Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 51 Faza si rubah kecil


__ADS_3

"Kau!" Pekik Aven melihat istri saudara kembarnya itu yang tengah bersendekap.


"Dimana Lola?" Tanya Aven.


"Aku tidak tau!" Jawab Faza dengan entengnya.


Aven pun mendelik menatap istri dari saudara kembarnya itu. Seperti ada yang aneh menurutnya. Namun ia tidak peduli yang ia pedulikan sekarang adalah mencari istrinya.


Di saat Aven ingin melangkah kedalam salon tiba tiba langkahnya dihentikan lebih dulu oleh Faza membuat Aven menautkan alisnya.


"Kau mau kemana? Di sana sedang ada orang ganti pakaian kau jangan macam macam!" Ancam Faza.


"Aku hanya mencari Lola!" Kesal Aven.


"Lola? Kau lupa Lola hilang karena kau!" Bentak Faza memulai sandiwaranya.


"Aku tau itu semua salahku. Aku.mohon bantu aku untuk mencari Lola!" Ujar Aven dengan sangat tulus.


"Aku adalah sahabatnya. Aku saja tidak pernah membuatnya menangis dan kau malah membuatnya menangis. Aku tidak akan pernah memaafkanmu!" Geram Faza.


Aven menghela nafasnya dan akhirnya memilih untuk pergi dari sana lagipula percuma ia mencarinya di salon. Mungkin bukan Lola yang memakainya mengingat jumlah uang yang dipakai cukup mahal. Aven harus memblokir kartu yang dulu pernah diberikannya untuk Lola.


Sedangkan Faza di sana mengusap air matanya dengan senyum smirknya ia tidak menyangka ternyata semudah ini membuat Aven menyerah. Hanya dengan menyadarkan kesalahannya membuat Aven benar benar rapuh.


"Apa jika aku hilang Avan akan seperti itu" Gumam Faza.


Akhirnya Faza pun berlari kembali menuju salon. Di sana Lola bagaikan putri yang sangat cantik. Faza benar benar tidak menduga sahabatnya sangat bahkan sempurna cantiknya. Hidung mancungnya, rambut panjangnya, wajah imutnya, dan aura kecantikannya benar benar memukau.



"Kau Lola?" Heran Faza.

__ADS_1


"Apa aku terlihat jelek?" Gumam Lola tidak percaya diri saat Faza sama sekali tidak mengenali nya.


Faza hanya menggeleng. Lola benar benar sangat cantik hari ini. Ia tidak sia sia membuang uang Aven berpuluh puluh juta untuk ini. Aven sendiri bahkan akan sangat menyukainya.


"Ayo kita pergi!" Seru Faza.


"Tunggu!" Cegah Lola.


"Ada apa Lola! Cepatlah sebelum suamimu itu bunuh diri!" Gerutu Faza.


"Kau juga harus didandani!" Ujar Lola.


"Aku?" Heran Faza.


"Iya!" Jawab Lola.


Faza hanya terkekeh kecil.



"Iya kau itu cantik banget! Tapi kumohon biar aku tidak merasa terganggu jika aku yang hanya didandani seperti ini!" Rengek Lola.


Faza pun akhirnya menghela nafas. Bukannya tidak mau tapi dirinya benar benar tidak rela harus mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk berdandan satu hari.


"Kumohon!" Rengek Lola memegang tangan Faza.


Faza pun pada akhirnya pasrah. Ia pun juga di make over. Lola hanya bisa menunggu. Ia benar benar beruntung memiliki Faza sedari dulu yang tidak pernah membuatnya sakit hati. Ia adalah sahabatnya yang terbaik no satu. Dari dulu hingga sekarang Lola pun tidak pernah memiliki sahabat teman pun itu karena memanfaatkannya.


Namun Faza benar benar tulus untuk menjadi sahabatnya dalam duka maupun duka. Bahkan takdir berkata mereka menjadi saudara ipar dengan suami mereka yang sama sama memiliki ikatan darah.


"Sudah selesai silahkan Nyonya!"

__ADS_1


"Bagaimana Lola apa diriku ini tambah jelek atau biasa saja atau cantik atau sangat cantik atau sangat sangat sangat cantik? ha?" Gerutu Faza membuat Lola terkekeh begitu juga dengan mbak mbak salonnya yang hampir saja tertawa.


"Kau sangat cantik bahkan lebih cantik dariku!" Jawab Lola.


"Oh iya?Sebenarnya aku itu sudah cantik tapi kau membuat ku seperti bunga. Bagaimana jika nanti lebah semut itu menempel pada diriku!" Gumam Faza.



"Ya sudah ayo kita pergi!" Seru Faza.


Sebelum itu mereka berterima kasih dan membayar untuk dandanan Faza karena sebelumnya Lola sudah membayar dengan kartu milik Aven sebelum pada akhirnya di blokir.


Mereka pun berjalan dan memesan taksi. Mereka tidak mungkin untuk berjalan dengan high heels mereka. Apalagi Faza, di dalam mobil pun dirinya melepas high hells nya karena membuat kakinya pegal. Sampai sampai sang supir taksi pun menggelengkan kepalanya. Sepanjang perjalanan Faza hanya menggerutu karena kakinya yang pegal.


...🍀🍀🍀...


Di sisi lain Avan terus saja mondar mandir di mansion menanti istrinya pulang. Ia ingin tahu seperti apa wujud istrinya itu. Dan ia ingin tau kenapa Faza pergi ke salon. Namun pemikirannya terhenti kala melihat Aven yang sudah seperti mayat hidup.


"Tumben kau keluar dari kamarmu!" Ejek Avan.


Aven tidak menjawab membuat Avan hanya berdecih. Saudaranya kini sudah bucin dengan istrinya. Walaupun Avan merasa sangat kasihan karena istri dari saudaranya itu hilang. Ia juga tidak mau Faza sampai menghilang. Mulai saat ini ia harus memberi Faza pengawak yang sangat ketat.


ting ting!" Bunyi ponsel Avan.


"Suamiku, Kau ajak Aven untuk makan malam di restoran xxxxx! Jangan banyak tanya cepatlah karena kami sudah dalam perjalanan!"


Isi pesan Faza membuat Avan mengerutkan keningnya. Kami? Apa maksudnya.


"Astaga apa lagi yang dilakukan rubah kecil ini!" Resah Avan yang hanya bisa menghela nafas.


...Follow ig:@Fatmass s...

__ADS_1


__ADS_2