Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 95 persalinan itu menyakitkan


__ADS_3

Lampu merah mulai menyala mengisyaratkan bahwa waktunya Faza untuk berjuang agar anak kembarnya dapat hadir di dunia dan menghirup nafas. Ia pun mulai kehabisan tenaga karena saat saat pembukaan itu sudah sangat sakit dan mengeluarkan banyak tenaga.


"Bu, Jika sudah terasa boleh diejan!" Ujar Sang Dokter.


"Belum dok! Tapi ini sudah sakit!" Rintih Faza.


Avan di samping Faza lagi lagi hanya bisa menggenggam erat dan merasa bahwa ia juga berada di posisi Faza saat ini. Namun bagaimanapun Avan tidak akan merasakan bagaimana sakitnya Faza saat ini demi melahirkan buah hati mereka.


"Tolong bu jangan pingsan dulu! Kuatkan demi anak kembarnya!" Timpal dokter merasa khawatir karena Faza semakin melemas.


"Dok! Akhhh!!" Teriak Faza mulai mengejan.


"Alhamdulillah ayo terus lagi bu pelan pelan saja! Tarik nafas hembuskan ayo dorong lagi!" Ujar dokter memberi isyarat kepada Faza.


"I love you istriku! Berjuanglah sayang!" Isak Avan.


"Hah hah!" Nafas Faza benar benar tidak beraturan.


Dokter sendiri mulai merasa khawatir. Bagaimana pun dari awal usia kandungan Faza saat ini benar benar berbahaya bagi wanita melahirkan pada umumnya.


"Dok aku, nafasku sesak akhhh!!! Avan sakit!" Teriak Faza dengan terisak.


"Sayang kuatlah kumohon!" Lirih Avan.


"I love you istriku i love you. Kau dan anak kita harus selamat dan semua ada di dirimu sayang!" Ujar Avan yang benar benar merasa cemas sekaligus khawatir.

__ADS_1


Perasaannya tidak karuan begitu juga dengan para dokter.


"Aku tetap tidak kuat!" Lirih Faza yang pada akhirnya menutup matanya.


"Faza! Faza! Dok!" Teriak Avan.


"Maaf tuan anda bisa keluar! Kami harus bertindak!" Ujar dokter.


"Aku akan tetap disini! Cepat selamatkan istri dan anakku!" Bentak Avan.


"Bro kau keluarlah serahkan semuanya pada yang diatas dan kami berdoalah!" Ujar Rafkan dan mau tidak mau akhirnya Avan pun keluar dengan keadaan tidak merasa tenang sekalipun.


"Mah Faza!" Isak Avan menunjukkan sisi rapuhnya.


"Tenanglah Avan! Istrimu itu kuat!" Ujar Leksa menenangkan putranya.


"Kemungkinan hanya 30 sampai 40 persen ibu dan anak selamat!" Timpal Rafkan membuat Avan menggeleng cepat.


"Apa yang kau katakan! Selamatkan istri dan anak anakku! Selamatkan mereka kumohon padamu!" Ujar Avan terduduk lemas tidak sanggup jika harus mendapat kejadian semua ini.


"Kita hanya bisa berusaha! Kita akan berusaha yang terbaik!" Titah Rafkan yang masuk kedalam ruang operasi dan mulai membantu dokter yang lainnya.


"Semoga kak Faza baik baik saja!" Celoteh Anggi.


"Amin amin!" Sorak semua orang kecuali Avan sendiri.

__ADS_1


"By, kita pulang saja!" Ujar Aven karena merasa khawatir.


Lola kini wajahnya pucat. Entah karena apa, mungkin melihat bagaimana Faza saat ini membuatnya sedikit takut. Aven yang menyadari itu semua segera membawa Lola pergi dari sana.


"Kau benar Ven! Lola kau harus pulang nak!" Ujar Leksa yang dijawab anggukan kepala oleh Lola.


Akhirnya Aven dan Lola pun kembali ke mansion sedangkan yang lainnya masih menunggu dan memberi semangat kepada Avan.


"Dokter Rafkan semakin hari semakin tampan juga!" Lirih Anggi.


Ia tidak sadar jika Gavin di belakangnya mendengar semuanya. Mengepalkan tangannya, tentu saja ia cemburu. Kini dirinya telah jatuh cinta dengan seorang yang manja dan juga pecicilan dan pastinya merupakan istrinya sendiri. Anggi selalu saja membanggakan bahkan dulunya pernah Anggi dekat dengan Rafkan membuat Gavin terbakar cemburu.


"Kau bilang apa?" Tanya Gavin membuat Anggi terkejut.


"Astaga hubby! Up!" Pekik Anggi saat menyadari panggilannya terhadap Gavin membuat semua menggelengkan kepalanya.


"Panggilnya hubby nih?" Goda Anggun.


Anggi menatap tajam ke arah Gavin yang hanya dengan santainya menaruh tangannya di saku celananya.


"Kak Anggun!" Pekik Anggi membuat semua orang terkekeh kecil.


"hhhhh"


Semua menatap ke arah Avan yang tengah tersenyum. Merasa lucu melihat bagaimana ekspresi Anggi dan Gavin saat kepergok. Semuanya juga merasa lega setidaknya Avan bisa tersenyum di saat saat istrinya tengah berjuang.

__ADS_1


"Mah kenapa mereka lama sekali?" Tanya Avan.


"Sabar Avan. Berdoalah!" Tukas Ricko.


__ADS_2