
Lola masuk ke dalam kamarnya membuat Aven terheran. Baru saja Lola izin untuk mendaftarkan diri untuk kuliah namun kenapa ia kembali lagi.
"By bukannya hari ini kau pergi mendaftar untuk kuliahmu?" Tanya Aven saat Lola berasa di kamar.
"Besok nunggu Faza. Ia masih bingung ingin kuliah atau tidak!" Jawab Lola.
"Astaga temanmu yang satu itu benar benar!" Gerutu Aven.
Aven hanya menggelengkan kepalanya mengingat tingkah istri dari saudara kembarnya. Ia jadi ingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan Faza saat Faza mengira bahwa ia adalah suaminya. Bahkan Aven masih ingat bagaimana dengan ringannya Faza membuka kedok seorang Avan.
"Tapi aku suka dengan Faza. Ia tidak munafik dan apa adanya. Bahkan ia selalu melindungiku!" Seru Lola.
"Aku ingin tau bagaimana keadaan kehidupan Avan saat memiliki istri seperti temanmu itu! Pasti sangat seru jika kisah mereka dijadikan film!" Seloroh Aven dilanjut dengan tawanya.
"By kau tidak bekerja?" Tanya Lola.
"Aku malas hari ini! Kita jalan jalan bagaimana?" Tanya Aven.
"Aku ganti baju dulu!" Seru Lola.
...🍀🍀🍀...
Seharusnya hari ini adalah pendaftaran dimana Lola dan Faza melanjutkan kuliah mereka. Awalnya Faza sangat menolak untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Ia benar benar benci dengan yang namanya pelajaran.
__ADS_1
Namun paksaan dari Lola, Twin A dan Leksa membuat Faza berpikir dua kali lipat. Avan sebenarnya tidak memberatkan istrinya untuk tidak melanjutkan kuliah. Namun bagaimana lagi. Pendidikan tetap no satu.
"Akh kenapa harus kuliah sih!" Gerutu Faza setelah sampai di kamarnya.
Avan pun memeluk istrinya dari belakang membuat Faza terjengkit kaget. Avan tau jika kini Faza tengah kesal. Seharusnya ia marah karena Faza tidak ingin melanjutkan pendidikannya tapi entah mengapa saag ia berada di dekat Faza selalu saja ia malah ia ingin agar Faza tidak kuliah.
"Kalau kau tidak ingin kuliah boleh saja!" Seru Avan.
"Benarkah? Avan jujur aku itu tidak mau kuliah. Tapi aku harus bagaimana Mamah menginginkan aku kuliah!" Gumam Faza.
"Mamah bukan menyuruhmu tapi menyarankan!" Jawab Avan.
"Sama saja!" Ketus Faza.
"Avan bisa tidak sih kau itu jika didepanku tidak usah menggunakan bahasa inggris! Kau tau otakku meledak mendengarnya!" Kesal Faza membuat Avan terkekeh.
"Astaga! istriku benar benar bodoh!" Gumam Avan menggelengkan kepalanya.
"Kau bilang apa! Kalau aku memang bodoh kenapa? Kembali saja sana dengan kekasihmu si Kia Kia Kintilan itu!" Gerutu Faza.
"Kintilan?" Heran Avan saat Faza menyebut Kia dengan sebutan 'kintilan'
"Astaga Avan! Bahasa indonesiamu itu jelek sekali! Padahal dalam KBBI dijelaskan kata kintilan itu membuntuti. Kau itu bodoh suamiku!" Pekik Faza.
__ADS_1
"Hahahaha!" Avan benar benar sangat sulit untuk tidak tertawa.
Istri kecilnya itu benar benar meresahkan. Selain pendendam, Faza juga benar benar sangat sulit ditebak. Bagaimana ia bisa tau arti kata kintilan? Bahkan Avan sendiri tidak tau arti kata itu sedangkan istrinya? Bahkan Faza menyebutkan kata KBBI.
"Kau tidak usah kuliah. Kau sudah cukup pintar untuk mengajar anak anak kita nanti!" Seloroh Avan.
"Astaga suamiku! Otakmu itu harus dicuci du--Aaa Avan apa yang kau lakukan!" Pekik Faza.
"Make baby!" Jawab Avan dengan singkat.
Faza hanya bisa mengerucutkan bibirnya. Namun di saat Avan akan keintinya tiba tiba Faza menghentikannya membuat Avan mendengus.
"Ada apalagi!" Kesal Avan.
"Kau tidak bekerja?" Tanya Faza.
Avan hanya menggelengkan kepalanya.
"No!" Jawab Avan.
"Astaga Avan!" Pekik Faza saat melihat suaminya yang lebih memilih di rumah dengannya dari pada bekerja untuk mendapatkan uang. Ah iya Faza lupa jika suaminya itu sudah kaya.
...Selamat membaca...
__ADS_1