyum.
Rafkan melihat mengedikkan bahunya. Ia benar benar merasa jijik dengan pemandangan yang ada di depan matanya. Ia bahkan membayangkan bagaimana kehidupannya jika ia memiliki istri dan akan seperti Faza.
Avan pun segera menelepon Will agar membooking mall. Ia ingin Faza berleluasa memilih apapun yang diinginkannya. Namun Avan juga tidak lupa satu hal.
"Will kau booking Mall XXXXX!" Seru Avan yang di jawab ya oleh Will dibalik telepon.
"Dan hilangkan semua yang berhubungan kupu kupu apa pun itu!" Ucap Avan dengan berbisik dan lirih agar Faza tidak dapat mendengarnya.
huft lega!!!
Ya itulah yang saat ini dirasakan oleh Avan. Dengan menghilangkan semua yang berhubungan kupu kupu maka dirinya tidak akan tersiksa lagi.
__ADS_1