
Faza sudah beberapa kali meminta agar tidak diantar Oleh Avan namun Avan tetap bersikukuh untuk mengantar Faza ke sekolah dengan alasan sekalian untuk pindah ke apartemen.
"Pindahnya kan nanti, aku ingin sekolah sendiri!" Gerutu Faza.
"Cepat naik jangan banyak bicara!" Ketus Avan.
"Dasar suami pemaksa!" Gerutu Faza
Dengan terpaksa Faza pun mendudukkan tubuhnya memasuki mobil Avan dan duduk di belakang dengan Avan dan Will yang duduk di depan sebagai supir.
"Jalan Will!" Seru Avan.
"Baik tuan!" Ujar Will.
Faza menatap ke arah Will. Orang yang telah dituduhnya sebagai maling itu membuat Faza cekikikan mengingat saat dirinya memukul Will dengan sepatu dan tasnya. Avan yang melihat Faza tertawa kecil sembari menatap Will membuat Avan menautkan alisnya.
"Kau kenapa?" Heran Avan.
"Aku tertawa karena orang tampan yang sedang menyupir. Siapa namanya? Oh iya Will!" Seloroh Faza membuat Avan melototkan matanya saat mendengar Faza memanggil Will dengan sebutan orang tampan.
"Kau tidak boleh tertawa!" Kesal Avan.
'Astaga, anda semakin membuatku dalam masalah nyonya!' Gumam Will dalam hati.
"Memang kenapa aku yang ketawa kenapa situ yang sewot!" Pekik Faza.
Avan pun menatap tajam ke arah Faza bukan hanya Faza namun tatapannya juga bergantian dengan Will. Will menelan ludahnya kasar saat melihat tatapan tajam Avan dari balik kaca.
"Will kau harus operasi wajah!" Tegas Avan.
"Tidak perlu tuan!" Seru Will
__ADS_1
"Will kau mau gigimu rontok membantahku!" Kesal Avan.
"Memang Will kenapa harus operasi wajah? Dia sudah tampan bahkan sangat tampan!" Gumam Faza membuat Will sulit untuk berkonsentrasi.
"Agar wajahnya jadi jelek!" Kesal Avan.
"Kalo mau jelek bukan operasi plastik tapi operasi kresek haha!" Canda Faza diiringi tawanya membuat Avan gemas dengan tingkah istri kecilnya.
"Kau benar, Will operasi kresek sampah biar kau tambah jelek dan tidak ada yang boleh menandingi ketampanan ku!" Sombong Avan.
"Apa? Jadi kau menyuruh Will operasi hanya karena dia lebih tampan darimu?" Pekik Faza.
Faza menggeleng tak percaya mendengar penuturan Avan yang membuat kepalanya semakin pusing. Berbeda dengan Will, dirinya sudah bagaikan patung bingung harus bagaimana menghadapi pasangan yang tengah bersifat aneh itu.
"Will lebih baik kau tetap seperti itu saja karena kau sangat tampan. Kenapa tidak kau saja yang jadi suamiku!" Seloroh Faza.
Avan yang tadinya menatap laptop yang ada dipangkuannya seketika melototkan matanya dan menatap tajam ke arah Faza. Berani sekali meminta Will untuk menjadi suaminya.
"Kau bicara apa?" Geram Avan.
"Kenapa tidak Will saja yang menjadi suamiku?" Jawab Faza dengan polosnya.
Avan pun menarik hidung Faza membuat Faza meringis memukul tangan yang sedang mencubit hidungnya.
"Suamiku lepaskan!" Pekik Faza.
"Suamimu itu aku! Jika kau berkata seperti itu lagi akan kumasukkan kau ke kandang buaya!" Kesal Avan.
"Kenapa ke kandang buaya? Buayanya sudah ada di sini yang sedang menarik hidungku!" Geram Faza.
Will yang mendengarnya terkejut. Berani sekali Faza mengatakan Avan adalah buaya. Dirinya benar benar merasa salut kepada Faza yang tidak pernah berfikir sebelum bicara.
__ADS_1
"Will ayo kita ke KUA dan menikah. Akan kujadikan kau suami kedua ku!" Seloroh Faza membuat Avan semakin memerah.
'Aku harus bagaimana?' Ujar Will didalam hatinya.
"Tidak boleh ada pria dihidupmu selain diriku!" Geram Avan yang langsung menyambar bibir Faza membuat wajah Will memerah dan lebih fokus ke jalanan.
"Bibirku!" Pekik Faza.
"Kenapa kau tidak menggigit bibirmu sendiri. Kau mau membuat bibirku seperti apa lagi. Sebentar lagi aku sekolah bisa habis karena bibirku yang seperti ini!" Gerutu Faza memukul lengan Avan.
"Hentikan!" Seru Avan.
Namun Faza masih sibuk memukuli lengan suaminya sesekali menggigitnya membuat Avan sedikit meringis. Sampai tanpa sengaja Faza memukul senjata berharga yang dimiliki Avan.
"Aww!" Pekik Avan.
Will yang melihatnya sedikit nyeri. Membayangkannya pasti itu sangat sakit.
"Ups maaf!" Seru Faza yang menjauhkan tubuhnya ke tepi mobil.
"Kau!" Kesal Avan.
"Will mulai sekarang kau kupecat!" Teriak Avan ke arah Will
"Enggak! Aku lebih suka Will!" Sahut Faza.
"Dia itu sekretarisku!" Kesal Avan
"Dan dia itu calon suami keduaku!" Timpal Faza
'dasar suami istri gila!' Umpat Will dalam hati
__ADS_1
...ig:@Fatmass.s...