
"BEE!!" Teriak Leksa menghampiri suaminya yang tengah sibuk di ruang kerjanya.
Ricko sampai tersentak dan mengelus dadanya mendengar teriakan Leksa secara tiba tiba dan sangat kencang membuat seluruh ruangan menggelegar. Leksa yang ditatap hanya menunjukkan sungutnya yang berarti saat ini Leksa tengah kesal.
"Ada apa sayang?" Tanya Ricko.
"Bee, aku mau jodohin Aven!" Sungut Leksa.
"Apa?" Pekik Ricko.
"Sayang kau tau Aven seperti apa. Jika kita menjodohkannya lalu siapa yang akan mau?" Ujar Ricko.
Leksa terdiam nampak berpikir.
"Gimana kalo kita jodohkan saja Aven dengan anaknya Wida dan Nasywa, Indira bagaimana?" Tanya Leksa.
"Kalo tidak mau?" Timpal Ricko.
"Ya jodohkan sama anaknya Alena sama Irsyad, Abilla bisa kan?" Seloroh Leksa.
"Kalo tidak mau?" Ujar Ricko.
"Dasar suami gila. Istri berpendapat malah kayak orang linglung!" Sungut Leksa yang merasa kesal dengan Ricko yang tidak bisa menjawab dengan membuatnya senang.
Ricko hanya terkekeh. Membawa istrinya yang tengah mengerucutkan bibirnya itu ke pangkuannya.
"Terserah kamu, Aku mendukung sayangku" Seru Ricko yang mulai beraksi mencumbu istrinya
Usia tidak pernah mengurangi keromantisan mereka. Mereka pun menjalani penyatuan dengan perasaan cinta tanpa beban di hati mereka.
...🍀🍀🍀...
"Apa ini semua kau yang memasak?" Tanya Aven sat melihat hidangan menggugah selera tersaji di meja makan.
Avan hanya diam memutar malas bola matanya. Sudah berapa kali Avan meminta saudaranya itu untuk pulang karena urusan selesai tapi masih saja beralasan masih rindu dengan Avan.
Sungguh memuakkan!
Faza mengambilkan nasi beserta lauk pauk di piring Avan. Aven yang melihatnya merasa iri. Dirinya pun juga menyodorkan piringnya ke arah Faza agar Faza juga mengisi piringnya.
"Tolong punyaku juga!" Seru Aven tersenyum ke arah Avan.
"Tentu. Kau mau apa?" Tanya Faza.
__ADS_1
"Ambilkan aku semuanya! Aku ingin mencoba itu itu dan ini jangan lupa yang disampingmu pokoknya semua masakanmu!" Seru Aven.
"Oke!" Jawab singkat Faza.
"Kau punya tangan kenapa menyuruh istriku!" Kesal Avan tiba tiba.
"Aku bukan menyuruhnya tapi meminta tolong" Ujar Aven menekankan kata 'meminta tolong' ke arah Avan.
"Tetap saja! Kau cari saja istri buat dirimu." Ketus Avan.
"Aku tidak ingin memilih sembarang wanita. Tapi kalau dia yang ingin aku yes!" Seloroh Aven.
"Kau!"
"BISA TIDAK KALIAN DIAM!" Bentak Faza membuat kedua saudara kembar itu terkejut.
"Suamimu yang mulai" Seru Aven.
"Kau yang memancingku!" Geram Avan.
"SUAMIKU DIAM!" Bentak Faza sekali lagi.
Avan pun hanya menatap tajam Aven yang dengan santainya tersenyum kemenangan. Jika saja dirinya tidak mengajak Aven sialan mungkin saat ini dirinya sudah bergulat dengan Faza di ranjang. Itulah yang dari tadi membuat Avan diam dan kesal.
"Aku dulu tidak hadir di pernikahanmu. Apa salahnya jika aku menjengukmu. Lihatlah suamimu itu jahat sekali!" Adu Aven kepada Faza dan pasti membuat Avan menahan amarahnya
"Suamiku kenapa kau jahat sekali. Dia itu saudaramu!" Pekik Faza.
Avan menghela nafasnya.
Kenapa harus dikelilingi dengan orang yang membuat seketika dirinya memiliki penyakit darah tinggi.
"Suamimu itu jahat sekali!" Seloroh Aven dengan muka berpura pura menangis.
"Entahlah, dia denganku juga jahat sekali!" Pekik Faza.
"Benarkah? Wah kau itu keterlaluan brother!" Seloroh Aven diiringi tawa kecilnya.
"Kau tau saudaramu itu suka sekali membuat bibirku bengkak!" Timpal Faza.
Avan yang mendengarnya pun tersedak.
Bisa habis dirinya jika Aven mengetahuinya.
__ADS_1
"Kenapa bisa bengkak memang apa yang dilakukan suamimu?" Heran Aven.
"Dia--"
"Sudah cepat kalian makan. Kenapa cerewet sekali!" Avan memotong pembicaraan.
"Kau yang sebenarnya cerewet!" Ujar Aven.
"Suamiku kau itu sangat aneh!" Sungut Faza.
"Dia itu suka sekali mencium bibirku, menggigitnya bahkan menjilatinya. Sungguh menjijikkan. Saudaramu itu menjengkelkan dan sangat tidak jelas. Punya bibir sendiri kenapa menggigit bibir orang!" Gerutu Faza membuat Avan bersemu merah menahan malu.
Sedangkan Aven? Jangan ditanya, dirinya sudah tertawa lepas mendengar gerutuan Faza yang dengan santainya membicarakan hal seperti itu bahkan dengan blak blak an menunjukkan sifat mesum suaminya di depan orang lain.
Bagaimana jika di sekolah Faza menceritakan semuanya? oh tidak Avan kali ini benar benar pusing memikirkannya. Bagaimana seorang Avan bisa bersikap seperti itu.
"Hentikan tawamu!" Bentak Avan.
"Suamiku kau aneh sekali. Yang tertawa Aven kenapa kau yang sewot" Seloroh Faza yang malah membela Aven daripada suaminya.
Aven benar benar lepas kendali. Ketawanya semakin mengeras mendengar perseteruan antara Avan dan Faza. Perutnya sampai mulas dengan air mata di sudut matanya karena terlalu berlebihan dalam ketawanya.
"Aku hahaha Kau benar benar aduh perutku sakit" Pekik Aven
"Suamimu itu aku atau Aven!" Kesal Avan yang menarik tangan Faza meninggalkan Aven yang masih sibuk dengan tawanya.
"Suamiku aku belum makan!" Rengek Faza.
"Itu salahmu karena membuang waktu dengan meladeni orang seperti Aven.
"Tapi dia itu saudaramu kenapa kau jahat sekali. Lepaskan aku aku mau makan apa kau tidak lapar!" Sungut Faza.
"Aku memang lapar dan akan memakanmu!" Seringai Avan.
"Sejak kapan kau kanibal pemakan daging manusia?" Ucap Faza dengan bergidik.
"Dasar bodoh!"
"Kalau tau aku bodoh kenapa kau menikahiku?" Tanya Faza dengan polosnya.
Ah kenapa gadis ini pintar sekali membuat Avan emosi.
...Ig:@Fatmass.s*...
__ADS_1