
"Tuan kau sudah kedinginan!" Seru Lola yang ikut berada di dalam bath up karena Aven yang menyuruhnya.
Namun saat ini Aven lah yang tengah menggigil kedinginan.
"Lalu kenapa kau tidak kedinginan?" Heran Aven dengan suara menggigilnya
"Aku sudah biasa seperti ini. Di pagi hari saja mandi ku dengan air dingin. Ayo tuan nanti kau akan sakit!" Seru Lola.
Aven pun pada akhirnya menurut dan selesai dengan mandinya. Lola pun membantu Aven dan membaringkannya di ranjang.
"Tuan pakailah pakaianmu!" Seru Lola menyerahkan pakaian Aven.
"Kau tidak lihat jika aku sedang sakit? Kau itu seorang istri seharusnya yang membantuku!" Kesal Aven.
Lola sedikit ragu. Ia tidak mungkin melihat bagaimana tubuh polos milik Aven. Ingatannya kembali berputar saat saat dimana pemerkosaan di hotel itu terjadi.
Trauma Lola akan hal itu sudah hilang. Namun ia sudah tidak ingin melakukannya lagi dengan Aven. Ia ingin segera menyelesaikan sekolahnya dan segera berpisah dengan Aven.
Ia tidak ingin mempertahankan pernikahan dengan seorang yang merupakan pemain wanita. Walaupun Lola tau masa depannya terancam karena Aven namun semua tidak menghalaukan jalannya untuk melanjutkan masa depan.
Untung untung jika Aven mencintainya. Namun pada kenyataannya Aven hanya mempermainkannya.
Lola pun mendekat ke arah lampu kamar dan mematikan lampunya. Aven terkejut dengan tindakan Lola. Namun senyumannya mengembang saat tau istrinya itu tengah malu dan menutup matanya saat mengganti pakaiannya.
"Jika kau mengganti dengan menutup matamu. Ini tidak akan cepat selesai!" Ujar Aven.
Lola pun menghela nafas. Ia tetap melanjutkan dengan menutup matanya. Aven yang melihatnya benar benar tidak dapat lagi menahan tawanya. Lola benar benar sangat lucu.
"Kau itu!! Apa kau lupa jika kita pernah melakukannya? Kau pernah melihat tubuhku dan aku juga pernah melihat tubuhmu bahkan--"
"Tuan diamlah atau aku tidak akan memakaikan bajunya!" Geram Lola karena Aven terus saja mengoceh membuat dirinya malu.
"Kau berani denganku!" Bentak Aven.
"Maaf tuan!" Lirih Lola.
Aven pun menarik tubuh Lola membuat Lola menjerit keras.
"AAKKHH!!" Teriak Lola.
Aven menggelengkan kepalanya. Lola yang pendiam sekali berteriak membuat semua kaca bahkan telinganya rusak.
__ADS_1
"Jangan berteriak lolipop!" Ucap Aven.
"Tuan lepaskan aku. Tuan belum memakai pakaian tuan sama sekali!" Seru Lola yang hanya diam dipeluk oleh Aven dan dengan menutup bola matanya.
"Aku tidak ingin memakai baju!" Jawab Aven.
"Tuan kenapa aku merasa ada yang menusuk!" Tanya Lola dengan polosnya.
"SHIT dia bangun!" Geram Aven dan melepas pelukannya terhadap Lola.
Kenapa bisa bangun dasar benda sialan.
...🍀🍀🍀...
"Will kau urus keluarga Hermawan!" Seru Avan.
Will hanya mengangguk. Avan pun kembali ke kamar dan menyusul istri kecilnya itu. Will yang melihatnya hanya terkekeh.
Apa senikmat itu jika sudah menikah! Batinnya.
Saat Will akan kembali ke apartemennya tiba tiba ia dikejutkan oleh suara yang memanggilnya.
Will pun menoleh.
"Ada apa?" Tanya Will.
"Kebetulan sekali Kak Will ada di sini!" Ujar Anggi
"Bisakah kak Will membantu Kak Anggun di dalam kamarnya!" Seru Anggi dengan berbisik berniat agar Avan dan Aven tidak mendengarnya.
"ha?" Heran Will.
"Kak Will jangan bilang ke kak Avan atau kak Aven. Kak Anggun tangannya sedang terluka namun ia tidak ingin diobati. Jika Kak Avan atau Kak Aven tau Kak Anggun terluka aku dan Kak Anggun bisa kena marah!" Jelas Anggi.
"Kenapa kena marah?" Heran Will.
"Karena Kak Anggun tadi dihukum dosen karena ulah temen kampus yang suka membully Kak Anggun!" Lirih Anggi.
Will pun dengan segera berlari dan memasuki kamar Anggun dan benar saja Anggun di sana tengah memijat tangannya yang memerah.
Anggun terkejut akan kedatangan Will.
__ADS_1
"Ada apa dengan tanganmu!" Tanya Will dengan dingin.
Anggun yang tau pun menatap tajam ke arah Anggi yang hanya tersenyum kearahnya.
"Aku tidak apa kak!" Jawab Anggun.
"Jangan berbohong!" Kesal Will.
"Anggi kenapa kau memberitahu!" Kesal Anggun sedikit berbisik ke arah Anggi.
"Kau yang harusnya melawan saat kau difitnah!" Geram Will yang menarik tangan Anggun dan mengobatinya.
"Ini tidak apa apa kak hanya terkena goresan dan pegal sedikit!" Jawab Anggun dengan membenarkan kaca matanya.
"aww-" Pekik Anggun
"Siapa yang melakukannya?"
"Sari!" Jawab Anggi tiba tiba.
"Kak Will jangan melakukan apapun!" Lirih Anggun memohon!
Will pun menghela nafas. Ia pun menyuruh Anggi untuk kembali ke kamarnya sebelum Avan atau Aven tau. Anggun pun merasa gugup saat ia hanya berdua bersama Will di dalam kamarnya.
"Jika kau tidak membalasnya atau tidak membiarkan ku membalas nya aku akan mengadukan kepada Tuan Ricko dan Nyonya Leksa." Ancam Will.
"Baiklah!" Pasrah Anggun.
"Sekarang tidurlah!" Seru Will.
"Kak Will nggak keluar?" Tanya Anggun dengan malu.
Will hanya tersenyum.
"Aku tidur di sini!" Jawab Will dengan entengnya
Anggun melotot mendengarnya. Will pun terkekeh kecil dan keluar dari kamar Anggun membuat Anggun bernafas lega.
"Ternyata Anggi menyukai seseorang yang sangat baik!" Gumam Anggun.
...Follow ig:@Fatmass.s...
__ADS_1