Miss Heboh VS Mr Arogan

Miss Heboh VS Mr Arogan
part 101 penangkapan end


__ADS_3

Gubrakkkk.


Terdengar suara dobrakan pintu yang didorong oleh Will beserta yang lainnya.


Di waktu sebelumnya ternyata Hermawan serta istri dan anaknya telah mendengar bahwa Bima yang di tangkap.


Itu membuat mereka segera mengatur rencana dan menyiksa istri dan anak Bima. Namun semua sudah sangat diakali oleh Will.


Will memang sengaja untuk memberikan informasi bahwa Bima tertangkap guna untuk menangkap sekumpulan penjahat gila.


Ternyata keluarga Hermawan memanfaatkan Bima untuk membalaskan dendam mereka. Bima yang memiliki dendam kepada Aven membuat Hermawan memberi kesepakatan dengan juga mencelakai mantan anak tirinya. Faza pastinya.


Kini tengah mereka terkejut saat melihat Will tengah masuk dengam segerombolan orang orangnya.


Dan demgan segera Hermawan dan Shinta bersiap untuk berlari dari sana. Namun lagi lagi mereka tidak dapat berkutik.


Dorr...


Peluru telah terlepas dan tepat mengenai betis Hermawan dan itu diluncurkan oleh Avan sendiri yang telah datang bersamaan dengan Aven.


"Akhhh!" Teriak Hermawan yang merasa kesakitan.


Shinta dan Thea yang melihatnya bergidik dan merinding.


That's isn't play!


Itu sebuah pistol. Sekali pelatuk itu dilepas mak rasa sakit yang di dapt bahkan dapt membuat mu menjadi pergi ke jauh sana.

__ADS_1


"Aku sudah memperingatkan kalian untuk tidak mencari masalah denganku!" Ujar Avan.


"Tapi sekarang kalian malah ingin membuat istriku mati? ha? Kalian gila?" Bentak Avan.


Thea yang ketakutan sedari tadi segera berlutu dengan tangan yang masih di cekal oleh orang orang Avan.


"Maafkan aku Avan! Aku menyesal!" Isak Thea bersujud di hadapan Avan.


"Cih!" Decih Aven yang merasa kesal dengan mantan kekasih dari saudara kembarnya.


"Will kau urusi mereka berdua!" Pinta Avan dan dengan patuhnya Will pun membawa Shinta dan Thea pergi dari sana.


Sedangkan Hermawan di sana masih terduduk karena kakinya yang terus mengeluarkan darah.


"Demgan kau menyuruh Bima dengan ancamanmu kau pikir bisa menang?" Tanya Avan dengan sinis.


"Kau selesaikan urusanmu dengannya sebelum istriku yang terkena balas dendam perbuatan konyolmu!" Geram Avan kepada Aven agar Aven mengantarkan istri dan anak Bima.


"Kalian bawa dia!" Perintah Avan dan segera berbalik untuk pergi dari sana.


Namun melihat Hermawan yang terluka dibagian kakinya membuat mereka mereka lengah untuk tidak mencekal tangannya.


Dengan gerakannya, Hermawan pun mengambil pisau dan melemparnya ke arah Avan.


Sretttt.


Untuk saja Avan bergerak membuat hanya pipinya yang terkena.

__ADS_1


Dorr.


Tak tahan lagi Avan pun membunuhnya dan membawanya ke kantor polisi untuk di tindak lanjuti atas kasus percobaan pbunuhan terhadapnya dan istrinya. Dengan ini ia tidak dapat di proses karena telah membunuh Hermawan.


Di sisi lain, di dalam mobil Will kini membawa dua wanita laknat itu. Namun saat Will mendengar bahwa Hermawan telah tiada ia pun menggoda Shinta dan Thea dengan kematian Hermawan.


Shinta syok saat mendengar suaminya telah tiada begitu juga dengan Thea. Dengan seperti ini hidup mereka akan semakin tiada tahu bagaimana jadinya.


"Kau berbohong! Suamiku itu masih hidup kan? hahaha ia kan?" Dengan tertawanya Shinta sudah menjadi seorang yang kehilangan akal.


...🍀🍀🍀...


Gangguan sikis dan pikis membuat Shinta di masukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Setelah melewati beberapa tes ternyata Shinta benar benar sudah tidak waras.


Dam tinggalah Thea yang tengah diikat di ruang bawah tanah seperti biasanya bagaimana tawanan diperlakukan.


"Suamiku di sini sangat gelap!" Gidik Faza saat ia diajak ke ruang bawah tanah untuk membiarkan Thea meminta maaf kepadanya.


"Diamlah atau kau kutinggal!" Ancam Avan.


Dan seketika Faza menghentikan langkahnya. Berkacak pinggang sembari menatap tajam Avan.


"Kau bilang apa? Coba kau ulangi!" Geram Faza.


Avan pun hanya bisa menepuk keningnya. Padahal ia hanya bercanda dan Faza selalu saja menanggapinya.


"No sayang! Ayo cepat!" Pinta Avan.

__ADS_1


*Jangan di skip jangan di skip masih ada lanjutannya*


__ADS_2