Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 50 ratu rencana


__ADS_3

satu minggu berlalu.


Kehidupan pernikahan Avan dan Faza sama sekali belum tergores dengan kesalahan. Pernikahan mereka diisi hanya dengan canda dan tawa. Hanya saja Faza masih belum tau bagaimana perasaannya kepada suaminya begitu juga Faza juga tidak tau bahwa Avan telah mencintainya.


Berbeda dengan Aven. Penampilannya masih tetap sama. Pekerjaannya hanya mengurung di kamar. Semua pekerjaan hampir semua dikerjakan oleh Gavin. Kehilangan Lola membuat dirinya benar benar mengerti kehidupan bahtera pernikahan.


Dia kini sedang menatap ke kamarnya yang sama sekali tidak berubah. Hanya saja sedikit kotor karena biasanya juga Lola yang membersihkannya. Kamar yang dulunya bersih kini sudah terpajang foto pernikahan sederhananya dengan Lola dulu.


Hari ini merupakan hari yang dinanti bagi siswa SMA Starlight. Yaitu kelulusan bagi siswa kelas 12. Faza sudah tau bahwa Lola sengaja kabur dibantu dengan Gion. Walaupun pertamanya Faza meyakinkan Lola agar tidak pergi mengingat bagaimana keadaan Aven saat kehilangannya.


Namun dengan keteguhan Gion akhirnya Faza pun mengalah. Bahkan suaminya sendiri tidak mengetahui. Setidaknya Lola sudah berjanji akan kembali setelah lulus. Itulah yang membuat Faza benar benar lega dan setuju.


"Aku benar benar rindu dengan tuan Aven!" Gumam Lola.


Gion yang awalnya memiliki harapan untuk Lola kini berakhir sama halnya dengan Thomas. Wanita yang dicintainya sudah memiliki pasangan bahkan bersuami.


"Kau kapan bertemu dengan Aven?" Kau tau dia benar benar seperti orang gila!" Cerocos Faza.


"Benarkah?" Heran Lola.


"Iyalah! Masa aku bohong. Dia itu sebenarnya sudah menyukaimu!" Ujar Faza.


Senyuman Lola terbit begitu saja di mulutnya. Namun ingatannya tiba tiba kembali muncul dimana Aven dulu memperlakukannya. Rasanya aneh bukan jika orang yang dulunya bersikap tidak baik kepadanya tiba tiba menyukainya. Bukan kah itu tidak wajar? Heran Lola.


"Aku ingin bertemu!" Lirih Lola membuat Faza tersenyum.


Faza mencoba mengingat sesuatu. Dirinya juga sedang memikirkan sesuatu untuk sahabatnya itu. Faza memang pantas dijuluki ratu rencana. Setiap rencana dan idenya selalu berhasil. Tak diragukan bahkan Avan sampai geleng kepala dengan tingkah istrinya.


"Tunggu! Bukankah Black card yang diberikan Aven masih ada?" Tanya Faza dan Lola hanya mengangguk.


"Kau pernah menggunakannya selama kau hilang?" Timpal Faza.

__ADS_1


Lola hanya menggeleng. Faza pun tersenyum puas. Hanya dengan pemikirannya kini Faza mengetahui apa rencananya.


"Kalau begitu ayo ikut aku!" Ajak Faza.


"Tunggu rapotmu!" Ujar Lola.


"Oh iya hehe!" Cengengesan Faza membuat Lola menggelengkan kepalanya.


Sahabatnya itu benar benar. Bahkan rapotnya saja lupa. Seakan tidak peduli dengan nilai uang di dapatnya. Namun untungnya Faza memiliki nilai diatas rata rata walaupun masih dibawah Lola. Namun Faza tidak peduli karena menurutnya ia sudah pintar tanpa belajar.


...🍀🍀🍀...


"Kita mau kemana?" Heran Lola.


Faza masih terus menggandeng tangan Lola menuju salah satu salon dimana Avan dulu membawanya. Memang harganya sangat mahal namun bukan Faza jika ia memiliki seribu cara. Bukankah Black card gunanya untuk ini? Pikirnya.


"Ayo masuk!" Seru Faza.


"Salon?" Heran Lola.


"Cacing?" Lagi lagi Lola dibuat heran oleh Faza.


"Iya kau tau suamimu itu sudah seperti kecacingan hanya makan sedikit tapi yang ku heran kenapa tubuhnya sama sekali tidak kurus!" Ucap Faza.


"Oh!" Jawab Lola.


Aku ingin melihat tuan Aven!


"Ayo masuk! Berikan Black card mu!" Pinta Faza.


"Kenapa? Aku tidak berhak menggunakannya!" Seru Lola.

__ADS_1


Faza menepuk keningnya. Kenapa sahabatnya itu benar benar membuatnya pusing. Dirinya saja sudah menggunakan blackcardnya berkali kali hanya saja yang ia beli hanya barang murahan. Untuk itu Avan tidak pernah berpikir bajwa Faza hanya memanfaatkan hartanya.


"Hish kau ikuti aku saja!" Geram Faza dan Lola pada akhirnya hanya bisa menurut.


...🍀🍀🍀...


"Apa yang dilakukan rubah itu ke salon?" Heran Avan saat mengetahui keberadaan istri kecilnya sedang berada di salon.


Apa Faza berdandan untuknya? Kenapa tumben sekali!


Avan pun akhirnya hanya senyum senyum sendiri. Namun seketika senyumannya semakin lebar saat ia mengingat sesuatu.


"Bukankah ini sudah satu minggu?" Gumam Avan dengan seringainya.


Will yang baru masuk ke dalam ruangan tuannya pun bergidik. Tuannya kenapa tiba tiba tersenyum padahal sebelumnya selalu murung. Apa alasannya? Heran Will.


...🍀🍀🍀...


"Kau tau aku merindukanmu!" Gumam Aven di dalam kamarnya sembari menatap ke arah foto pernikahannya.


Sampai tiba tiba lamunannya terhenti kala ponselnya berdering. Ia pun mengerutkan keningnya saat ada tagihan masuk kedalam ponselnya.


"Apa ia menggunakannya? Lola? Aku harus menyusulnya!" Seru Aven yang segera bergegas menuju salon dimana tempat Lola menggunakan blackcardnya.


"Aku haru menemukan mu!" Seru Aven.


Sedangkan di salon sana Faza mencoba mengingat sesuatu dan benar saja ia melakukan kesalahan.


"Aku lupa jika tagihannya akan masuk ke ponsel Aven sama seperti punyaku! Aku harus menghalangi cacing itu!" Gerutu Faza.


"Kau mau kemana?" Tanya Lola.

__ADS_1


"Aku ingin menghalangi suamimu untuk kesini. Sudah kau duduk di sana dan berkilaulah oke!" Seru Faza mengedipkan matanya dengan melingkarkan tangannya berbentuk kata oke


...Follow ig:@Fatmass.s...


__ADS_2