Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 29 bonus rasa malu


__ADS_3

Di sisi lain Wida dan Nasywa sedang berpikir. Rencana yang dibuat Leksa benar benar diluar dugaan mereka. Gavin demikian dia rasanya tidak rela adiknya harus menjadi istri dari tuannya sendiri yang terkenal sangat bejat itu.


"Tapi itu sama saja dengan mempermalukan keluargamu sendiri!" Ujar Nasywa.


"Aku tau, untuk itu Aven tidak akan pernah bisa menolak agar menjaga nama baik keluarganya" Jelas Leksa.


"Apa kau setuju sayang?" Tanya Nasywa ke arah suami dan anaknya.


Wida mengangguk setuju. Berharap anak perempuannya akan baik baik saja. Hanya satu yang tidak menyukai perjodohan ini. Ya dia adalah Gavin. Selama hidupnya ia telah bahkan sangat mengenal bagaimana seorang Aven.


"Aku setuju!" Seru Indira.


"Kita akan menjalankan itu semua tapi menunggu anak dan menantuku kesini dulu!" Ucap Leksa.


"Bukannya Faza masih sekolah?" Tanya Ricko tiba tiba.


"Anakmu membuatnya terlambat ke sekolah!" Dengus Leksa dengan tertawa kecilnya mengingat percakapan dengan Avan yang suara Faza berteriak tentang celana d*lam.


"Kau tau anakmu itu sama sepertimu!" Seloroh Leksa


Nasywa dan Indira terkekeh mendengarnya.


...🍀🍀🍀...


"Cepatlah mandi, mamah menyuruh kita untuk ke mansion" Ujar Avan sembari memakai boksernya dan berlalu ke kamar mandi.


"Celana d*lam ku habis. Lebih tepatnya rusak karena kau robek" Kesal Faza.


Avan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Faza yang sedang cemberut itu.


"No problem, Pakai saja punyaku!" Santai Avan.


Faza terbelalak mendengarnya. Ya kali dirinya harus menggunakan pakaian dalam milik suaminya. Faza pun berlalu sembari mendumel dan memasuki kamar mandi dan pastinya dikunci agar Avan tidak bisa masuk untuk mengganggunya. Avan terkekeh dan lebih memilih untuk menghubungi Will.


"Halo tuan" Jawab Will di ponsel.


"Kau kemari sebelum itu belikan celana d*lam untuk istriku!" Ujar Avan dengan santainya.

__ADS_1


Ia tidak tau jika saat ini Will sudah memerah dan meneguk ludahnya mendengar perintah dari tuannya. Ia pasti akan lebih memilih untuk berperang dan lembur dalam pekerjaan dari pada harus menjalankan perintah memalukan seperti ini.


"Tapi tuan--"


"Jangan membantah atau kubuat gigimu rontok Will!" Kesal Avan yang langsung mematikan ponselnya.


Bagaimana ini. Istri saja belum punya dan bagaimana mau beli begituan.


...🍀🍀🍀...


Faza yang selesai dengan mandinya keluar dengan hanya berbalut selimut. Dirinya hanya duduk.di tepi ranjang sambil rebahan karena bingung harus bagaimana. CD nya saja sudah tidak ada. Masa iya dirinya harus berpakaian tanoa.memakai aset penting itu.


Ting Tong


Bel apartemen berbunyi. Avan pun segera keluar dan benar dugaannya dia adalah Will yang sudah membawa tas dan dapat dipastikan itu adalah pesanannya.


"Thanks Will!" Seru Avan.


"Kenapa dengan wajahmu? Berkeringat sekali sampai memerah!" Ujar Avan.


Will menggelengkan kepalanya bagaimana tuannya itu tidak tau saat ini Will merasa sangat malu dengan apa yang dilakukannya. Will harus menghadapi banyaknya ibu ibu dan para cewek rempong yang kepo dengan urusan membeli CD.


Flashback-


"Ambilkan CD terbaik disini!" Ujar Will dengan suara cool nya walaupun kini hatinya sangat gundah.


Apalagi tatapan pemilik toko yang sangat membuat Will bertambah malunya.


"Butuh berapa?" Tanya pemilik toko.


"Satu lusin saja!" Ujar Will.


"Mau jenis apa?" Tanya ibu itu lagi.


Wajah Will memerah ia tidak tau apa jenis jenis CD perempuan astaga Will sangat malu mendengarnya. Namun seketika terlintas pikiran Will untuk mengerjai seorang Nyonya Faza.


"Pesankan yang sangat seksi dan juga tambahkan lingerienya.!" Ucap Wida.

__ADS_1


Jadi ini rencananya. Istri tuannya yang sangat polos dan sederhana pasti akan sulit untuk memakai pakaian seperti ini.


"Astaga Masnya sangat berhasrat. Istrinya dipesankan beginian banyak banget. Biasanya berapa ronde?" Tanya ibu tersebut sambil membungkus pesanan Wida


DIAR.....


Inilah hukuman buat Wida karena berani mengambil tindakan untuk mengerjai Istri tuannya. Dia bagai disambar petir merasa malu dengan semua ini.


"Saya--"


"Jarang sekali ya bu ada suami membelikan ini buat istrinya.!" Sahut ibu ibu lainnya yang semakin membuat Wida kewalahan dengan keringat yang terus bercucuran.


Wida pun segera mengambil tas nya dan pergi meninggalkan uang yang banyak.


"Ini terimakasih kembaliannya ambil aja!" Seru Wida yang langsung pergi meninggalkan toko itu


Flashback end-


"Will kau beli ini?" Tanya Avan dengan tatapan tajamnya.


"Itu...itu tadi bonus tuan karena sudah membeli satu lusin CD!" Seru Will


"Kau gila mana ada bonus dengan lingerie sebanyak ini!" Tegas Avan.


Will meneguk ludahnya kasar. Bodoh sekali dirinya mengambil tindakan.


"Maaf tuan! Itu tadi keluaran terbaru jadi saya beli untuk hadiah kepada Nyonya Faza!" Bohong Will membuat mata Avan mendelik.


Avan mengangguk. Sebenarnya dirinya juga sangat senang bahkan banggga dengan Will yang sangat pengertian. Avan pun tersenyum geli membayangkan jika Faza akan menggunakan ini setiap tidurnya.


Ah Will kau benar benar andalan.


"Gajimu kutambah dua kali lipat Will!" Sahut Avan membuat Will tersentak.


"Ha?" Pekik Will.


"Kau memang hebat!" Senyum Avan menepuk pundak Will dan pergi meniggalkan Will yang masih terbengong dengan penuturan Avan barusan.

__ADS_1


Kenapa hidup serumit ini astaga!!!!. Aku ingin berteriak!!!!.


"Tuan Avan benar benar! Setidaknya aku mendapat bonus dari rasa malu yang melanda ku tadi!" Gumam Will.


__ADS_2