
Selesai acara resepsi pernikahan Apa. Keluarga Mahardika pun merelakan Alva untuk bersama Adnan. Mengingat Adnan juga memiliki istri lain. Sedangkan yang lain sudah pulang ke Indonesia kecuali Avan dan Faza.
Avan berencana untuk tetap tinggal di Amerika satu minggu. Ia ingin mengajak Faza untuk berbulan madu karena mulai dari awal pernikahan mereka mereka sama sekali belum melakukan bulan madu.
Awalnya Aven juga ingin melakukan honeymoon di Amerika. Namun karena Avan melarangnya, dirinya dan Lola mengalah dan lebih memilih untuk kembali ke Indonesia dan melakukan bulan madu di dalan mansion saja.
"Ayo!" Ajak Faza
"Kemana?" Heran Avan.
"Katanya bulan madu! Aku ingin jalan jalan! sekarang" Rengek Avan.
"Bulan madu itu bukan seperti itu!" Smirk Avan sudah mulai terlihat di bibirnya.
"Memang bulan madu itu ngapain?" Tanya Faza.
"Memproses pembuatan anak!" Jawab Avan.
"APA!?" Pekik Faza dengan kesalnya.
Avan pun kembali menyerang Faza tanpa ampun. Karena memang ia sudah berniat ingin memiliki anak dan membuat keluarga menjadi keluarga lengkap dan sempurna.
Faza yang sempat hampir pingsan itu akhirnya dapat beristirahat karena Avan menyudahi permainannya. Ia heran kenapa stamina suaminya begitu kuat sehingga bertahan hingga berjam jam.
"Cepatlah tumbuh di sini!" Lirih Avan mengelus lembut perut rata milik Faza.
Faza dapat mendengarnya. Ia merasa merinding saat Avan membisikkannya di dekat telinganya. Seperti ada sengatan listrik yang menjalar di tubuhnya. Namun ia hanya bisa diam dan terlelap karena rasa capek yang di deritanya.
...🍀🍀🍀...
Di sisi lain Aven hanya bisa menggerutu karena ia dan Lola tidak dapat melakukan honeymoon Di Amerika karena saudara kembarnya. Lola juga malah mengalah membuat Aven semakin kesal saja.
"Tuan bolehkah aku melanjutkan kuliah?" Tanya Lola dengan sangat hati hati.
__ADS_1
"Kau boleh kuliah karena pendidikan itu penting!" Seru Aven membuat Lola senang mendengarnya.
"Tapi sebelum itu ada syaratnya!" Timpal Aven.
"Syarat? Memang apa tuan?" Heran Lola.
"Sebelum itu bisa tidak kau itu mengubah panggilanmu!" Kesal Aven.
Lola hanya diam. Ia bingung harus memanggil Aven dengan sebutan apa. Di sisi lain ia sudah terbiasa dengan memanggilnya tuan. Dan di sisi lain memang Aven sudah menjadi suaminya bahkan telah menyatakan pernyataan cintanya.
"Ba..baik!"
"Memang kau mau memanggilku apa?" Selidik Aven.
"Aku tidak tau!" Ujar Lola.
Aven pun hanya bisa menghela nafas. Ia pun membawa Lola ke dalam pangkuannya. Awalnya Lola menolak karena merasa sangat gugup. Dirinya pun pada akhirnya mengalah karena Aven yang memaksanya u tuk duduk di pangkuannya.
"Panggil aku by!" Seru Aven.
"Hem!" Ucap Aven.
Lola hanya mengangguk paham.
"Tuan eh by syarat aku bisa kuliah apa?" Tanya Lola.
"Kau harus hamil dan melahirkan anakku dulu!" Seringai Aven membuat mata Lola membulat besar.
...🍀🍀🍀...
Malam harinya Faza terbangun dan memilih untuk membersihkan tubuhnya.Ia pun melakukan mandi junub dan segera melaksanakan ibadah kewajibannya. Baru la ia membangunkan suaminya dan menyuruhnya untuk juga beribadah.
Faza kini memilih untuk menonton televisi sembari memakan camilannya. Avan yang sudah selesai pun akhirnya mengerjakan tugas kantor nya yang akan tertunda selama satu minggu ini.
__ADS_1
Prangg!!
Avan yang sedang memegang laptopnya terkejut saat Faza menjatuhkan wadah camilannya. Dengan segera ia pun mendekat ke arah Faza dan terkejut dengan Berita di televisi.
'Seorang penerus Mahardika melakukan perselingkuhan dengan saudara tiri modeling asal Amerika Thea Matha Vhillenra yang merupakan kekasihnya sendiri' '
Begitulah berita yang terpampang jelas di dalam televisi. Bahkan bukan hanya saluran itu namun juga beberapa saluran itu menyiarkan dengan berita yang sama.
"Memang siapa yang jadi selingkuhan ha?" Bentak Faza menunjuk ke arah televisi.
"Kalo kak Thea mau ya ambil saja aku tidak butuh!" Seru Faza dengan santainya.
Ia tidak menyadari dengan keberadaan Avan dibelakangnya. Dengan mata yang mendelik dan tangan yang berada di depan dadanya kini Avan tengah menatap tajam ke arah Faza yang sedang mengumpatnya.
"Enak saja aku secantik ini dibilang selingkuhan"
"Kau tau yang suka denganku itu pacarmu sendiri bukan diriku"
"Nasib punya suami ganteng ya gini!"
"Yang di salahin istrinya"
"Avan juga kenapa ia tidak bilang ke Thea bahwa dia yang menikahiku!"
"Dipikir pikir suamiku ternyata bodoh juga!"
"Kau bilang apa?" Geram Avan.
hik. Faza yang mendengar suara Avan pun langsung cegukan karena terkejut.
"Hik suamiku hik kau disini hik!" Ujar Faza dengan cegukannya.
Dan Avan pun tidak banyak bicara. Ia kembali menghukum Faza. Bahkan dering ponsel yang berkali kali berbunyi itu tidak mengurungkan niatnya untuk menghabisi Faza.
__ADS_1
Faza hanya bisa merasakan nikmat bercampur dengan rasa lelahnya. Baru saja dirinya beristirahat tapi suaminya sudah kembali menyerangnya. Stamina suaminya benar benar kuat tak tertandingi.
...Selamat Membaca...