
Lola masih saja meringkuk di lantai. Ia menjatuhkan diri di lantai dari pada harus seranjang dengan pria yang sudah membuatnya sakit di hati juga fisiknya. Aven masih tertidur setelah merasakan nikmat yang luar biasa.
Bagaimana tidak? Dia mendapat perawan yang otomatis nikmat dan masih sempit.
Lola memeluk tubuhnya sendiri. Mencoba memejamkan matanya karena merasa lelah namun tetap saja. Bayangan hitam yang memperkosanya masih terbayang dipikirannya.
Aven mulai membuka matanya perlahan. Tangannya meraba wanita yang telah digunakannya namun wanita itu tidak ada di sampingnya. Samar sama Aven mendengarkan suara tangis yang tertahan. Aven pun bangun dan terkejut dengan noda darah di kasur itu.
"Apa dia mengirim perawan?" Gumam Aven.
Aven pun melihat sekitar. Mengernyitkan dahinya saat seragam sekolah berceceran berantakan di sana juga terdapat kaca mata yang sudah pecah. Aven pun turun dan melihat Lola yang tengah meringkuk di bawah lantai.
"Siapa kau!" Teriak Aven.
Lola hanya diam sesenggukan, sungguh ia tidak ingin meladeni Aven. Dia hanya ingin pergi dari sana tapi rasa sakit di seluruh tubuhnya membuat Lola mengurungkan niatnya. Hanya bisa menangis untuk saat ini.
BRAKKK.
Tiba tiba kamar hotel dibuka oleh seseorang yang sangat dikenal Aven. Untung saja Aven sudah memakai bokser nya jadi tidak terlalu bertelanjang.
"Mamah? Papah?" Kaget Aven.
"LOLA!!" Teriak Faza yang langsung berlari menghampiri sahabatnya yang tengah tergeletak di lantai.
Faza mencoba membantu Lola namun Lola menepisnya.
"Kau jahat Faza! Kau membawaku kesini untuk untuk hiks hiks!" Isak Lola yang tidak dapat melanjutkan kata katanya.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Faza membuat semua orang di sana terkejut.
__ADS_1
"aku membencimu! Kau bilang kamar 219 tapi kau malah yang membuatku seperti ini! Aku membencimu!!" Bentak Lola.
Sungguh Faza mengingat semuanya saat ia menjawab pertanyaan Leksa dimana ia masih bertelepon dengan Lola saat itu. Faza menjadi sedu melihatnya. Semua karena kesalahannya.
"Lola maafkan aku. aku--" Perkataan Faza terpotong saat Avan memukul Aven tanpa ampun.
"Akhhh!!" Teriak Aven.
Bugh Bugh
Kali ini bukan Avan atau Ricko yang memukul. Melainkan Faza sendiri yang menghajar Aven membuat Aven dan Avan terkejut. Faza menendang meninju dan memukul Aven membuat Aven meringis.
"Hentikan!" Teriak Aven.
"Kau memperkosa sahabatku! Aku akan membuat gigimu rontok!!" Bentak Faza membuat Avan bergidik.
Leksa pun mendekat ke arah Lola yang terisak di sana. Melihatnya membuat Leksa merasa bersalah. Sedangkan Nasywa, Wida dan Indira hanya diam menyaksikan semuanya.
"Aku mau pulang!" Lirih Lola.
Sungguh Leksa yang melihatnya sangat sakit hati seorang perempuan yang masih sekolah bahkan masih bau kencur sudah dilakukan seperti itu oleh Aven,anaknya sendiri.
"Hentikan Avan kau akan membunuhnya!" Seru Ricko tiba tiba.
Avan pun berhenti menghajar Aven dan berjalan memeluk istri kecilnya. Memegang pipi yang ditampar oleh Lola tadi.
"Are you okey?" Tanya Avan sembari mengusap pipi Faza.
"Aku tidak bisa bahasa inggris!" Isak Faza.
Avan menggelengkan kepalanya mengusap ujung rambut istri kecilnya.
__ADS_1
"Kalian harus menikah!" Tegas Ricko membuat Aven mendelik.
"Aku tidak mau!" Sahut Aven dengan cepat.
Ricko pun maju mendekat ke arah anaknya. Sungguh kesabarannya mulai habis menghadapi tingkah anaknya.
"Kau sudah menodai seseorang dan tidak mau bertanggung jawab!" Bentak Ricko menghajar kembali tubuh Aven.
"Tapi dia itu sudah dikirim untuk menjadi wanitaku!" Jelas Aven.
"Bukan dia! Bukan dia yang akan kami kirim buatmu tapi dia. Agar kau mau menerima perjodohan ini tapi kau malah menodai anak yang tidak bersalah!" Teriak Leksa.
"Itu salah kalian yang ingin menjebakku!" Kesal Aven yang membuat Ricko menghajar kembali anaknya sampai pingsan.
Lola hanya bisa diam dengan tatapan kosongnya. Lola pun beranjak meninggalkan keluarga yang tengah berdebat itu. Memaksakan tubuhnya yang sangat sakit dan lelah. Aven menyerangnya dengan sangat kasar.
"Aku mau pulang! Aku mau ibu!!" Lirih Lola dibalik guyuran air shower.
Setelah beberapa lama ia curhat dan akhirnya tubuhnya memucat melemas dan akhirnya pingsan dengan tubuh yang hanya berbalut selimut itu.
"Bawa dia!" Tegas Ricko kepada anak buahnya untuk membawa Aven yang pingsan terkapar itu.
Leksa hanya bisa menangis melibat kejadian diluar dugaan mereka. Beberapa saat akhirnya Leksa sadar jika wanita yang sudah dinodai anaknya tidak ada.
"Dimana dia?" Heran Leksa membuat semua orang juga terkejut.
Faza pun membuka kamar mandi dan benar saja Lola terkapar pingsan disana. Faza pun histeris sungguh ini semua karena kesalahannya. Dan karena kebodohannya membawa sahabatnya sendiri ke dalam jeratan pemerkosaan.
"Suamiku!! Ini semua karena ku!! Hiks hiks aku...aku--"
"Hust diamlah!" Seru Avan mencoba memberi ketenangan kepada istrinya itu. Ia tahu jika istrinya bersalah namun dia juga tidak dapat menyalahkan Faza karena Faza tidak sepenuhnya bersalah.
__ADS_1
...ig:@Fatmass.s...